• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Personal Finance
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • ShopNew
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: PLTS 100 GWp Diluncurkan, Indonesia Bidik Swasembada Energi dan Investasi Rp1.140 Triliun
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Pinjol di Era Digital: Solusi Keuangan atau Jebakan Utang?

26 Agu 2026

ABANGADEKGANTENG: Eksperimen Membangun Berbagai Proyek Web dengan Teknologi Modern

26 Agu 2026
Seseorang berjalan menyusuri jalan setapak di tengah kebun menuju cahaya sore dan sebuah gerbang di kejauhan.

Arrival Fallacy: Mengapa Kita Selalu Menunggu Bahagia di Tujuan Berikutnya

26 Agu 2026

PLTS 100 GWp Diluncurkan, Indonesia Bidik Swasembada Energi dan Investasi Rp1.140 Triliun

26 Agu 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Utilitas

PLTS 100 GWp Diluncurkan, Indonesia Bidik Swasembada Energi dan Investasi Rp1.140 Triliun

Penulis: Aira Safeeya - Business & Finance Enthusiast
Publikasi: Rabu, 26 Agustus 2026 - 19.23 WIB
Share
3 Menit
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (kedua dari kanan) didampingi Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (ketiga dari kiri), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani (belakang kiri), Gubernur Bali, I Wayan Koster (kanan), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi (kedua dari kiri), dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) saat mengunjungi site PLTS Gilimanuk yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS), Bali pada Selasa (25/8). PLTS Gilimanuk merupakan salah satu dari 5 klaster PLTS di wilayah Bali bagian dari Program PLTS 100 GWp yang dicanangkan Pemerintah. (Foto: BPMI Setpres)
Navigasi Konten
  • Bukan sekadar membangun PLTS
  • Potensi investasi Rp1.140 triliun
  • PLN bersiap mengintegrasikan energi surya ke sistem listrik
  • Bali disiapkan dengan 1.000 MWp PLTS
  • Dari energi bersih menuju ekonomi baru

Techfin Insight — Indonesia memasuki babak baru dalam pengembangan energi terbarukan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan groundbreaking sejumlah proyek PLTS di Gilimanuk, Bali.

Program ini menjadi salah satu langkah besar Pemerintah untuk mendorong swasembada energi dan hilirisasi melalui pemanfaatan sumber energi domestik.

Pada tahap awal, terdapat 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya adalah PLTS Gilimanuk yang menjadi lokasi peluncuran program nasional tersebut. Sementara PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung disebut telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.

Presiden Prabowo mengatakan pengembangan energi surya menjadi bagian penting dari upaya Indonesia membangun kemandirian energi.

- Advertisement -
Jasa Pembuatan Website Murah di BantenJasa Pembuatan Website Murah di Banten

“Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. Dengan Program PLTS 100 GW, kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Prabowo.

Bukan sekadar membangun PLTS

Target 100 GWp tersebut tidak akan diwujudkan hanya dengan membangun pembangkit surya berskala besar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan delapan skenario utama untuk mencapai target tersebut.

Jangan Lewatkan:

PLN Kejar 7,9 GW Panas Bumi pada 2033, Indonesia Bidik Posisi Teratas Dunia
26 Agu 2026
PLN dan Polda Banten Perkuat Keamanan Infrastruktur Kelistrikan
26 Agu 2026
Listrik Flores Pulih Total Pascagempa M7,7, 1.144 Personel Dikerahkan
19 Agu 2026
PLN Siaga HUT ke-81 RI, 45 Ribu Personel Kawal Kelistrikan Nasional
19 Agu 2026
SkenarioTarget kapasitas
Eliminasi PLTU12,48 GWp
PLTS skala besar melalui RUPTL30,97 GWp
PLTS terapung10,72 GWp
PLTS atap9,35 GWp
PLTS 3T0,50 GWp
PLTS off-grid untuk kegiatan produktif4,36 GWp
PLTS nonatap untuk kawasan industri7,49 GWp
Demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan kebutuhan lainnya24,13 GWp

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa program PLTS 100 GWp dirancang sebagai ekosistem energi surya, bukan sekadar proyek pembangkit.

Energi surya akan dikembangkan untuk kebutuhan sistem kelistrikan, kawasan industri, rumah tangga, wilayah 3T, kegiatan produktif, hingga mendorong terciptanya permintaan listrik melalui kendaraan listrik dan proses hilirisasi.

Potensi investasi Rp1.140 triliun

Skala program ini juga membawa konsekuensi ekonomi yang sangat besar.

Pemerintah memperkirakan total investasi yang dibutuhkan mencapai sekitar US$71,3 miliar atau sekitar Rp1.140 triliun.

