Techfin Insight — Program Bridge Banten PLN UID Banten menghadirkan dukungan fasilitas pendidikan bagi siswa SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, melalui penyediaan saung taman baca, perlengkapan olahraga, dan perangkat teknologi pembelajaran. Program tanggung jawab sosial perusahaan ini diharapkan memperluas kesempatan anak-anak di wilayah kepulauan untuk belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan kemampuan diri.
Melalui program Bridge Banten, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Harfa menyerahkan bantuan fasilitas pendidikan pada Kamis (15/10). Dukungan tersebut dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan sekolah, mulai dari penguatan literasi hingga aktivitas olahraga dan pembelajaran berbasis teknologi.
Program Bridge Banten PLN UID Banten Hadirkan Ruang Belajar Baru
Pulau Panjang, Kabupaten Serang, memiliki tantangan geografis tersendiri dalam mengakses berbagai fasilitas di daratan. Masyarakat mengandalkan transportasi laut melalui Dermaga Grenyang untuk bepergian ke wilayah daratan. Dalam kondisi tersebut, sekolah menjadi salah satu ruang penting bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan potensi diri.
Salah satu fasilitas yang dihadirkan melalui program Bridge Banten adalah tiga saung taman baca. Ruang ini diharapkan menjadi alternatif tempat bagi siswa untuk menikmati buku di luar kelas, mengenal cerita baru, dan membangun kebiasaan membaca.
Bagi sekolah di wilayah kepulauan, keberadaan ruang literasi bukan sekadar penambahan fasilitas fisik. Saung baca juga membuka kesempatan bagi siswa untuk menikmati pengalaman belajar yang lebih beragam dan menyenangkan.
Fatimah, Kepala SD Negeri Pulo Panjang 2, menyambut positif bantuan tersebut. Menurutnya, fasilitas baru memberikan lebih banyak pilihan kegiatan bagi siswa sekaligus mendukung semangat mereka dalam belajar.
“Kami senang sekali. Anak-anak sekarang punya tempat membaca yang nyaman dan lebih banyak kegiatan di sekolah. Mudah-mudahan mereka jadi semakin semangat belajar,” ungkap Fatimah.
Perlengkapan Olahraga dan Teknologi Dukung Pembelajaran
Selain fasilitas literasi, PLN UID Banten turut menyediakan peralatan voli, bulu tangkis, sepak takraw, futsal, dan tenis meja. Berbagai perlengkapan tersebut diharapkan mendukung aktivitas fisik siswa sekaligus membantu mereka belajar tentang kerja sama, ketangkasan, dan sportivitas.
Dukungan lainnya berupa laptop, mikrofon nirkabel, dan perangkat tata suara (sound system) untuk melengkapi kebutuhan pembelajaran maupun kegiatan sekolah.
Ketersediaan perangkat tersebut diharapkan membantu guru memperkaya metode pembelajaran dan mendekatkan teknologi dengan keseharian siswa. Dengan demikian, bantuan tidak hanya berfokus pada satu aspek pendidikan, tetapi mencakup lingkungan belajar yang lebih menyeluruh.
Setiap fasilitas memiliki fungsi berbeda. Saung baca mendukung penguatan literasi, perlengkapan olahraga membuka ruang pengembangan keterampilan fisik dan sosial, sedangkan perangkat digital membantu menunjang proses pembelajaran.
PLN dan Pemkab Serang Dorong Kesempatan Belajar yang Setara
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengapresiasi dukungan PLN UID Banten dalam memperkuat sarana pendidikan di Pulau Panjang. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN berperan penting dalam memperluas dukungan pendidikan hingga wilayah kepulauan.
“Kami ingin anak-anak di Pulau Panjang mendapat kesempatan belajar yang sama baiknya. Terima kasih kepada PLN yang sudah ikut membantu sekolah ini. Semoga fasilitasnya terus dimanfaatkan dan membawa manfaat bagi anak-anak,” ungkap Najib.
General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy menegaskan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Manfaat fasilitas akan terasa ketika sekolah menggunakannya secara berkelanjutan dalam kegiatan sehari-hari.
“Kami berharap semua fasilitas ini dipakai setiap hari, bukan hanya saat diserahkan. Yang paling penting, anak-anak dan guru benar-benar merasakan manfaatnya,” ungkap Tonny.
Ia juga menekankan bahwa setiap anak berhak memperoleh bekal pendidikan untuk mengembangkan masa depannya, terlepas dari lokasi tempat mereka tinggal.
“Anak-anak di Pulau Panjang punya mimpi yang sama besarnya dengan anak-anak di kota. Kami ingin mereka juga punya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka,” tambah Tonny.
Tanggung Jawab Sosial PLN untuk Pendidikan Masyarakat
Dukungan fasilitas pendidikan di Pulau Panjang menjadi bagian dari upaya PLN UID Banten menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kelistrikan, tetapi juga mencakup dukungan terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk peningkatan kualitas pendidikan.
Kondisi geografis dapat memengaruhi kemudahan anak-anak dalam menjangkau fasilitas pendidikan dan pengalaman belajar di luar sekolah. Karena itu, menghadirkan dukungan langsung kepada sekolah di wilayah kepulauan menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan belajar.
Keberlanjutan program akan bergantung pada pemanfaatan fasilitas oleh siswa dan guru. Saung baca perlu menjadi bagian dari kebiasaan membaca, perlengkapan olahraga digunakan dalam kegiatan rutin, dan perangkat teknologi dimanfaatkan untuk memperkaya pembelajaran.
Di Pulau Panjang, tiga saung baca mungkin tampak sederhana dibandingkan luasnya laut yang mengelilingi pulau. Namun, ruang tersebut dapat menjadi tempat anak-anak membuka buku, mengenal dunia yang lebih luas, dan mulai membayangkan masa depan yang ingin mereka raih.
Penulis: Aira Safeeya
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.





