Techfin Insight — Tumbler bambu dan tas berbahan denim bekas menjadi cara Indah Kusumawati memperkenalkan budaya Indonesia ke pasar internasional. Melalui Malaika Creatio, pelaku UMKM asal Kota Tangerang ini menggabungkan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan pengrajin lokal dalam produk kerajinan bernilai budaya.
Perjalanan Malaika Creatio berawal dari kegelisahan Indah melihat tradisi mendongeng orang tua kepada anak yang semakin jarang dilakukan. Ia ingin cerita tentang budaya, adat istiadat, dan kekayaan Indonesia tetap dikenal oleh generasi muda.
Kecintaannya terhadap bambu kemudian melahirkan produk pertama berupa tumbler bambu. Bagi Indah, produk tersebut bukan sekadar wadah minum, melainkan media untuk memperkenalkan identitas budaya Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
“Tagline kami, setiap orang bisa menjadi duta budaya melalui tumbler bambu ini,” ujar Indah.
Malaika Creatio, Membawa Budaya Indonesia dalam Produk Kreatif
Upaya memperkenalkan budaya lokal juga terlihat dari kemasan produk yang menggunakan anyaman pandan atau complong hasil karya pengrajin lokal.
Kreativitas Indah kemudian berkembang ketika melihat banyak pakaian denim bekas menumpuk di rumah. Ia mencoba mengolah celana dan baju yang tidak terpakai menjadi produk baru. Dari proses tersebut, lahirlah koleksi tas yang memadukan kreativitas dengan semangat pemanfaatan kembali limbah tekstil.
Bagi Indah, membangun usaha tidak hanya berkaitan dengan produk dan penjualan. Hubungan dengan para pengrajin yang terlibat dalam proses produksi juga menjadi bagian penting dari keberlanjutan bisnis.
“Yang paling penting untuk jadi UMKM yang maju adalah komunikasi dan bagaimana kita menghargai orang lain. Dengan menghargai pengrajin dan berkomunikasi dengan baik, hubungan itu akan langgeng,” ungkapnya.
Berawal dari Pameran, Produk Menjangkau Pasar Internasional
Perjalanan Malaika Creatio menuju pasar luar negeri dimulai dari keberanian Indah mengikuti berbagai pameran secara mandiri sejak 2022.
Usaha tersebut mulai membuahkan hasil pada 2024 ketika Malaika Creatio memperoleh pesanan business to business (B2B) pertama dari Belanda. Setelah itu, pesanan dari konsumen sejumlah negara juga mulai berdatangan.
Pengembangan usaha semakin diperkuat setelah Indah bergabung dengan HUB UMKM PLN UID Banten pada awal 2026. Melalui program pendampingan tersebut, ia mendapatkan bantuan penyusunan profil perusahaan dan katalog produk, konsultasi administrasi usaha, serta kesempatan memamerkan produknya di Gallery Jawara PLN UID Banten.
Pengelola HUB UMKM PLN UID Banten, Edhy Surbakti, mengatakan pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong UMKM lokal agar berkembang dan memiliki daya saing.
“Malaika Creatio membuktikan bahwa kreativitas lokal memiliki potensi besar untuk berkembang. Melalui HUB UMKM, kami ingin membantu pelaku usaha memperkuat kualitas produk, identitas merek, dan akses pemasaran agar karya mereka semakin dikenal, termasuk di pasar internasional,” ujar Edhy.
Raih Penghargaan, Simpan Mimpi Membuka Toko di Belanda
Perjalanan Indah juga mendapat pengakuan melalui penghargaan Juara 3 Kategori Kerajinan/Kriya dalam UMKM Award Kota Tangerang 2026.
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, A.P., M.Si., mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Indah mengangkat kekayaan budaya menjadi produk kreatif bernilai ekonomi menunjukkan potensi UMKM Kota Tangerang untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, turut menilai perjalanan Malaika Creatio sebagai gambaran bagaimana kreativitas masyarakat dapat membuka peluang ekonomi sekaligus menjaga kekayaan budaya Indonesia.
“Melalui HUB UMKM PLN UID Banten, kami ingin mendampingi pelaku usaha agar semakin siap berkembang, baik dari sisi pengelolaan bisnis, kualitas produk, maupun perluasan pasar. Kami berharap dukungan ini tidak hanya membantu UMKM tumbuh, tetapi juga membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi para pengrajin dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Tonny.
Di balik berbagai pencapaian tersebut, Indah masih menyimpan mimpi besar: memiliki toko di Belanda. Baginya, toko itu bukan hanya tempat memasarkan produk Malaika Creatio, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan produk UMKM Indonesia lainnya kepada masyarakat dunia.
“Saya ingin sekali memperkenalkan budaya Indonesia melalui produk Malaika Creatio di Belanda dan negara lainnya. Harapannya, langkah ini juga bisa membuka jalan bagi produk UMKM Indonesia agar semakin dikenal dunia,” tutur Indah.
Dari tumbler bambu hingga tas berbahan denim bekas, Malaika Creatio membawa lebih dari sekadar produk kerajinan. Ada cerita budaya yang ingin diwariskan, lingkungan yang ingin dijaga, dan keterampilan pengrajin lokal yang ingin terus diberdayakan. Melalui karya-karya tersebut, Indah membuktikan bahwa cerita Indonesia dapat menemukan jalannya untuk dikenal lebih luas.
Penulis: Ammar Fahri
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




