Techfin Insight — Cara orang mencari informasi di internet terus berubah. Jika sebelumnya pengguna terbiasa mengetik kata kunci singkat lalu memilih salah satu hasil pencarian, kini mereka semakin sering menggunakan pertanyaan yang lebih panjang dan spesifik. Perkembangan fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan atau AI Search ikut mempercepat perubahan tersebut.
Google, misalnya, telah mengembangkan pengalaman pencarian dengan fitur seperti AI Overviews dan AI Mode. Di Indonesia, AI Overviews mulai tersedia sejak 2024, sedangkan AI Mode hadir dalam Bahasa Indonesia pada 2025. Pengguna dapat memperoleh rangkuman berbasis AI sekaligus tautan menuju berbagai sumber yang digunakan untuk membantu menjawab pertanyaan mereka. Perubahan ini membuat pemilik website bisnis perlu melihat SEO dengan perspektif yang sedikit berbeda. Fokusnya bukan sekadar mengejar posisi tertentu untuk satu kata kunci, tetapi memastikan website memiliki informasi yang jelas, relevan, mudah ditemukan, dan cukup kuat untuk menjadi sumber rujukan dalam berbagai bentuk pencarian.
Apa Itu AI Search dan Mengapa Penting bagi Website Bisnis?
AI Search merujuk pada pengalaman pencarian yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk memahami pertanyaan pengguna, menggabungkan informasi dari berbagai sumber, kemudian menyajikan jawaban yang lebih kontekstual. Pada pencarian tradisional, pengguna biasanya mendapatkan daftar halaman yang relevan dan kemudian membuka beberapa website untuk mencari jawabannya. Dalam pengalaman pencarian berbasis AI, sistem dapat terlebih dahulu menyusun rangkuman dan menyediakan sejumlah tautan pendukung untuk membantu pengguna melakukan eksplorasi lebih lanjut.
Google menjelaskan bahwa AI Overviews dan AI Mode dapat menggunakan teknik yang disebut query fan-out, yaitu melakukan beberapa pencarian terkait berdasarkan pertanyaan pengguna untuk menemukan informasi dari berbagai subtopik dan sumber. Artinya, sebuah website tidak selalu hanya dinilai berdasarkan kecocokannya terhadap satu kata kunci utama, tetapi juga berdasarkan relevansinya terhadap konteks pertanyaan yang lebih luas. Bagi bisnis, perubahan ini cukup penting karena website tidak lagi hanya berfungsi sebagai halaman profil perusahaan atau katalog layanan, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi yang menjawab berbagai pertanyaan calon pelanggan.
Apakah SEO Masih Penting di Era AI Search?
Google secara resmi menyatakan bahwa praktik terbaik SEO yang selama ini digunakan tetap relevan untuk fitur pencarian berbasis AI. Hal ini karena fitur AI di Google Search tetap menggunakan sistem peringkat dan kualitas pencarian sebagai bagian dari proses menemukan sumber informasi yang relevan. Dengan demikian, muncul di AI Search bukan berarti pemilik website harus membuat strategi SEO yang sepenuhnya berbeda.
Hal yang lebih penting adalah memperkuat fondasi website. Google tetap menyarankan agar halaman dapat di-crawl, diindeks, memiliki konten yang bermanfaat, mudah dipahami, serta memberikan pengalaman yang baik bagi pengguna. Dengan kata lain, AI Search bukan pengganti SEO. Perkembangan AI justru membuat kualitas fondasi SEO semakin penting.
- Pastikan Struktur Website Mudah Dipahami
Website bisnis perlu memiliki struktur informasi yang jelas, baik bagi pengguna maupun mesin pencari. Setiap halaman sebaiknya memiliki tujuan yang spesifik. Halaman layanan menjelaskan layanan, halaman produk menjelaskan produk, sedangkan artikel memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai topik tertentu.
Struktur URL juga perlu diperhatikan karena URL yang jelas dapat membantu menunjukkan konteks sebuah halaman. Pembahasan mengenai hal ini dapat dilihat dalam panduan struktur URL website yang SEO friendly untuk bisnis dan perusahaan. Selain URL, hubungan antarhalaman melalui internal link juga penting. Google menyebutkan bahwa membuat konten mudah ditemukan melalui internal link merupakan salah satu praktik SEO yang tetap relevan untuk pengalaman pencarian berbasis AI.
