PLN Borong 46 Penghargaan Lingkungan, Transformasi Hijau Makin Serius

Aira Safeeya
1 Menit

Ubah bahasa:

|

Traktir Penulis

Techfin Insight — Di tengah tekanan global soal perubahan iklim, perusahaan energi tak lagi bisa hanya bicara pasokan. Mereka dituntut membuktikan satu hal: seberapa hijau operasionalnya.

Dan PLN baru saja menunjukkan jawabannya.

46 Penghargaan Sekaligus, Bukan Angka Kecil

PT PLN (Persero) Group berhasil meraih 46 penghargaan PROPER 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH.

Rinciannya:

- Advertisement -
Jasa Pembuatan Website Murah di BantenJasa Pembuatan Website Murah di Banten
  • 11 PROPER Emas
  • 35 PROPER Hijau

Ini bukan sekadar prestasi administratif. Ini indikator bahwa transformasi lingkungan di tubuh PLN mulai terlihat nyata.

Siapa Dapat Apa?

Dari total capaian tersebut:

  • PLN Holding: 1 PROPER Hijau
  • PLN Indonesia Power: 7 Emas, 22 Hijau
  • PLN Nusantara Power: 4 Emas, 12 Hijau

Distribusinya menunjukkan bahwa transformasi ini berjalan di seluruh lini, bukan hanya di pusat.

PROPER Itu Apa Sih?

Biar kebayang:

  • PROPER Emas → level tertinggi (bukan cuma patuh, tapi inovatif & berdampak sosial)
  • PROPER Hijau → beyond compliance (lebih dari sekadar memenuhi aturan)

Artinya, PLN tidak lagi sekadar “ikut aturan”, tapi mulai memimpin arah.

Dari Energi ke Ekosistem

Capaian ini datang dari berbagai langkah nyata:

  • Pengembangan energi baru terbarukan (EBT)
  • Penerapan ekonomi sirkular
  • Teknologi rendah emisi
  • Program pemberdayaan masyarakat

Jadi bukan hanya soal listrik bersih, tapi juga ekosistemnya.

Dirut PLN Ikut Dapat Pengakuan

Yang bikin makin kuat, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, juga meraih Green Leadership PROPER.

Artinya, transformasi ini bukan kebetulan—tapi didorong dari level kepemimpinan.

Peserta Naik, Kompetisi Makin Ketat

Tahun ini, PROPER diikuti oleh 5.476 perusahaan, naik 22% dari tahun sebelumnya.

Artinya:

  • Kompetisi makin ketat
  • Standar makin tinggi
  • Dan PLN tetap bisa jadi salah satu yang unggul

Emisi Turun, Angkanya Gak Main-main

Dalam 5 tahun terakhir, PLN mencatat:

  • 2021: 12,9 juta ton CO₂
  • 2025: 51,1 juta ton CO₂ (reduksi)

Lonjakan hampir 4 kali lipat ini menunjukkan akselerasi serius dalam dekarbonisasi.

Strategi di Baliknya

Beberapa langkah kunci:

  • Kapasitas EBT: ±9,4 GW
  • Co-firing biomassa di 52 PLTU
  • Teknologi clean coal di ±14 GW pembangkit
  • Produksi gas: 33,7 TWh

Pendekatannya jelas: transisi bertahap, tapi terukur.

Target Besar: Net Zero 2060

Semua ini mengarah ke satu tujuan:

Net Zero Emissions 2060 (atau lebih cepat)

Dan PROPER jadi semacam “rapor” tahunan apakah arah itu benar atau tidak.

Dari Listrik ke Dampak

Yang menarik, transformasi ini bukan hanya soal lingkungan.

Dampaknya juga ke:

  • Ekonomi lokal
  • Lapangan kerja
  • Inovasi teknologi

Jadi ini bukan sekadar hijau, tapi juga strategis.

Kredit Redaksi:
Penulis: Aira Safeeya
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image
Share tulisan ini, yuk!

Tentang Penulis

Aira Safeeya
Penulis:Aira Safeeya
Business & Finance Enthusiast
Follow:
Aku membahas bisnis dan keuangan dari sudut yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengatur uang dan membangun masa depan finansial itu penting, sesuai nilai yang kamu percaya.

Traktir Penulis

Setiap tulisan di Techfin Insight lahir dari waktu, riset, dan secangkir kopi. Kalau kamu merasa tulisan-tulisan kami bermanfaat, kamu bisa mentraktir penulis sebagai bentuk apresiasi agar kami terus menghadirkan konten yang jernih, independen, dan berkualitas.