• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Personal Finance
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • ShopNew
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Uang Itu Seperti Air: Ke Mana Kita Mengalirkannya?
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Uang seperti air yang dialirkan ke kebun kehidupan

Uang Itu Seperti Air: Ke Mana Kita Mengalirkannya?

14 Sep 2026
Pengelolaan Gudang Masih Manual

Ketika Pengelolaan Gudang Masih Manual: Mengapa Stok Sulit Dikendalikan?

14 Sep 2026
Ilustrasi perempuan bercermin tentang menjadi dewasa tanpa kehilangan diri sendiri

Menjadi Dewasa Tanpa Kehilangan Diri Sendiri

14 Sep 2026

HUAWEI MatePad Air 2026 Hadir, Bawa Produktivitas PC-Like Berbasis AI

14 Sep 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Keuangan

Uang Itu Seperti Air: Ke Mana Kita Mengalirkannya?

Jika hidup adalah sebuah kebun, uang barangkali lebih tepat dibayangkan sebagai air. Ada padi untuk kebutuhan hari ini, durian untuk masa depan, dan bunga untuk membuat perjalanan terasa layak dijalani.

Penulis: Setiawan Chogah - Finance & Insight Writer
Publikasi: Senin, 14 September 2026 - 11.21 WIB
Share
5 Menit
Uang seperti air yang dialirkan ke kebun kehidupan
Uang mungkin datang sebagai angka, tetapi kehidupan tumbuh dari ke mana angka itu kita alirkan.
Navigasi Konten
  • Saya Menyukai Kata “Kebun”
  • Tiga Tanaman di Kebun Kehidupan Kita
  • Ketika Air Hanya Mengalir ke Satu Tanaman
  • Tidak Harus 50:30:20
  • Uang Bukan Sekadar Angka

Techfin Insight — Akhir pekan kemarin, hidup menghadirkan sebuah hadiah kecil yang tidak saya duga. Seorang teman SD yang sudah menghilang selama 21 tahun tiba-tiba mengirim pesan WhatsApp.

“Share loc. Saya di Cilegon sekarang, ingin sekali duduk di bawah pohon yang setahunan ini saya perhatikan diam-diam di unggahan Instagram-mu.”

Saya tersenyum membaca pesan itu. Ada sesuatu yang lucu sekaligus mengharukan dari cara hidup mempertemukan kembali orang-orang yang pernah begitu dekat, kemudian tiba-tiba menjadi asing karena waktu membawa kami ke arah masing-masing.

Dulu, hampir setiap hari kami bertemu. Kami bersekolah di tempat yang sama, bersaing dalam pelajaran, terutama ketika membahas sejarah, lalu pulang bersama dengan naik bus. Sesekali kami bahkan melompat dari atas bus untuk menghindari cingkariak—kenek bus—agar tidak perlu membayar ongkos. Masa itu terasa begitu dekat ketika dikenang, padahal ternyata sudah 21 tahun berlalu.

- Advertisement -
Jasa Pembuatan Website Murah di BantenJasa Pembuatan Website Murah di Banten

Hari itu dia datang ke rumah dengan setelan seorang manajer pabrik. Kami duduk di bawah Ficus virens yang selama ini hanya ia kenal melalui foto-foto yang saya unggah. Kami mengurai cerita yang selama 21 tahun tidak pernah sempat diceritakan: saya dengan hidup yang saya jalani, dia dengan hidup yang telah membawanya sejauh ini. Ada banyak bagian hidup yang ternyata tumbuh diam-diam ketika kami tidak saling tahu.

Di tengah percakapan, ia bertanya tentang sesuatu yang justru membuat saya berhenti sejenak. Bagaimana sebenarnya hidup yang saya jalani sekarang? Bagaimana proses saya menanam dan merawat ketenangan yang katanya ia saksikan diam-diam melalui media sosial?

Saya tidak langsung punya jawaban yang sederhana. Sebab ketenangan yang terlihat dari luar sering kali merupakan hasil dari sesuatu yang tidak terlihat: keputusan-keputusan kecil yang diulang, cara seseorang memperlakukan dirinya sendiri, bagaimana ia memandang kehilangan, bagaimana ia mengelola uang, bagaimana ia memilih apa yang perlu dikejar dan apa yang cukup dilepaskan.

Jangan Lewatkan:

Seseorang berjalan menyusuri jalan setapak di tengah kebun menuju cahaya sore dan sebuah gerbang di kejauhan.
Arrival Fallacy: Mengapa Kita Selalu Menunggu Bahagia di Tujuan Berikutnya
26 Agu 2026
Lega Finansial
Mengapa Rasa Lega Sering Hanya Bertahan Sebentar?
19 Agu 2026
Uang Tumbuh di Tanah yang Tenang, Bukan di Rekening yang Penuh
8 Agu 2026
Lega Finansial
Apa Itu Lega Finansial? Mengapa Tujuan Mengelola Uang Bukan Sekadar Menjadi Kaya
8 Agu 2026

Saya kemudian bercerita kepadanya tentang kebun.