- Buat Konten yang Menjawab Pertanyaan Pengguna
Perubahan terbesar yang perlu diperhatikan bukan sekadar penggunaan teknologi AI, tetapi cara pengguna mengajukan pertanyaan. Pengguna dapat mencari sesuatu dengan pertanyaan seperti “Bagaimana cara memilih software untuk mengelola gudang?” atau “Apa saja yang perlu disiapkan perusahaan sebelum membuat website baru?” Pertanyaan semacam ini memiliki konteks yang lebih luas dibandingkan kata kunci pendek seperti “software gudang” atau “jasa website”.
Karena itu, konten bisnis sebaiknya tidak hanya mengejar satu keyword. Artikel perlu menjelaskan topik secara menyeluruh, menjawab pertanyaan yang mungkin muncul setelah pertanyaan utama, dan memberikan informasi yang benar-benar berguna. Google juga menekankan pentingnya konten yang unik dan bernilai bagi pengguna dalam menghadapi perkembangan AI Search.
- Jangan Hanya Mengandalkan Konten Generik
Salah satu tantangan di era AI adalah semakin mudahnya menghasilkan konten dalam jumlah besar. Namun, banyaknya artikel tidak otomatis membuat sebuah website memiliki nilai lebih. Konten yang hanya mengulang informasi umum dari berbagai sumber akan semakin sulit memberikan alasan bagi pengguna untuk mengunjungi website tersebut.
Website bisnis perlu memiliki informasi yang lebih spesifik, misalnya perusahaan dapat membahas pengalaman implementasi, proses kerja, karakteristik industri yang dilayani, pertimbangan teknis, kesalahan yang sering terjadi, atau penjelasan mendalam mengenai suatu masalah bisnis. Informasi semacam itu memberikan konteks yang lebih kaya dibandingkan artikel yang hanya berisi definisi umum.
Google sendiri menyarankan pemilik website untuk membuat konten yang unik, bernilai, dan bukan sekadar komoditas informasi yang mudah ditemukan di banyak tempat.
- Perkuat Kredibilitas dan Kejelasan Informasi
Ketika pengguna menemukan informasi melalui mesin pencari berbasis AI, mereka tetap membutuhkan sumber yang dapat diperiksa. Karena itu, website bisnis perlu menjelaskan siapa yang berada di balik informasi tersebut, apa konteksnya, serta dari mana informasi penting berasal.
Untuk artikel yang menggunakan data, statistik, regulasi, atau informasi teknis, sumber rujukan sebaiknya dicantumkan secara jelas. Hal ini juga membuat artikel lebih mudah diperiksa oleh pembaca ketika mereka ingin memahami suatu topik lebih jauh. Website perusahaan juga sebaiknya memiliki informasi dasar seperti profil perusahaan, layanan, kontak, alamat jika relevan, dan informasi lain yang membantu pengguna memahami identitas bisnis tersebut.
- Pastikan Informasi Penting Berbentuk Teks
AI Search harus dapat menemukan dan memahami informasi yang tersedia pada halaman. Karena itu, informasi penting sebaiknya tidak hanya disimpan dalam gambar, banner, atau elemen visual yang sulit dipahami tanpa konteks tambahan. Google menyebutkan bahwa konten penting perlu tersedia dalam bentuk teks agar dapat ditemukan dan dipahami oleh sistem pencarian.
Bukan berarti website harus meninggalkan elemen visual. Gambar, video, infografis, dan elemen visual lainnya tetap dapat membantu pengguna. Yang perlu diperhatikan adalah informasi utama tetap dapat dipahami dalam struktur halaman dan tidak hanya bergantung pada gambar.
- Gunakan Data Terstruktur Secara Tepat
Data terstruktur dapat membantu mesin pencari memahami jenis dan konteks informasi yang tersedia pada sebuah halaman. Namun, data terstruktur bukanlah jalan pintas untuk membuat website muncul dalam AI Search.
Google menjelaskan bahwa tidak ada schema khusus yang harus ditambahkan agar sebuah website dapat muncul di AI Overviews atau AI Mode. Data terstruktur tetap dapat digunakan jika memang sesuai dengan konten yang terlihat pada halaman. Artinya, penerapannya sebaiknya tetap mengikuti fungsi sebenarnya. Jangan menambahkan markup hanya karena menganggapnya sebagai cara khusus untuk “mengoptimalkan AI”.
- Perhatikan Kecepatan dan Pengalaman Pengguna
Perubahan teknologi pencarian tidak menghilangkan kebutuhan terhadap website yang nyaman digunakan. Pengunjung yang datang dari hasil pencarian tetap harus dapat membaca konten dengan nyaman, menemukan informasi yang dibutuhkan, dan berpindah ke halaman lain tanpa mengalami hambatan.
