Techfin Insight — Electric Techno Industri yang dikembangkan PLN UID Banten di SMK Jaya Buana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, meraih penghargaan GOLD dalam Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026. Program TJSL ini menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, teknologi kendaraan listrik, hingga peluang ekonomi masyarakat sekitar.
Mengusung tema “Menyalakan Kompetensi, Menggerakkan Masa Depan Industri”, program tersebut dirancang untuk menjawab salah satu tantangan pendidikan vokasi: memastikan keterampilan yang dipelajari siswa memiliki relevansi dengan dunia kerja.
Pendekatan itu tidak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas. PLN UID Banten membangun laboratorium Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) berstandar industri, menghadirkan pelatihan teknologi kelistrikan dan kendaraan listrik, serta membuka akses siswa terhadap sertifikasi, jejaring industri, dan pendidikan lanjutan.
Electric Techno Industri Hubungkan Sekolah dengan Dunia Kerja
Program ini berangkat dari sejumlah tantangan yang dihadapi pendidikan vokasi. Berdasarkan data BPS Agustus 2025 yang digunakan dalam program, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK mencapai 8,63 persen, sementara TPT Kabupaten Tangerang tercatat 5,94 persen.
Di SMK Jaya Buana, kondisi awal juga menunjukkan keterbatasan fasilitas dan jejaring. Lulusan TITL belum memiliki sertifikasi kompetensi BNSP, sekolah belum memiliki guru atau asesor BNSP maupun Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan belum memiliki jejaring kerja sama dengan industri.
PLN UID Banten kemudian membangun laboratorium TITL berstandar industri serta memberikan pelatihan instalasi listrik, Programmable Logic Controller (PLC), Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), K3L, hingga konversi kendaraan listrik kepada 120 siswa.
Program tersebut juga memfasilitasi sertifikasi 15 guru sebagai asesor BNSP, mendirikan TUK di sekolah, membangun Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU), serta meningkatkan daya listrik sekolah dari 41,5 kVA menjadi 105 kVA.
Dari Sertifikasi hingga Peluang Kerja
Pembelajaran kemudian diperluas melalui jejaring dengan dunia industri. PLN UID Banten memfasilitasi kerja sama melalui MoU dengan PT Mitsuba, XCMG, dan Schneider.
Siswa juga memperoleh akses peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di China dan Mesir.
Dampaknya mulai terlihat pada capaian kompetensi dan penyerapan lulusan. Sebanyak 15 guru telah tersertifikasi BNSP dan menjadi asesor, sementara 81 siswa telah mengikuti uji kompetensi di TUK sekolah.
Setelah menyelesaikan pendidikan, 35 lulusan telah terserap di industri yang menjalin kerja sama melalui MoU. Sebanyak 13 lulusan lainnya memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di China dan Mesir.
Kompetensi yang dikembangkan juga tercermin melalui prestasi sekolah. SMK Jaya Buana meraih Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Banten.
General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy mengatakan, pendidikan vokasi perlu memberikan bekal yang dapat digunakan siswa setelah menyelesaikan pendidikan.
“Mereka sudah punya keterampilan yang dibutuhkan industri, punya sertifikasi, dan sudah tahu gambaran dunia kerja seperti apa. Jadi ketika ada kesempatan, mereka sudah lebih siap,” ungkap Tonny.
Menurutnya, proses pembelajaran juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk mencoba dan menemukan nilai dari keterampilan yang mereka miliki.
“Yang lebih penting, mereka punya ruang untuk mencoba, menemukan ide, dan melihat sendiri bahwa keterampilan itu bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” tambah Tonny.
Keterampilan Siswa Ikut Menggerakkan Ekonomi Lokal
Electric Techno Industri juga membawa pembelajaran ke lingkungan sekitar sekolah. Keterampilan yang diperoleh siswa diterapkan dalam konversi lima gerobak UMKM dan 15 sepeda motor menjadi kendaraan listrik.
Program tersebut memberikan dampak terhadap pelaku UMKM di sekitar Kecamatan Kresek. Pendapatan UMKM yang terlibat dalam konversi lima gerobak meningkat dari rata-rata Rp1,7 juta menjadi Rp2,5 juta per bulan, atau tumbuh sekitar 47 persen.
Sementara itu, keterampilan konversi kendaraan listrik menghasilkan 15 motor listrik yang digunakan untuk kebutuhan kompetisi kendaraan listrik di Sentul.
Dengan demikian, ruang praktik di sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa mempelajari teknologi, tetapi juga menjadi tempat keterampilan tersebut diuji dan diterapkan untuk kebutuhan nyata.
Electric Techno Industri Mulai Direplikasi
Dampak program turut diukur melalui Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,14 dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,52.
Capaian di SMK Jaya Buana kemudian mulai diperluas melalui replikasi program Electric Techno Industri di tiga SMK lain di Banten.
Sejalan dengan pertumbuhan kendaraan listrik, program ini juga diarahkan untuk menyiapkan pipeline teknisi kendaraan listrik atau EV yang memiliki sertifikasi dan keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Penghargaan GOLD ISDA 2026 menjadi bagian dari capaian program TJSL PLN UID Banten yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta kemitraan.
Dari laboratorium sekolah hingga dunia industri, Electric Techno Industri membawa satu gagasan utama: keterampilan yang dipelajari siswa perlu memiliki ruang untuk tumbuh dan digunakan dalam kehidupan nyata.
Penulis: Aira Safeeya
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.





