• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Personal Finance
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • ShopNew
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Refleksi Digital: Navigasi Atensi, Self-View, dan Resiliensi Kognitif di Kelas Virtual
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Electric Techno Industri PLN Raih GOLD ISDA 2026

4 Okt 2026

Kode Referral DANA Bisnis Terbaru RFK43V untuk Pendaftar Usaha

1 Okt 2026
Jajaran Manajemen PLN UID Banten bersama Vice President Strategi dan Tata Kelola Divisi HSSE PT PLN (Persero) Kantor Pusat serta Tim LPPKM FKM UI pada pembukaan Safety Culture Assessment Level (SCAL) di Kantor PLN UID Banten.

Budaya K3 PLN UID Banten Diuji dari Kebiasaan Kerja Sehari-hari

1 Okt 2026
Panduan keamanan data digital dan perlindungan password dari penipangan siber

Bukan Cuma Password: Panduan Nyata Lindungi Data Digital dari Penetration Tester

1 Okt 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Insight

Refleksi Digital: Navigasi Atensi, Self-View, dan Resiliensi Kognitif di Kelas Virtual

T.H. Hari Sucahyo
Terbit: 3 September 2026 - 22.41 WIB
Share
4 Menit
Pandemi telah mengubah cara kita belajar, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan tersebut tidak selalu menghasilkan dampak seburuk yang kita bayangkan.

Techfin Insight – Kurang lebih dua tahun kita pernah hidup dalam situasi yang terasa seperti eksperimen sosial besar-besaran. Pandemi Covid-19 memaksa ruang kelas berpindah dari gedung sekolah dan kampus ke layar komputer. Guru mengajar dari kamar, ruang kerja, bahkan sudut rumah yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan akan menjadi “ruang kelas”. Mahasiswa dan siswa mengikuti pelajaran dari rumah masing-masing.

Papan tulis berubah menjadi fitur share screen, percakapan di kelas digantikan oleh mikrofon yang harus dinyalakan dan dimatikan, sementara ekspresi wajah teman-teman muncul dalam kotak-kotak kecil di layar. Namun, ada satu hal yang mungkin lebih menarik dari semua perubahan itu: kita tidak hanya melihat orang lain, tetapi juga melihat diri sendiri.

Pada awalnya, melihat wajah sendiri ketika mengikuti kelas daring mungkin terasa biasa saja. Lama-kelamaan, kebiasaan itu bisa menjadi sesuatu yang sulit diabaikan. Ketika sedang berbicara, kita dapat melihat apakah wajah kita tampak lelah, apakah rambut terlihat berantakan, atau apakah ekspresi kita tampak cukup meyakinkan. Ketika sedang mendengarkan, perhatian kita bisa tiba-tiba bergeser dari materi yang disampaikan ke wajah sendiri di layar.

“Apakah saya terlihat mengantuk?” “Apakah ekspresi saya aneh?” “Kenapa wajah saya terlihat seperti itu?” Pertanyaan-pertanyaan kecil semacam ini mungkin terdengar sepele, tetapi jika muncul berulang kali selama berjam-jam setiap minggu, saya rasa wajar jika kita bertanya apakah kebiasaan tersebut ikut memengaruhi proses belajar.

- Advertisement -
Jasa Pembuatan Website Murah di BantenJasa Pembuatan Website Murah di Banten

Saya sendiri melihat persoalan ini bukan sekadar sebagai masalah teknis dalam pembelajaran daring, melainkan sebagai persoalan perhatian. Belajar pada dasarnya membutuhkan kemampuan untuk mengarahkan perhatian kepada sesuatu dalam jangka waktu tertentu. Ketika seseorang membaca buku, misalnya, perhatian diarahkan pada kata-kata dan gagasan yang ada di halaman.

Ketika mengikuti kuliah tatap muka, perhatian biasanya tertuju pada dosen, papan tulis, materi presentasi, atau diskusi dengan teman. Namun dalam kelas virtual, layar yang sama menampilkan banyak hal sekaligus. Ada dosen, teman sekelas, presentasi, kolom chat, notifikasi, dan terkadang wajah kita sendiri. Akibatnya, batas antara “objek yang sedang dipelajari” dan “diri sendiri sebagai objek yang diamati” menjadi semakin tipis.

Karena itu, ketika saya menemukan penelitian tahun 2021 oleh Austin, Fogler, dan Daniel dari Universitas James Madison, saya cukup tertarik. Penelitian tersebut secara khusus menguji apakah melihat diri sendiri dan orang lain di layar benar-benar berdampak negatif terhadap hasil belajar. Sebanyak 155 mahasiswa sarjana dilibatkan dalam penelitian dan ditempatkan dalam beberapa kondisi tampilan video.