Google memasukkan pengalaman halaman sebagai salah satu hal yang tetap perlu diperhatikan dalam menghadapi pengalaman pencarian AI. Website harus dapat ditampilkan dengan baik pada berbagai perangkat dan memungkinkan pengguna menemukan informasi utama dengan mudah. Karena sebagian besar pencarian dilakukan melalui perangkat mobile, tampilan responsif juga menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut.
- Bangun Topik, Bukan Hanya Daftar Keyword
Strategi SEO untuk website bisnis juga dapat diarahkan pada pembangunan kelompok topik. Misalnya, perusahaan yang menyediakan solusi digital dapat membahas berbagai aspek website bisnis, mulai dari fungsi website, keamanan, SEO, struktur URL, pengalaman pengguna, hingga proses pengembangan website. Artikel-artikel tersebut kemudian dapat saling terhubung melalui internal link.
Pendekatan seperti ini membantu membentuk struktur informasi yang lebih jelas. Pengguna dapat berpindah dari satu pembahasan ke pembahasan lain tanpa harus kembali melakukan pencarian dari awal. Pada saat yang sama, mesin pencari juga mendapatkan lebih banyak konteks mengenai hubungan antarhalaman dalam sebuah website.
- Jangan Mengabaikan SEO Teknis
AI Search tetap membutuhkan sumber yang dapat ditemukan dan diakses. Google menjelaskan bahwa halaman yang ingin ditampilkan sebagai link pendukung dalam AI Overviews atau AI Mode harus terlebih dahulu diindeks dan memenuhi syarat untuk muncul dalam Google Search dengan snippet. Tidak ada persyaratan teknis tambahan khusus untuk AI Search.
Karena itu, hal-hal dasar seperti robots.txt, status HTTP, sitemap, internal linking, canonical, indexing, dan kualitas halaman tetap perlu diperiksa. Website yang memiliki konten bagus tetapi mengalami masalah crawl atau indexing tetap akan menghadapi masalah dalam memperoleh visibilitas di mesin pencari.
- Manfaatkan Data Search Console untuk Evaluasi
Perubahan menuju AI Search juga membuat pemantauan performa menjadi semakin penting. Google pada 2026 memperkenalkan laporan performa AI Generatif di Search Console untuk memberikan gambaran mengenai visibilitas website dalam fitur generatif di Search, termasuk AI Overviews dan AI Mode. Per 31 Agustus 2026, Google menyatakan bahwa insight tersebut telah diluncurkan ke seluruh website di dunia.
Bagi pemilik website bisnis, data tersebut dapat digunakan untuk melihat bagaimana visibilitas dari pencarian berbasis AI berkembang dan dibandingkan dengan performa pencarian secara keseluruhan. Evaluasi tidak harus dilakukan hanya berdasarkan posisi keyword. Impression, klik, halaman yang mendapatkan visibilitas, serta pola pertanyaan yang membawa pengguna ke website juga dapat menjadi bahan evaluasi.
Jadi, Apa yang Perlu Dipersiapkan Website Bisnis?
Menghadapi AI Search tidak berarti website bisnis harus membuat sistem SEO yang sepenuhnya baru. Fondasi yang perlu dipersiapkan justru cukup jelas, mulai dari struktur website yang rapi dan mudah dipahami, URL serta internal link yang terorganisir, hingga konten yang menjawab kebutuhan pengguna secara mendalam. Informasi yang unik dan memiliki nilai tambah, sumber atau referensi yang jelas untuk informasi tertentu, serta konten penting yang tersedia dalam bentuk teks juga perlu diperhatikan.
Selain itu, website perlu menggunakan data terstruktur yang sesuai dengan konten halaman, memiliki performa yang baik, responsif, dan mudah digunakan. Infrastruktur teknis juga harus memungkinkan halaman di-crawl dan diindeks, sementara pemantauan performa dapat dilakukan melalui Search Console dan data analitik.
Yang berubah adalah cara pengguna menemukan dan mengonsumsi informasi. Mereka dapat mengajukan pertanyaan yang semakin panjang, meminta perbandingan, melakukan eksplorasi lanjutan, atau menggunakan berbagai format pencarian. Karena itu, website bisnis perlu diperlakukan sebagai sumber informasi yang lengkap, bukan hanya sebagai halaman profil perusahaan.
Pada akhirnya, perkembangan AI Search tidak menghapus prinsip dasar SEO. Justru, website yang memiliki struktur baik, konten yang bermanfaat, informasi yang jelas, dan pengalaman pengguna yang baik tetap memiliki fondasi untuk ditemukan dalam ekosistem pencarian yang terus berkembang. Google sendiri menegaskan bahwa praktik SEO fundamental tetap menjadi dasar bagi visibilitas di pengalaman pencarian berbasis AI.
Penulis: Runggu Manalu
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.