Di sisi ketenagakerjaan, program tersebut diproyeksikan berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja, terdiri atas sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.

Artinya, pengembangan energi surya tidak hanya diposisikan sebagai agenda lingkungan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Bahlil juga menyebut program ini berpotensi menghasilkan efisiensi subsidi hingga Rp73,9 triliun per tahun melalui penghematan penggunaan bahan bakar minyak.

Jika seluruh skenario dapat direalisasikan, pemerintah memperkirakan pengurangan emisi mencapai sekitar 140 juta ton CO₂ per tahun, dengan potensi nilai ekonomi karbon sebesar Rp6,31 triliun.

PLN bersiap mengintegrasikan energi surya ke sistem listrik

Besarnya kapasitas yang akan masuk ke sistem kelistrikan tentu membutuhkan kesiapan infrastruktur.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN siap menjalankan penugasan pemerintah untuk mempercepat Program PLTS 100 GWp.

Menurutnya, tantangannya bukan hanya membangun pembangkit, tetapi memastikan energi yang dihasilkan dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara aman dan andal.

“PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan,” ujar Darmawan.

PLN juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, industri, pelaku usaha, dan masyarakat.

Jangan Lewatkan:

Ilustrasi petugas PLN saat melakukan pemasangan charger di rumah pelanggan untuk memudahkan pengisian kendaraan listrik di rumah melalui layanan Home Charging Services.
Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92 Ribu, Adopsi Mobil Listrik Kian Melaju
8 Agu 2026
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) saat berada di booth PLN di GIIAS 2026. Darmawan mengatakan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik perlu diiringi dengan pengembangan ekosistem yang semakin andal agar masyarakat semakin mudah beralih ke mobilitas rendah emisi.
PLN Hadirkan Promo Tambah Daya 50% di GIIAS 2026 untuk Pengguna Kendaraan Listrik
8 Agu 2026
GIIAS 2026 Dibuka, PLN Jaga Pasokan Listrik Tetap Andal Sejak Hari Pertama
8 Agu 2026
PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik untuk SPPG dan Koperasi Merah Putih
3 Agu 2026

Sebab, target 100 GWp membutuhkan ekosistem yang jauh lebih besar daripada pembangunan pembangkit itu sendiri—mulai dari investasi, manufaktur, jaringan listrik, teknologi penyimpanan energi, hingga penciptaan permintaan listrik.

Bali disiapkan dengan 1.000 MWp PLTS

Bali menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam program ini.

Sebagai lokasi peluncuran Program PLTS 100 GWp, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan lima klaster PLTS dengan total kapasitas 1.000 MWp.

Pengembangan tersebut akan didukung Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3.300 MWh.

Khusus Klaster Gilimanuk, kapasitas PLTS yang direncanakan mencapai 300 MWp.

Kombinasi PLTS dan penyimpanan energi menjadi penting karena produksi listrik tenaga surya sangat bergantung pada ketersediaan sinar matahari. Dengan adanya BESS, energi yang dihasilkan dapat disimpan dan digunakan untuk membantu menjaga fleksibilitas sistem.

Bagi Bali, langkah ini juga memiliki nilai strategis. Pulau tersebut merupakan salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia sekaligus wajah Indonesia di mata dunia.

Pengembangan ekosistem energi bersih di Bali dapat menjadi contoh bagaimana kebutuhan listrik daerah pariwisata dan ekonomi dapat berjalan bersama agenda transisi energi.

Dari energi bersih menuju ekonomi baru

Program PLTS 100 GWp pada akhirnya bukan hanya tentang mengganti sumber pembangkit listrik.

Ada agenda yang jauh lebih besar di belakangnya: membangun kemandirian energi sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di berbagai daerah.

Investasi pembangkit membutuhkan tenaga kerja. Pengembangan energi surya membutuhkan manufaktur dan rantai pasok. Infrastruktur kelistrikan membutuhkan pembangunan jaringan. Kendaraan listrik dan hilirisasi menciptakan permintaan listrik baru.

Dengan kata lain, energi terbarukan diposisikan sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi.

Darmawan mengatakan listrik memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan energi.

“Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan.”

Program 100 GWp kini telah diluncurkan. Tantangan berikutnya adalah memastikan target tersebut tidak berhenti sebagai angka besar di atas kertas, tetapi benar-benar berubah menjadi pembangkit, investasi, lapangan kerja, industri, dan listrik bersih yang dirasakan masyarakat.

Jika berhasil, energi surya bukan hanya akan menjadi sumber listrik baru bagi Indonesia, tetapi juga salah satu mesin penting menuju swasembada energi dan ekonomi rendah karbon.