Saya Menyukai Kata “Kebun”

Entah sejak kapan saya mulai menyukai kata ini: kebun.

Mungkin karena kebun terasa lebih hidup daripada sekadar halaman. Di dalam kebun ada sesuatu yang ditanam, dirawat, menunggu, tumbuh, gagal, kemudian tumbuh lagi. Ada tanaman yang cepat dipanen dan ada yang baru akan memberi hasil bertahun-tahun kemudian. Ada bagian yang setiap hari terlihat, tetapi ada pula akar yang bekerja diam-diam di bawah tanah.

Saya juga menyukai kenyataan bahwa sebuah kebun tidak pernah hanya berisi satu jenis tanaman. Ada tanaman yang ditanam untuk memenuhi kebutuhan hari ini, ada yang sengaja ditanam untuk masa depan, dan ada pula yang mungkin tidak menghasilkan apa-apa secara ekonomis tetapi membuat seseorang betah tinggal di dalamnya.

Menariknya, kata jannah yang dalam banyak konteks kita kenal sebagai gambaran tentang surga, juga berkaitan dengan gambaran taman atau kebun yang rimbun. Saya tidak ingin membawa pembahasan ini terlalu jauh ke wilayah tafsir. Saya hanya menyukai kemungkinan maknanya: ketika manusia membayangkan kehidupan yang baik, teduh, dan penuh kecukupan, gambaran tentang sesuatu yang hijau, hidup, dan dialiri air ternyata begitu kuat.

Maka saya membayangkan hidup kita sebagai sebuah kebun.

Dan kalau hidup adalah kebun, uang barangkali lebih tepat kita bayangkan sebagai air.

Uang datang, mengalir, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, lalu perlahan menguap. Kita memang bisa menghitungnya sebagai angka di rekening, tetapi angka itu sendiri tidak pernah menjelaskan ke mana uang tersebut membawa kehidupan kita. Ia baru memiliki makna ketika dialirkan ke sesuatu.

Di sinilah saya mulai melihat hubungan antara uang dan kebun dengan cara yang berbeda. Sebuah kebun membutuhkan air agar sesuatu dapat tumbuh. Tetapi persoalannya bukan sekadar apakah air tersedia. Yang lebih penting adalah ke mana air itu dialirkan, berapa banyak yang diberikan, dan tanaman apa yang ingin kita tumbuhkan.

Tiga Tanaman di Kebun Kehidupan Kita

Kalau saya membayangkan kebun kehidupan yang sehat, setidaknya ada tiga jenis tanaman yang idealnya tumbuh di dalamnya: padi, durian, dan bunga.

Padi adalah tanaman untuk kehidupan hari ini. Ia mewakili kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang: makanan, tempat tinggal, listrik, transportasi, pendidikan, kebutuhan keluarga, dan berbagai hal yang membuat kita bisa menjalani kehidupan dengan layak. Padi mungkin tidak selalu tampak menarik, tetapi tanpa padi, kebun kita tidak akan memberi makan kehidupan yang sedang berlangsung.

Durian adalah tanaman masa depan. Ia membutuhkan ruang, waktu, kesabaran, dan perawatan yang konsisten. Kita tidak bisa menanam durian hari ini lalu dua bulan kemudian berdiri di bawah pohonnya sambil bertanya mengapa buahnya belum muncul. Ada proses yang memang tidak bisa dipercepat hanya karena kita sedang membutuhkan hasilnya. Begitu pula dengan tabungan, dana darurat, investasi, atau berbagai bentuk persiapan masa depan. Sebagian hal dalam hidup memang harus ditanam jauh sebelum kita membutuhkannya.

Lalu ada bunga.

Jangan Lewatkan:

Ilustrasi seseorang menabung sebagai cara membangun ketenangan dan dana darurat di masa depan.
Menabung: Sebuah Seni Menunda Kepanikan
27 Jul 2026
Ilustrasi suasana tenang yang terinspirasi dari film Perfect Days sebagai refleksi tentang financial freedom, dana pensiun, dan Lega Finansial.
Ketika Financial Freedom Tidak Lagi tentang Pensiun
23 Jun 2026
Instruktur Setiawan Chogah memberikan materi literasi finansial Merawat Kebun Rezeki kepada peserta pelatihan Barber, Menjahit, dan Bright Migrant Worker di ruang kelas Institut Kemandirian, Karawaci, Tangerang, dengan presentasi ilustrasi kebun rezeki ditampilkan di layar.
Ketika Keterampilan dan Literasi Finansial Bertemu
10 Jun 2026
Di Balik Selimut Mantra: Membedah Anatomi Doa Lewat Kacamata Neurosains
19 Mei 2026

Bunga mungkin tidak mengenyangkan perut seperti padi dan tidak menjanjikan hasil sebesar durian. Tetapi kebun tanpa bunga terasa terlalu serius. Bunga membuat kebun menjadi indah, berwarna, dan memiliki aroma. Ia adalah perjalanan, makan enak sesekali, bertemu teman, membeli sesuatu yang kita sukai, menikmati liburan, atau sekadar memberikan ruang bagi diri sendiri untuk merasakan bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan dan mempersiapkan hari esok.

