Dari Hutan Kopi, K-TRACK Membawa Mimpi Petani Gunung Karang

Ammar Fahri
3 Menit

Ubah bahasa:

|

Traktir Penulis

Techfin Insight — K-TRACK Gunung Karang lahir dari sebuah keinginan sederhana: membuat lebih banyak orang mengenal Hutan Kopi Citaman Lawangtaji. Bagi Maman dan para petani setempat, hutan yang telah mereka jaga bukan sekadar tempat tumbuhnya kopi, melainkan ruang hidup yang menyimpan cerita, kekayaan alam, dan harapan akan masa depan ekonomi masyarakat.

Dari keinginan itulah muncul gagasan K-TRACK atau Kopi Tourism & Rural Agro Creative Gunung Karang, sebuah konsep agroeduwisata berbasis konservasi yang mengajak pengunjung mengenal kopi dengan cara berbeda.

Bukan hanya dengan meminumnya.

- Advertisement -
Ad image

Namun dengan berjalan menyusuri hutannya, mengenal tanaman yang tumbuh di dalamnya, memahami biodiversitas yang menjaganya, hingga mendengar langsung cerita masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan alam Gunung Karang.

K-TRACK Gunung Karang Berawal dari Potensi yang Belum Banyak Dikenal

Hutan Kopi Citaman Lawangtaji di Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang, menyimpan kawasan perkebunan kopi dengan usia tanaman mencapai puluhan hingga ratusan tahun.

Namun potensi tersebut selama ini belum dikenal secara luas.

Ketua Kelompok Petani Kopi Citaman Lawangtaji, Maman, bersama para petani setempat kemudian menggagas sebuah konsep yang menggabungkan wisata, edukasi, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gagasan tersebut berkembang menjadi K-TRACK.

Tim PLN Peduli bersama Kelompok Petani Kopi Citaman Lawangtaji berdiskusi mengenai pengembangan K-TRACK

Melihat potensi yang dimiliki kawasan itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten bersama PLN Peduli memberikan dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

- Advertisement -
Jasa Pembuatan Website Murah di BantenJasa Pembuatan Website Murah di Banten

Program tersebut diarahkan untuk mendukung keberlanjutan pengembangan K-TRACK sekaligus memperkuat pemberdayaan petani kopi dan potensi ekonomi masyarakat lokal.

Menyusuri Hutan Kopi Lewat Kopi Trip

Ke depan, pengunjung K-TRACK akan diajak menikmati pengalaman wisata melalui jalur bernama Kopi Trip.

Berada di ketinggian sekitar 458 meter di atas permukaan laut, perjalanan tersebut akan membawa wisatawan menyusuri kawasan hutan kopi sambil menikmati panorama alam Gunung Karang.

Namun perjalanan itu tidak hanya menawarkan pemandangan.

Pengunjung juga dapat belajar mengenai budidaya kopi, konservasi hutan, serta biodiversitas yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

Konsep tersebut membuat secangkir kopi tidak lagi berhenti sebagai produk akhir. Pengunjung diajak melihat perjalanan panjang di belakangnya, mulai dari alam yang menjaganya hingga masyarakat yang merawatnya.

Ada Cerita Lalay di Balik Kopi Gunung Karang

Salah satu keunikan Hutan Kopi Gunung Karang adalah keberadaan lalay, sebutan masyarakat setempat untuk kelelawar pemakan buah.

Hewan tersebut memiliki peran dalam ekosistem hutan, termasuk membantu proses penyerbukan alami tanaman kopi.

Dari interaksi alam tersebut lahir Kopi Leupeh Lalay, kopi khas Gunung Karang dengan karakter keasaman rendah, rasa yang bersih, sentuhan fruity, dan sweet aftertaste.

Melalui K-TRACK, cerita mengenai kopi, lalay, hutan, dan masyarakat kemudian dirangkai menjadi sebuah pengalaman wisata.

Bagi pengunjung, perjalanan ini menawarkan kesempatan mengenal dari mana kopi berasal.

Bagi petani, cerita di balik kopi dapat memberikan nilai tambah terhadap produk yang selama ini mereka hasilkan.

Maman Ingin Orang Datang Bukan Hanya Membeli Kopi

Bagi Maman, K-TRACK berangkat dari mimpi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan Gunung Karang dengan cara yang berbeda.

Ia tidak ingin pengunjung hanya datang, membeli kopi, kemudian pulang.

“Kami ingin orang datang bukan hanya membeli kopi, tetapi juga merasakan pengalaman menyusuri hutan kopi, mengenal cerita di balik Kopi Leupeh Lalay, serta melihat bagaimana masyarakat menjaga alam yang menjadi sumber kehidupan kami,” ungkap Maman.

Menurutnya, dukungan PLN memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mulai mewujudkan gagasan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Dari sinilah K-TRACK menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata baru.

Ia menjadi upaya masyarakat untuk menjaga alam sekaligus menciptakan peluang ekonomi dari potensi yang telah lama tumbuh di sekitar mereka.

Ketika Konservasi dan Ekonomi Tumbuh Bersama

General Manager PT PLN (Persero) UID Banten, Tonny Bellamy, mengatakan program pemberdayaan yang berkelanjutan perlu tumbuh dari potensi lokal dan dijalankan bersama masyarakat secara konsisten.

“K-TRACK menunjukkan bahwa konservasi lingkungan, pengembangan ekonomi, dan pariwisata dapat berjalan beriringan. PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang mendukung lahirnya ekosistem ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Tonny.

Melalui program TJSL, PLN UID Banten berharap K-TRACK dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak memisahkan kepentingan ekonomi dari upaya menjaga lingkungan.

Sebab bagi masyarakat Citaman Lawangtaji, hutan bukan sekadar latar sebuah destinasi wisata.

Di sanalah kopi tumbuh.

Di sanalah biodiversitas hidup.

Dan dari tempat yang sama, para petani mulai membangun harapan agar suatu hari semakin banyak orang datang ke Gunung Karang, menyusuri hutan mereka, mendengar cerita tentang lalay, lalu pulang dengan pemahaman bahwa di balik secangkir kopi selalu ada alam dan manusia yang menjaganya.

Kredit Redaksi:
Penulis: Ammar Fahri
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image
TOPIK:
Share tulisan ini, yuk!

Tentang Penulis

Ammar Fahri
Penulis:Ammar Fahri
Lifestyle Curator
Follow:
Saya percaya gaya hidup bukan hanya soal tren, tapi keseimbangan. Saya menulis tentang hidup yang mindful, sehat, dan tetap autentik di tengah distraksi digital.

Traktir Penulis

Setiap tulisan di Techfin Insight lahir dari waktu, riset, dan secangkir kopi. Kalau kamu merasa tulisan-tulisan kami bermanfaat, kamu bisa mentraktir penulis sebagai bentuk apresiasi agar kami terus menghadirkan konten yang jernih, independen, dan berkualitas.