Jangan Lewatkan:

Panduan keamanan data digital dan perlindungan password dari penipangan siber
Bukan Cuma Password: Panduan Nyata Lindungi Data Digital dari Penetration Tester
1 Okt 2026
Kehadiran platform digital memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada lebih banyak orang.
Membangun Masa Depan melalui Kreativitas di Era Digital
26 Sep 2026
SEO Website Bisnis di Era AI Search
SEO Website Bisnis di Era AI Search: Apa yang Perlu Dipersiapkan?
25 Sep 2026
SPKLU Center XDN Cipondoh menjadi SPKLU Center pertama di Kota Tangerang
SPKLU Center XDN Cipondoh Jadi SPKLU Center Pertama di Tangerang
25 Sep 2026

Ada kelompok yang tidak melihat video sama sekali, kelompok yang hanya melihat orang lain, serta kelompok yang dapat melihat diri sendiri sekaligus orang lain. Setelah mengikuti kuliah yang direkam, para peserta kemudian mengerjakan kuis untuk mengukur hasil pembelajaran mereka.

Yang menarik, hasil penelitian tersebut justru tidak mendukung kekhawatiran yang mungkin selama ini kita miliki. Melihat diri sendiri maupun orang lain di layar tidak terbukti memberikan dampak negatif terhadap hasil belajar. Bagi saya, temuan ini cukup mengejutkan karena pengalaman pribadi ketika menggunakan Zoom sering kali memberikan kesan sebaliknya.

Rasanya mudah sekali terganggu oleh wajah sendiri, terutama ketika kita sadar bahwa selama berjam-jam kita sedang “dipajang” di layar. Akan tetapi, perasaan terganggu belum tentu sama dengan penurunan kemampuan belajar yang dapat diukur. Di sinilah saya merasa penting untuk membedakan antara rasa tidak nyaman dan benar-benar terganggunya proses kognitif.

Kita bisa saja merasa tidak nyaman melihat wajah sendiri tanpa berarti informasi yang disampaikan dosen menjadi lebih sulit dipahami. Sama halnya dengan seseorang yang belajar sambil duduk di kursi yang kurang nyaman. Ia mungkin menyadari ketidaknyamanan tersebut, tetapi bukan berarti otomatis gagal memahami materi. Otak manusia ternyata memiliki kemampuan beradaptasi yang jauh lebih besar daripada yang sering kita bayangkan.

Saya juga tidak merasa penelitian tersebut harus dibaca sebagai bukti bahwa tampilan wajah sendiri sama sekali tidak penting. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap hasil belajar dalam konteks eksperimen yang dilakukan. Itu tidak berarti setiap orang akan mengalami pengalaman yang sama dalam kehidupan sehari-hari.

Ada orang yang mungkin sama sekali tidak peduli terhadap penampilannya di layar. Ada pula orang yang menjadi sangat sadar terhadap wajah, ekspresi, atau penampilan dirinya ketika harus terus-menerus melihat pantulan sendiri. Perbedaan individu semacam ini menurut saya tetap penting.

Bahkan, persoalan sebenarnya mungkin bukan sekadar apakah melihat diri sendiri menurunkan nilai kuis, tetapi bagaimana pengalaman tersebut memengaruhi kenyamanan dan energi mental selama proses belajar. Seseorang mungkin tetap memperoleh nilai yang baik, tetapi harus mengeluarkan usaha lebih besar untuk mempertahankan konsentrasi. Ia tetap memahami materi, tetapi merasa lebih cepat lelah setelah mengikuti kelas daring.

Dalam jangka pendek, perbedaan semacam itu mungkin tidak terlihat dalam hasil tes. Namun dalam pengalaman belajar sehari-hari, perasaan lelah dan terbebani tetap memiliki arti. Saya juga melihat temuan penelitian tersebut sebagai pengingat agar kita tidak terlalu cepat menyalahkan teknologi atas semua persoalan pembelajaran daring. Selama pandemi, banyak kritik diarahkan kepada Zoom dan berbagai platform konferensi video.

Kita sering mendengar bahwa layar membuat siswa tidak fokus, komunikasi menjadi kaku, dan pembelajaran kehilangan interaksi manusiawi. Sebagian kritik tersebut tentu masuk akal. Akan tetapi, penelitian tentang tampilan wajah sendiri menunjukkan bahwa tidak semua hal yang terasa mengganggu ternyata benar-benar mengganggu hasil belajar.