Padi untuk hidup hari ini. Durian untuk masa depan. Bunga untuk membuat perjalanan terasa layak dijalani.

Ketika Air Hanya Mengalir ke Satu Tanaman

Masalahnya, manusia sering kali mengalirkan seluruh airnya hanya kepada satu jenis tanaman.

Saya bertemu orang-orang yang seluruh uangnya dialirkan kepada padi. Semua untuk kebutuhan hari ini. Mereka mampu bertahan, tetapi tidak pernah benar-benar memiliki ruang untuk menanam durian atau membiarkan bunga tumbuh. Ketika membayangkan masa depan, yang muncul justru kecemasan. Ketika ingin bepergian atau menikmati sesuatu, mereka merasa bersalah. Hidup berjalan, tetapi kebunnya seperti lahan yang hanya ditanami untuk bertahan hidup.

Saya juga bertemu orang yang terlalu sibuk menanam durian. Semua diarahkan kepada masa depan. Menabung sebanyak-banyaknya, mengejar target, menambah aset, mengejar angka tertentu, sampai lupa bahwa padi juga membutuhkan air. Mereka begitu takut dengan hari esok sehingga hari ini dikorbankan hampir seluruhnya. Ironisnya, masa depan yang ingin mereka amankan itu belum tentu pernah mereka nikmati.

Ada pula yang airnya hampir seluruhnya diberikan kepada bunga. Perjalanan ke sana, makan di sini, membeli ini, menikmati itu. Kebunnya memang terlihat indah, tetapi ketika musim kering datang, tidak ada cadangan air. Bahkan padi pun kadang belum cukup untuk dipanen.

Dan menurut saya, yang paling menyedihkan adalah mereka yang tidak menanam apa-apa.

Air datang, tetapi tidak pernah diarahkan. Uang masuk lalu habis entah ke mana. Tahun berganti, tetapi tidak ada tanaman yang bertambah besar. Ketika suatu hari mereka membutuhkan hasil, mereka baru menyadari bahwa selama ini tanahnya tidak sedang dirawat.

Kalau kita tidak memilih apa yang ingin tumbuh, sesuatu yang lain akan tumbuh dengan sendirinya.

Yang tumbuh kemudian bukan padi, bukan durian, bukan pula bunga. Rumput liar dan semak berduri tumbuh dengan sendirinya.

Tidak Harus 50:30:20

Di kelas Merawat Kebun Rezeki, saya sering menggunakan prinsip sederhana 50:30:20 sebagai salah satu cara membayangkan pembagian air: sekitar 50 persen untuk kebutuhan hidup, 30 persen untuk kesenangan, dan 20 persen untuk cadangan atau masa depan.

Tetapi semakin lama saya menggunakannya, semakin saya merasa bahwa angka itu bukanlah hukum yang harus dipatuhi semua orang.

Kalau kondisi seseorang belum memungkinkan, mungkin kebunnya baru sanggup 80:10:10. Bahkan mungkin 90:5:5. Tidak apa-apa. Sebab kebun yang sehat bukan kebun yang sejak awal memiliki komposisi sempurna. Kebun yang sehat adalah kebun yang dirawat secara konsisten.

Yang penting bukan formulanya, melainkan kebiasaan kita merawat kebun.

Sebab ketika penghasilan bertambah, air yang mengalir ke kebun juga biasanya bertambah. Tetapi kalau kita tidak pernah belajar mengarahkannya, kebun yang lebih besar pun belum tentu menjadi lebih sehat.

Uang Bukan Sekadar Angka

Mungkin itu sebabnya saya semakin tertarik memikirkan uang bukan sebagai angka, melainkan sebagai air.

Pertanyaannya bukan hanya, “Berapa banyak uang yang saya punya?”

Tetapi juga, “Tanaman apa yang sedang saya sirami?”

Karena dari sana kita bisa melihat sesuatu yang sering luput: cara kita menggunakan uang sebenarnya sedang menunjukkan kehidupan seperti apa yang sedang kita bangun.