Kredit Redaksi:
Penulis: Aira Safeeya
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Elira V. Kirana
Penulis:Aira Safeeya
Business & Finance Enthusiast
Follow:
Aku membahas bisnis dan keuangan dari sudut yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengatur uang dan membangun masa depan finansial itu penting, sesuai nilai yang kamu percaya.
Tulisan Sebelumnya 👈 PLN Kejar 7,9 GW Panas Bumi pada 2033, Indonesia Bidik Posisi Teratas Dunia
👉 Tulisan Selanjutnya Seseorang berjalan menyusuri jalan setapak di tengah kebun menuju cahaya sore dan sebuah gerbang di kejauhan. Arrival Fallacy: Mengapa Kita Selalu Menunggu Bahagia di Tujuan Berikutnya

Traktir Penulis ☕

🏆 Top Supporters

  • Setiawan Ribbon
    Rp 60.000,00
  • Subana Ribbon
    Rp 30.000,00
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Gaya Hidup

Pinjol di Era Digital: Solusi Keuangan atau Jebakan Utang?

26 Agu 2026
Teknologi

ABANGADEKGANTENG: Eksperimen Membangun Berbagai Proyek Web dengan Teknologi Modern

26 Agu 2026
Seseorang berjalan menyusuri jalan setapak di tengah kebun menuju cahaya sore dan sebuah gerbang di kejauhan.
Insight

Arrival Fallacy: Mengapa Kita Selalu Menunggu Bahagia di Tujuan Berikutnya

26 Agu 2026
Bisnis

Gudang PLN Banten Selatan Direvitalisasi, Apa Dampaknya?

20 Agu 2026
IndoSec Awards & Gala Dinner 2026 dengan latar panorama Jakarta
Teknologi

IndoSec 2026 Hadirkan 2.000+ Pemimpin Keamanan Siber di Jakarta

20 Agu 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Lega Finansial
Insight

Mengapa Rasa Lega Sering Hanya Bertahan Sebentar?

Setiawan Chogah
19 Agu 2026
Teknologi

PLN Kawal Listrik Upacara HUT ke-81 RI dengan Pengamanan 5 Lapis

Elira V. Kirana
17 Agu 2026
Bisnis

Gempa Flores M7,7, PLN Pulihkan 11 Gardu Induk dalam 12 Jam

Aira Safeeya
16 Agu 2026
Kultur

Dari Kepiting Soka hingga Pelatihan Kerja, Cara PLN Mengubah Kehidupan Warga

Arden Gustav
14 Agu 2026
Insight

Uang Tumbuh di Tanah yang Tenang, Bukan di Rekening yang Penuh

Setiawan Chogah
8 Agu 2026
Lega Finansial
Keuangan

Apa Itu Lega Finansial? Mengapa Tujuan Mengelola Uang Bukan Sekadar Menjadi Kaya

Setiawan Chogah
8 Agu 2026
PLN memberikan bantuan unit PLTS sebagai sarana pembelajaran siswa.
Sains

PLN dan IT PLN Latih Siswa SMA Kuasai Energi Terbarukan Sejak Dini

Elira V. Kirana
5 Agu 2026
Gaya Hidup

Komunitas Motor Listrik Tempuh Tangerang-Lampung, SPKLU PLN Jadi Andalan

Ammar Fahri
31 Jul 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Pinjol di Era Digital: Solusi Keuangan atau Jebakan Utang?

Gaya Hidup Keuangan Teknologi

ABANGADEKGANTENG: Eksperimen Membangun Berbagai Proyek Web dengan Teknologi Modern

Teknologi
Seseorang berjalan menyusuri jalan setapak di tengah kebun menuju cahaya sore dan sebuah gerbang di kejauhan.

Arrival Fallacy: Mengapa Kita Selalu Menunggu Bahagia di Tujuan Berikutnya

Insight Keuangan Sains

PLTS 100 GWp Diluncurkan, Indonesia Bidik Swasembada Energi dan Investasi Rp1.140 Triliun

Utilitas

PLN Kejar 7,9 GW Panas Bumi pada 2033, Indonesia Bidik Posisi Teratas Dunia

Utilitas
IndoSec Awards & Gala Dinner 2026 dengan latar panorama Jakarta

IndoSec 2026 Hadirkan 2.000+ Pemimpin Keamanan Siber di Jakarta

Teknologi
Lega Finansial

Mengapa Rasa Lega Sering Hanya Bertahan Sebentar?

Insight Keuangan

PLN dan Polda Banten Perkuat Keamanan Infrastruktur Kelistrikan

Utilitas
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com