Techfin Insight — Tidak semua perubahan lahir dari panggung besar. Sebagian tumbuh dari ruang-ruang sederhana, lalu perlahan memberi dampak luas bagi banyak orang. Sosok itu hadir dalam diri Hj Rina Rahmayanti, perempuan asal Cilegon yang menjadikan batik sebagai jalan pemberdayaan.
Batik yang Lebih dari Sekadar Karya
Di tangan dan ketekunannya, Rinara Batik tumbuh bukan hanya sebagai usaha kreatif, tetapi juga sebagai ruang belajar dan ruang harapan. Di tempat ini, anak-anak berkebutuhan khusus, perempuan, serta masyarakat sekitar memperoleh kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan mandiri.
“Bagi saya, batik bukan hanya tentang motif dan warna, tetapi tentang bagaimana karya ini bisa membuka jalan hidup bagi banyak orang. Ketika karya itu mampu memberi penghasilan dan kepercayaan diri, di situlah batik memiliki makna yang sesungguhnya,” ujar Rina.
Ruang Tumbuh bagi Mereka yang Sering Terlupakan
Sebagai UMKM binaan PLN UID Banten, Rinara Batik aktif memberikan pelatihan membatik dan menjahit bagi siswa Sekolah Khusus (SKh), kelompok usaha bersama, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Bagi siswa berkebutuhan khusus, pelatihan ini menghadirkan harapan baru. Mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk bernilai jual seperti tote bag, sarung bantal, hingga taplak meja.
Dari tangan-tangan yang sebelumnya sering dipandang sebelah mata, lahir karya yang bernilai dan membanggakan.
“Melihat mereka tersenyum saat membawa pulang hasil karyanya sendiri adalah kebahagiaan yang sulit digambarkan. Mereka hanya butuh kesempatan,” kata Rina.
Dari Karya ke Pemberdayaan Ekonomi
Tidak hanya berfokus pada pelatihan, Rinara Batik juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Warga dilibatkan sebagai penjahit, pengrajin cap batik, hingga tenaga produksi.
Dalam operasionalnya, usaha ini memanfaatkan peralatan berbasis listrik untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Hal ini menunjukkan bagaimana elektrifikasi dapat mendorong daya saing UMKM agar terus berkembang secara berkelanjutan.
Dari Lokal ke Panggung Internasional
Dedikasi tersebut membawa Rinara Batik meraih berbagai penghargaan, mulai dari Juara 1 UMKM Award Kota Cilegon hingga penghargaan Gold Bina Mitra UMKM. Karya-karyanya juga tampil di forum internasional melalui BIMP-EAGA di Jakarta, memperkenalkan batik inklusif kepada delegasi negara-negara ASEAN.
Dari Cilegon, pesan tentang pemberdayaan dan inklusivitas pun menjangkau dunia yang lebih luas.
Semangat Kartini yang Terus Hidup
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa PLN berkomitmen mendorong lahirnya lebih banyak perempuan berdaya melalui pembinaan UMKM.
“Semangat Kartini hari ini tercermin pada perempuan-perempuan Indonesia yang terus berkarya, mandiri, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Lebih dari seabad setelah R.A. Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk berkembang, semangat itu kini hadir dalam bentuk nyata. Bukan lagi melalui tulisan, melainkan melalui tindakan.
Dari Cilegon, Hj Rina Rahmayanti menjadi pengingat bahwa perempuan hebat bukan hanya mereka yang berhasil untuk dirinya sendiri, tetapi mereka yang mampu mengajak orang lain tumbuh dan bangkit bersama.
Penulis: Ammar Fahri
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.