Di bawah Ficus virens sore itu, saya akhirnya memahami bahwa pertanyaan teman lama saya tentang ketenangan ternyata membawa saya kembali kepada gagasan yang selama ini sedang saya rawat: bahwa hidup bukan hanya tentang berapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, melainkan tentang apa yang tumbuh dari apa yang kita miliki.

Padi untuk hidup hari ini. Durian untuk masa depan. Bunga untuk membuat perjalanan terasa layak dijalani.

Dan mungkin, pada akhirnya, itulah yang ingin saya pelajari dari uang: bukan bagaimana membuat air sebanyak-banyaknya, melainkan bagaimana merawat kebun yang ingin saya tinggali.

Sebab tujuan sebuah kebun bukan sekadar menghasilkan buah sebanyak-banyaknya. Tujuannya adalah menghadirkan kehidupan.

Dan mungkin, tujuan uang juga bukan sekadar membuat angka di rekening terus bertambah.

Melainkan membuat hidup menjadi cukup subur untuk dijalani.


Kredit Redaksi:
Penulis: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image
TOPIK:Merawat Kebun RezekiPersonal FinanceRuang Dalam

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Penulis:Setiawan Chogah
Finance & Insight Writer
Follow:
Menulis bagiku adalah perjalanan di lorong sunyi antara diri dan dunia. Tentang keuangan, tentang hidup yang bergegas, tentang jiwa yang terkadang ingin berhenti sejenak. Lewat tulisan, aku berharap kau menemukan jeda, ruang bernapas, dan makna yang kerap luput dari genggaman.
Tulisan Sebelumnya 👈 Pengelolaan Gudang Masih Manual Ketika Pengelolaan Gudang Masih Manual: Mengapa Stok Sulit Dikendalikan?
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Pengelolaan Gudang Masih Manual
Bisnis

Ketika Pengelolaan Gudang Masih Manual: Mengapa Stok Sulit Dikendalikan?

14 Sep 2026
Ilustrasi perempuan bercermin tentang menjadi dewasa tanpa kehilangan diri sendiri
Gaya Hidup

Menjadi Dewasa Tanpa Kehilangan Diri Sendiri

14 Sep 2026
Teknologi

HUAWEI MatePad Air 2026 Hadir, Bawa Produktivitas PC-Like Berbasis AI

14 Sep 2026
Bisnis

MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan Pengamanan Listrik Berlapis

13 Sep 2026
Teknologi

SPKLU Signature Andara Hadir, Isi Daya EV Makin Cepat dan Nyaman

11 Sep 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Utilitas

Revitalisasi GI Pasar Kemis, PLN Jaga Listrik Tetap Menyala

Aira Safeeya
10 Sep 2026
Kultur

Desa Anyar Tangguh Siaga Bencana, Warga Pesisir Dilatih Hadapi Darurat

Arden Gustav
10 Sep 2026
Teknologi

AntreEV di PLN Mobile Bikin Isi Daya di SPKLU Lebih Praktis

Liora N. Shasmitha
10 Sep 2026
Bisnis

Masih Pakai Proses Manual? Ini Risiko yang Sering Tidak Disadari Perusahaan

Runggu Manalu
9 Sep 2026
Keuangan

Kode Referral ShopeePay JL3D5DYVW, Bonus Rp5.000 untuk Pengguna Baru

Elena
9 Sep 2026
Gaya Hidup

Srikandi Goes to School & Campus Jangkau 1.422 Pelajar

Ammar Fahri
7 Sep 2026
Bisnis

HPN 2026, Manajemen PLN UID Banten Turun Langsung Layani Pelanggan

Aira Safeeya
4 Sep 2026
Insight

Refleksi Digital: Navigasi Atensi, Self-View, dan Resiliensi Kognitif di Kelas Virtual

T.H. Hari Sucahyo
3 Sep 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.
Uang seperti air yang dialirkan ke kebun kehidupan

Uang Itu Seperti Air: Ke Mana Kita Mengalirkannya?

Keuangan
Ilustrasi perempuan bercermin tentang menjadi dewasa tanpa kehilangan diri sendiri

Menjadi Dewasa Tanpa Kehilangan Diri Sendiri

Gaya Hidup Insight

HUAWEI MatePad Air 2026 Hadir, Bawa Produktivitas PC-Like Berbasis AI

Teknologi

SPKLU Signature Andara Hadir, Isi Daya EV Makin Cepat dan Nyaman

Teknologi

Revitalisasi GI Pasar Kemis, PLN Jaga Listrik Tetap Menyala

Utilitas

Desa Anyar Tangguh Siaga Bencana, Warga Pesisir Dilatih Hadapi Darurat

Kultur

AntreEV di PLN Mobile Bikin Isi Daya di SPKLU Lebih Praktis

Teknologi

Kode Referral ShopeePay JL3D5DYVW, Bonus Rp5.000 untuk Pengguna Baru

Keuangan
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com