Techfin Insight — PLN Electric Run 2026 kembali digelar sebagai ajang lari yang memadukan gaya hidup sehat dengan kampanye keberlanjutan. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, PT PLN (Persero) mengusung tema “Powering Our Green Future” dan menargetkan partisipasi 8.000 pelari dalam kategori 5K, 10K, dan Half Marathon.
Ajang ini akan berlangsung pada 8 November 2026 di kawasan ICE BSD, Tangerang, sekaligus menjadi bagian dari upaya PLN mengajak masyarakat berkontribusi dalam transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau.
PLN Electric Run 2026 Mengajak Masyarakat Terlibat dalam Transisi Energi
Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan transisi energi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.
Karena itu, PLN Electric Run dihadirkan sebagai ruang partisipasi publik melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Transisi energi tidak dapat dilakukan oleh PLN sendirian. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat. Karena itu, PLN Electric Run kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam perjalanan menuju energi bersih melalui langkah sederhana, yaitu berlari bersama,” ujar Yusuf Didi.
Berlari Menjadi Simbol Gaya Hidup Rendah Emisi
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, menjelaskan bahwa penyelenggaraan PLN Electric Run merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
Menurutnya, transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan pembangkit energi bersih, tetapi juga melalui perubahan gaya hidup yang melibatkan masyarakat.
“Berlari membuat kita lebih sehat sekaligus berkontribusi mengurangi emisi. Inilah wujud nyata bagaimana sustainability dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” katanya.
Selama tiga tahun penyelenggaraan, dampak lingkungan dari kegiatan ini terus meningkat.
Pada tahun pertama, PLN Electric Run berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 11.880 kilogram CO₂. Angka tersebut meningkat menjadi 14.363 kilogram CO₂ pada tahun kedua dan 21.812 kilogram CO₂ pada tahun ketiga.
Dengan target 8.000 peserta pada tahun ini, PLN memperkirakan potensi pengurangan emisi mencapai sekitar 24.780 kilogram CO₂.
Tidak Hanya Lari, Tetapi Juga Mengelola Dampak Lingkungan
PLN kembali menggandeng Rekosistem sebagai sustainable partner untuk mendukung pengelolaan sampah selama penyelenggaraan acara.
Kolaborasi ini mencakup aktivasi, pemilahan, hingga pengolahan sampah sejak peluncuran program hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Selain itu, PLN juga menghadirkan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan, termasuk pemberian kendaraan listrik kepada perempuan inspiratif serta hadiah doorprize berupa kendaraan listrik dan perangkat elektrifikasi rumah tangga guna mendorong gaya hidup rendah emisi.
Registrasi Lebih Mudah Melalui PLN Mobile
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan proses pendaftaran tahun ini dirancang semakin mudah melalui aplikasi PLN Mobile.
Peserta dapat memilih beberapa skema registrasi, mulai dari Early Bird, Group Registration, General Sale, hingga program Spesial Tiket.
Melalui program tersebut, pelanggan yang melakukan pembelian token listrik minimal Rp50.000 sebanyak delapan kali selama periode 1–26 Juli 2026 berkesempatan memperoleh satu slot gratis PLN Electric Run 2026.
Slot tersebut dapat ditukarkan saat pembukaan pendaftaran pada 27 Juli 2026.
Menuju Ajang Lari Berstandar Internasional
PLN Electric Run juga terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan.
Wakil Ketua Umum PB PASI, Tigor Tanjung, mengapresiasi konsistensi PLN dalam menghadirkan ajang lari yang tidak hanya mengampanyekan hidup sehat, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
“Yang dilakukan PLN sangat luar biasa karena tidak hanya mengajak masyarakat berlari, tetapi juga mengajak mereka menjadi bagian dari masa depan yang lebih hijau. Kami juga mengapresiasi komitmen PLN yang terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan hingga mengajukan World Athletics Label,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas sekaligus event organizer, Adi Prinantyo.
Menurutnya, PLN Electric Run kini berkembang menjadi platform yang menggabungkan olahraga, edukasi transisi energi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan dibukanya kategori International Runners serta pengajuan World Athletics Label, penyelenggaraan tahun ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman kompetisi yang memenuhi standar internasional.
Penulis: Ammar Fahri
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.