Menurut saya, justru di sinilah kita perlu lebih kritis dalam memahami pengalaman selama pandemi. Kita tidak bisa hanya mengandalkan perasaan atau kesan pribadi untuk menyimpulkan bahwa suatu teknologi merusak proses belajar. Apa yang terasa melelahkan belum tentu membuat kita belajar lebih buruk. Sebaliknya, sesuatu yang tampak sederhana belum tentu tidak memiliki pengaruh. Kita membutuhkan penelitian untuk membedakan keduanya.

Pengalaman melihat wajah sendiri di layar mungkin lebih kompleks daripada sekadar “mengganggu” atau “tidak mengganggu”. Kita adalah manusia yang secara alami memperhatikan diri sendiri, sekaligus memperhatikan orang lain. Ketika teknologi membuat keduanya hadir dalam satu layar, perhatian kita memang dapat bergerak di antara berbagai objek. Tetapi ternyata, kemampuan tersebut tidak otomatis membuat kita kehilangan kemampuan untuk belajar.

Penelitian Austin, Fogler, dan Daniel memberi saya kesan bahwa manusia ternyata cukup adaptif terhadap lingkungan belajar yang baru. Bagi saya, pelajaran yang lebih besar dari penelitian tersebut bukanlah bahwa kita harus berhenti mengkhawatirkan dampak teknologi, melainkan bahwa kita perlu lebih hati-hati dalam menilai dampaknya.

Zoom mungkin membuat kita lebih sadar terhadap wajah sendiri, tetapi kesadaran itu tidak dengan sendirinya membuat kita menjadi pembelajar yang lebih buruk. Pada akhirnya, yang paling menentukan mungkin bukan apakah wajah kita terlihat di sudut layar, melainkan bagaimana kita menggunakan perhatian, membangun keterlibatan, dan menciptakan kondisi yang memungkinkan kita benar-benar memahami apa yang sedang dipelajari. Pandemi telah mengubah cara kita belajar, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan tersebut tidak selalu menghasilkan dampak seburuk yang kita bayangkan.

Jangan Lewatkan:

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Produktivitas PC dan AI
22 Sep 2026
OpenAI memperkenalkan ChatGPT Images 2.5 pada 8 September 2026. Pembaruan ini membawa peningkatan pada kualitas visual, detail, kecepatan pembuatan gambar, serta kemampuan melakukan pengeditan secara lebih presisi.
ChatGPT Berubah Lagi: Mencoba GPT-6 Astra, Gambar 2.5, dan Voice Baru
22 Sep 2026
Ilustrasi interaksi antara manusia dan robot kecerdasan buatan (AI) yang merepresentasikan kolaborasi teknologi di dunia kerja.
AI Makin Pintar, Lalu Apa yang Akan Terjadi pada Pekerjaan Manusia?
21 Sep 2026
Aktivitas bermain game online kini telah bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial digital yang melibatkan berbagai elemen ekosistem teknologi.
Evolusi Game Online: Dari Hiburan Layar Saku ke Ekosistem Digital Raksasa
21 Sep 2026
Kredit Redaksi:
Penulis: T.H. Hari Sucahyo
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Penulis:T.H. Hari Sucahyo
Social & Cultural Observer
Follow:
Peminat bidang sosial, budaya, dan humaniora. Penggagas Lingkar Studi Adiluhung dan Kelompok Studi Pusaka AgroPol. Saat tidak sedang menulis, lebih sering menyeduh kopi sambil berdialog dengan dirinya sendiri.
Tulisan Sebelumnya 👈 AI Sebagai Asisten Dosen: Bukan Mengganti Guru
👉 Tulisan Selanjutnya HPN 2026, Manajemen PLN UID Banten Turun Langsung Layani Pelanggan
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Bisnis

Electric Techno Industri PLN Raih GOLD ISDA 2026

4 Okt 2026
Bisnis

Kode Referral DANA Bisnis Terbaru RFK43V untuk Pendaftar Usaha

1 Okt 2026
Jajaran Manajemen PLN UID Banten bersama Vice President Strategi dan Tata Kelola Divisi HSSE PT PLN (Persero) Kantor Pusat serta Tim LPPKM FKM UI pada pembukaan Safety Culture Assessment Level (SCAL) di Kantor PLN UID Banten.
Utilitas

