Gas Natuna Mengalir ke Batam, PLN Perkuat Pasokan Listrik

Aira Safeeya
3 Menit

Ubah bahasa:

|

Traktir Penulis

Techfin Insight — Gas Natuna ke Batam mulai dialirkan melalui infrastruktur pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping dengan volume mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD). Penyaluran yang dilakukan PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) pada Selasa (27/10/2026) ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik di Batam.

Pengaliran gas tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81. Selain memperkuat keandalan pasokan listrik, konektivitas ini membuka akses pemanfaatan sumber daya gas bumi domestik dari wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan penguatan infrastruktur dan diversifikasi sumber energi primer menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

“Ketahanan energi dan keandalan listrik merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, PLN terus memperkuat ekosistem energi dari hulu hingga hilir. Keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pengembangan sumber daya energi dalam negeri dan pembangunan infrastruktur untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kedaulatan energi Indonesia,” ujar Suroso.

Pipa WNTS–Pemping Buka Akses Gas Natuna ke Batam

Infrastruktur WNTS–Pemping menghubungkan jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau.

Pipa sepanjang sekitar 4,5 kilometer dengan diameter 16 inci tersebut memiliki kapasitas desain hingga 300 MMSCFD. Infrastruktur ini menjadi penghubung strategis untuk menyalurkan gas dari wilayah Natuna menuju kebutuhan domestik, khususnya sektor ketenagalistrikan di Batam.

Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menjelaskan bahwa keberhasilan pengaliran gas merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur WNTS–Pemping.

“Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-81, gas Natuna telah berhasil mengalir ke Batam. Capaian ini menjadi kado bagi kelistrikan nasional sekaligus wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan penugasan pemerintah. Konektivitas WNTS–Pemping membuka akses pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk memperkuat keandalan pembangkit serta mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha,” ujar Rakhmad.

Pasokan Gas Alternatif untuk Pembangkit PLN Batam

Dalam jangka pendek, penyaluran gas melalui WNTS–Pemping diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pemeliharaan terencana atau turn around (TAR) fasilitas Jambi Merang. Kegiatan pemeliharaan tersebut berlangsung pada 24 Oktober hingga 3 November 2026.

- Advertisement -
Jasa Pembuatan Website Murah di BantenJasa Pembuatan Website Murah di Banten

Ketersediaan jalur pasokan alternatif memberikan fleksibilitas bagi PLN dalam mengelola kebutuhan energi primer. Dengan demikian, kontinuitas operasional pembangkit listrik di Batam dapat lebih terjaga selama periode pemeliharaan fasilitas pemasok gas tersebut.

Untuk jangka panjang, infrastruktur WNTS–Pemping juga akan memperkuat kepastian pasokan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung. Lapangan gas tersebut direncanakan mulai mengalirkan gas pada 2027 dengan volume 111 MMSCFD selama delapan tahun.

”Kehadiran jalur pasokan alternatif ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan pasokan energi primer sekaligus mendukung kontinuitas operasional pembangkit listrik di Batam. Terhubungnya infrastruktur ini juga membuka peluang penyaluran gas dari pengembangan lokasi-lokasi sumber energi gas baru di wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan domestik,” jelas Rakhmad.

Konektivitas tersebut berpotensi memperluas pemanfaatan sumber daya gas di Natuna. Infrastruktur yang telah terhubung memungkinkan pengembangan sumber pasokan baru untuk mendukung kebutuhan energi domestik pada masa mendatang.

PLN EPI Lengkapi Perizinan Operasional Pipa Gas

Untuk mendukung operasional WNTS–Pemping, PLN melalui PLN EPI telah memperoleh Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Hak khusus tersebut berlaku hingga 17 Oktober 2046.

PLN EPI juga telah memperoleh Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa dari Kementerian ESDM pada 26 Oktober 2026. Pemenuhan perizinan ini menjadi bagian dari kesiapan operasional infrastruktur sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menyampaikan bahwa keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam merupakan hasil kolaborasi antara PLN Group, pemerintah, mitra kerja, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur.

“Keberhasilan ini merupakan wujud nyata sinergi seluruh pihak dalam menghadirkan infrastruktur energi yang siap mendukung kebutuhan nasional. Kami mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM, BPH Migas, seluruh entitas PLN Group, mitra kerja, dan tim yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi. Ke depan, kami akan terus menjaga keandalan infrastruktur ini agar penyaluran gas berjalan aman, optimal, dan memberikan kontribusi nyata bagi keandalan pasokan energi primer serta kelistrikan di Batam,” ujar Erma.

Keberhasilan mengalirkan gas Natuna melalui WNTS–Pemping menjadi bagian dari penguatan infrastruktur energi nasional. Dengan tersedianya jalur pasokan alternatif dan rencana peningkatan pasokan dari Lapangan Mako, PLN berupaya memastikan kebutuhan energi primer pembangkit di Batam dapat terpenuhi secara lebih fleksibel dan berkelanjutan.

Pemanfaatan sumber daya gas dalam negeri ini sekaligus memperlihatkan pentingnya konektivitas infrastruktur hulu dan hilir dalam menjaga ketahanan energi. Pasokan energi yang lebih terjamin menjadi salah satu fondasi untuk mendukung keandalan listrik, aktivitas ekonomi, dan kebutuhan masyarakat.

Kredit Redaksi:
Penulis: Aira Safeeya
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image
Share tulisan ini, yuk!

Tentang Penulis

Aira Safeeya
Penulis:Aira Safeeya
Business & Finance Enthusiast
Follow:
Aku membahas bisnis dan keuangan dari sudut yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengatur uang dan membangun masa depan finansial itu penting, sesuai nilai yang kamu percaya.

Traktir Penulis

Setiap tulisan di Techfin Insight lahir dari waktu, riset, dan secangkir kopi. Kalau kamu merasa tulisan-tulisan kami bermanfaat, kamu bisa mentraktir penulis sebagai bentuk apresiasi agar kami terus menghadirkan konten yang jernih, independen, dan berkualitas.