Techfin Insight — Ada alasan mengapa Alice in Wonderland tetap menjadi cerita yang menarik meskipun telah melewati lebih dari satu abad sejak pertama kali diterbitkan.
Sekilas, kisah karya Lewis Carroll ini terlihat seperti petualangan seorang gadis kecil yang jatuh ke dalam lubang dan masuk ke dunia aneh bernama Wonderland. Di sana, Alice bertemu kelinci yang terburu-buru, kucing yang bisa menghilang, ulat yang penuh teka-teki, hingga ratu yang mudah marah. Semuanya terasa seperti mimpi yang tidak masuk akal.
Namun, jika diperhatikan lebih dalam, Wonderland bukan hanya tempat penuh keanehan. Dunia tersebut menyimpan banyak pelajaran tentang kehidupan, terutama tentang identitas, keberanian, perubahan, dan bagaimana manusia menghadapi dunia yang tidak selalu masuk akal.
Alice in Wonderland dan Pelajaran tentang Perubahan
Pelajaran pertama yang dapat dipetik adalah tentang menerima perubahan. Sejak awal perjalanannya, Alice terus mengalami perubahan ukuran tubuh. Ia menjadi terlalu kecil, kemudian terlalu besar, lalu kembali berubah lagi.
Perubahan tersebut memang digambarkan secara fantastis, tetapi sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan manusia. Kita juga terus berubah, baik secara fisik, pemikiran, maupun cara memandang kehidupan. Masa kanak-kanak berubah menjadi remaja, kemudian dewasa. Teman dapat berubah, lingkungan dapat berubah, bahkan cita-cita yang dulu terasa penting bisa saja tidak lagi sesuai dengan diri kita.

Masalahnya, manusia sering merasa tidak nyaman dengan perubahan. Kita ingin semuanya tetap familiar karena sesuatu yang sudah dikenal terasa lebih aman. Alice menunjukkan bahwa perubahan memang dapat membingungkan, tetapi bukan berarti harus selalu ditakuti. Ia tidak pernah benar-benar mengetahui apa yang akan terjadi setelah satu kejadian selesai. Meskipun begitu, ia terus berjalan dan mencoba memahami Wonderland.
Mencari Identitas di Tengah Perubahan
Hal kedua yang menarik adalah pencarian identitas. Alice beberapa kali mempertanyakan dirinya sendiri karena lingkungan di Wonderland begitu berbeda dari dunia yang ia kenal. Ia bahkan mengalami kebingungan mengenai siapa dirinya setelah mengalami berbagai perubahan. Pertanyaan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari proses pertumbuhan manusia.
Dalam kehidupan nyata, seseorang juga dapat bertanya, “Sebenarnya aku ini siapa?” terutama ketika berada pada masa transisi. Kita mungkin mulai mempertanyakan keinginan sendiri, memilih jalan hidup, atau bahkan merasa berbeda dari orang-orang di sekitar.
Media sosial juga membuat pencarian identitas menjadi semakin rumit. Banyak orang melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna dan kemudian merasa dirinya tidak cukup baik. Padahal, menjadi diri sendiri tidak berarti harus selalu memiliki jawaban tentang segala sesuatu.
Wonderland mengajarkan bahwa tidak apa-apa jika kita masih mencari tahu siapa diri kita. Identitas bukan sesuatu yang selalu langsung ditemukan. Terkadang, kita mengenal diri sendiri justru melalui pengalaman, kesalahan, dan perubahan.
Berani Menghadapi Dunia yang Tidak Masuk Akal
Pelajaran berikutnya adalah keberanian untuk menghadapi sesuatu yang tidak masuk akal. Wonderland memiliki aturan yang berbeda dari dunia Alice. Logika sering kali tidak berlaku. Percakapan dapat berubah menjadi teka-teki, waktu berjalan dengan cara yang aneh, dan karakter-karakternya memiliki perilaku yang tidak mudah dipahami. Alice tentu saja merasa bingung, tetapi ia tidak memilih untuk langsung menyerah.
Kehidupan juga sering terasa seperti Wonderland. Ada situasi yang tidak dapat kita kendalikan, keputusan orang lain yang sulit dimengerti, atau kejadian yang tidak sesuai dengan rencana. Kita mungkin ingin mendapatkan penjelasan untuk semuanya, tetapi kenyataannya tidak semua hal memiliki jawaban yang memuaskan.
Dalam kondisi seperti itu, kemampuan untuk tetap tenang dan beradaptasi menjadi lebih penting daripada memiliki kendali penuh.
Alice in Wonderland dan Pentingnya Berpikir Kritis
Selain keberanian, Alice juga menunjukkan pentingnya berpikir kritis. Wonderland dipenuhi karakter yang mengatakan hal-hal aneh dan terkadang bertentangan satu sama lain. Alice tidak selalu menerima perkataan mereka begitu saja. Ia mempertanyakan, berdebat, dan mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Sikap tersebut sangat relevan di zaman sekarang. Kita hidup di tengah banyak informasi. Berita, opini, iklan, komentar, dan berbagai klaim dapat muncul di depan mata setiap saat. Tidak semuanya benar.
Karena itu, kemampuan untuk bertanya dan memeriksa informasi menjadi sangat penting. Menjadi kritis bukan berarti selalu membantah orang lain, tetapi mampu membedakan antara sesuatu yang masuk akal, sesuatu yang perlu dipertanyakan, dan sesuatu yang memang tidak memiliki dasar.
Belajar Mengatakan “Tidak”
Hal lain yang tidak kalah penting adalah keberanian untuk mengatakan “tidak”. Alice tidak selalu mengikuti keinginan karakter lain di Wonderland. Ketika sesuatu terasa salah atau tidak masuk akal, ia berani menyampaikan pendapatnya. Sikap ini sederhana, tetapi sering kali sulit dilakukan dalam kehidupan nyata.
Banyak orang takut mengecewakan orang lain. Mereka akhirnya mengatakan “iya” meskipun sebenarnya tidak ingin, hanya karena takut dianggap buruk atau berbeda.
Padahal, memiliki batasan bukan berarti menjadi egois. Kita berhak menentukan apa yang nyaman bagi diri sendiri dan berhak menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai atau kebutuhan kita.
Tidak Semua Orang Bisa Kita Kendalikan
Pertemuan Alice dengan berbagai karakter juga menunjukkan bahwa tidak semua orang yang kita temui akan bersikap seperti yang kita harapkan. Ada karakter yang membantu, ada yang membingungkan, dan ada pula yang membuat keadaan menjadi lebih sulit.
Ini mengingatkan bahwa kita tidak dapat mengendalikan perilaku semua orang. Yang dapat kita kendalikan adalah bagaimana kita meresponsnya.
Belajar Mengenal Diri dari Wonderland
Pada akhirnya, Alice in Wonderland dapat dibaca sebagai cerita tentang proses mengenal diri sendiri di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Wonderland mungkin terlihat absurd, tetapi justru melalui keabsurdan tersebut kita dapat melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.
Alice tidak keluar dari Wonderland sebagai seseorang yang memiliki semua jawaban. Ia keluar setelah mengalami berbagai kejadian yang membuatnya belajar menghadapi kebingungan, perubahan, dan ketakutan.
Mungkin itulah pesan yang paling menarik dari kisah ini: kita tidak harus memahami seluruh perjalanan hidup sebelum berani melangkah.
Penulis: Aisyah Rahmawati
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