Budaya K3 PLN UID Banten Diuji dari Kebiasaan Kerja Sehari-hari

1 Okt 2026
Safety Culture Assessment PLN UID Banten bersama LPPKM FKM UI untuk mengukur kematangan budaya keselamatan kerja.
Bisnis

Safety Culture Assessment PLN UID Banten Petakan Budaya Keselamatan

30 Sep 2026
PLN Mobile Jawara Run 2026, event lari 5K di KP3B Kota Serang pada 25 Oktober 2026
Gaya Hidup

Registrasi PLN Mobile Jawara Run 2026 Dibuka 28 September

28 Sep 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Bisnis

Customer Partnership Forum 2026, PLN Dengarkan Kebutuhan Pelanggan

Aira Safeeya
26 Sep 2026
SPKLU Center XDN Cipondoh dengan 12 slot Ultra Fast Charging untuk pengguna kendaraan listrik di Kota Tangerang
Utilitas

SPKLU Center XDN Cipondoh, Charging Makin Dekat dengan Mobilitas Warga

Aira Safeeya
26 Sep 2026
PLN UP3 Banten Selatan menandatangani MoU dengan Kejaksaan Negeri Lebak dan Pandeglang untuk memperkuat tata kelola perusahaan.
Bisnis

PLN UP3 Banten Selatan Perkuat Tata Kelola lewat Sinergi dengan Kejaksaan

Aira Safeeya
26 Sep 2026
Gaya Hidup

Pusat Perbelanjaan di Era Digital: Ketika Belanja Menjadi Pengalaman

Tama Mada
25 Sep 2026
Bagi banyak orang, terutama generasi muda, dunia game telah berkembang menjadi ruang untuk berkomunikasi, mencari teman, mengekspresikan diri, bahkan membangun komunitas.
Gaya Hidup

Ketika Bermain Game Menjadi Bagian dari Kehidupan

Tama Mada
25 Sep 2026
Kolaborasi strategis PLN senilai Rp3,3 triliun di Electricity Connect 2026
Utilitas

5 Kolaborasi Strategis PLN di Electricity Connect Capai Rp3,3 Triliun

Aira Safeeya
24 Sep 2026
PLN UP3 Cikokol dan Pemkot Tangerang memperkuat sinergi pelayanan masyarakat
Bisnis

PLN UP3 Cikokol dan Pemkot Tangerang Perkuat Sinergi Pelayanan Masyarakat

Aira Safeeya
22 Sep 2026
PLN Mobile Jawara Run 2026 di KP3B Kota Serang
Gaya Hidup

Siap Lari Seru? PLN Mobile Jawara Run Kembali ke Banten

Ammar Fahri
21 Sep 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.
Jajaran Manajemen PLN UID Banten bersama Vice President Strategi dan Tata Kelola Divisi HSSE PT PLN (Persero) Kantor Pusat serta Tim LPPKM FKM UI pada pembukaan Safety Culture Assessment Level (SCAL) di Kantor PLN UID Banten.

Budaya K3 PLN UID Banten Diuji dari Kebiasaan Kerja Sehari-hari

Utilitas
Panduan keamanan data digital dan perlindungan password dari penipangan siber

Bukan Cuma Password: Panduan Nyata Lindungi Data Digital dari Penetration Tester

Teknologi
PLN Mobile Jawara Run 2026, event lari 5K di KP3B Kota Serang pada 25 Oktober 2026

Registrasi PLN Mobile Jawara Run 2026 Dibuka 28 September

Gaya Hidup
SPKLU Center XDN Cipondoh dengan 12 slot Ultra Fast Charging untuk pengguna kendaraan listrik di Kota Tangerang

SPKLU Center XDN Cipondoh, Charging Makin Dekat dengan Mobilitas Warga

Utilitas
Kehadiran platform digital memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada lebih banyak orang.

Membangun Masa Depan melalui Kreativitas di Era Digital

Gaya Hidup Insight

Pusat Perbelanjaan di Era Digital: Ketika Belanja Menjadi Pengalaman

Gaya Hidup
Bagi banyak orang, terutama generasi muda, dunia game telah berkembang menjadi ruang untuk berkomunikasi, mencari teman, mengekspresikan diri, bahkan membangun komunitas.

Ketika Bermain Game Menjadi Bagian dari Kehidupan

Gaya Hidup Kultur
SPKLU Center XDN Cipondoh menjadi SPKLU Center pertama di Kota Tangerang

SPKLU Center XDN Cipondoh Jadi SPKLU Center Pertama di Tangerang

Teknologi
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com