Techfin Insight — Affinity kini membawa perangkat desain profesionalnya ke iPad. Dalam satu aplikasi, pengguna bisa menggambar, mengolah foto, membuat desain vektor, hingga menyusun dokumen siap cetak. Menariknya, fitur-fitur inti tersedia gratis untuk penggunaan pribadi.
Selama ini, mengerjakan proyek desain secara serius di iPad sering kali berarti berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Sketsa dibuat di satu tempat, desain vektor dikerjakan di aplikasi berbeda, foto diedit secara terpisah, lalu seluruh elemen disusun kembali untuk menghasilkan dokumen akhir.
Alur kerja seperti itu kini ingin disederhanakan oleh Affinity.
Pada 2 November 2026, Affinity resmi memperkenalkan aplikasi untuk iPad. Aplikasi ini menggabungkan kemampuan desain vektor, pengeditan foto, tata letak halaman, dan pembuatan sketsa dalam satu ruang kerja yang dirancang khusus untuk layar sentuh dan Apple Pencil.
Bukan sekadar versi ringkas dari aplikasi desktop, Affinity untuk iPad dirancang agar pengguna dapat mengerjakan proyek kreatif dari tahap awal hingga siap dipublikasikan tanpa harus terus berpindah aplikasi.
Empat Studio Kreatif dalam Satu Aplikasi
Salah satu hal menarik dari Affinity untuk iPad adalah pembagian ruang kerjanya ke dalam empat studio utama: Sketch, Vector, Pixel, dan Layout.
Sketch Studio menjadi tempat untuk menuangkan ide dan membuat ilustrasi. Pengguna dapat menggambar menggunakan jari atau Apple Pencil, memanfaatkan berbagai kuas dan tekstur, serta bekerja dengan beberapa lapisan. Dukungan tekanan dan kemiringan Apple Pencil membuat pengalaman menggambar terasa lebih ekspresif.
Setelah sketsa selesai, pengguna dapat berpindah ke Vector Studio untuk mengembangkan gambar menjadi objek vektor yang lebih presisi. Pengaturan kurva, jalur, dan node dapat dilakukan langsung di atas sketsa. Fitur ini berguna untuk membuat logo, ikon, ilustrasi, maupun elemen identitas visual.
Sementara itu, Pixel Studio menghadirkan kemampuan pengolahan foto. Pengguna dapat membuka dan mengembangkan file RAW, membuat komposisi gambar, melakukan masking, memperbaiki detail, serta mengedit foto menggunakan sistem non-destruktif. Artinya, perubahan dapat disesuaikan kembali tanpa merusak gambar asli.
Untuk kebutuhan publikasi, Layout Studio menyediakan perangkat tata letak halaman. Pengguna dapat menyusun teks, gambar, kisi, dan panduan dengan kontrol tipografi profesional. Fitur seperti halaman master, gaya teks bersama, dan AutoFlow membantu menjaga konsistensi dokumen, termasuk untuk proyek publikasi yang panjang.
Keempat studio tersebut bekerja dalam satu aplikasi dan satu format berkas Affinity (.af). Dengan begitu, sebuah proyek dapat dimulai dari sketsa, dikembangkan menjadi desain vektor, dilengkapi foto, lalu disusun menjadi dokumen akhir tanpa harus menggabungkan pekerjaan dari berbagai aplikasi.
Dirancang untuk Apple Pencil dan Layar Sentuh
Affinity mengembangkan aplikasi iPad ini dengan mempertimbangkan cara orang berinteraksi dengan tablet.
Apple Pencil tidak hanya berfungsi sebagai pengganti mouse. Dukungan tekanan, kemiringan, dan gestur membuat pengguna dapat menggambar, mengatur detail, serta melakukan penyuntingan dengan lebih langsung.
Antarmukanya juga dirancang untuk penggunaan sentuh. Pengguna dapat memperbesar area kerja dengan gestur mencubit, menggeser objek menggunakan jari, atau melakukan penyuntingan detail tepat pada bagian gambar yang disentuh Apple Pencil.
Affinity mengklaim aplikasi ini mampu menangani dokumen berukuran besar, termasuk proyek dengan ribuan lapisan. Penyesuaian, filter, dan efek dapat diperbarui secara langsung saat proses pengerjaan berlangsung. Aplikasi juga mendukung pekerjaan secara offline.
Kemampuan tersebut membuat iPad berpotensi menjadi perangkat produksi kreatif yang lebih mandiri, bukan hanya perangkat pendamping untuk membuat sketsa atau melakukan penyuntingan ringan.
Bisa Membuka File dari Aplikasi Lain
Bagi desainer yang sudah memiliki banyak proyek, kompatibilitas berkas tentu menjadi pertimbangan penting.
Affinity untuk iPad mendukung impor sejumlah format populer, termasuk PSD, AI, INDD, IDML, PDF, dan SVG. Struktur serta lapisan dokumen dapat dipertahankan dalam banyak kasus, meskipun beberapa fitur lanjutan dari aplikasi asal mungkin memerlukan penyesuaian.
Aplikasi ini juga mendukung ekspor ke JPEG, PNG, WebP, PDF, SVG, EPUB, dan INDD. Pengguna dapat menyiapkan aset untuk kebutuhan digital maupun dokumen yang akan dicetak.
Dukungan tersebut membuka peluang bagi pengguna untuk melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya dibuat menggunakan aplikasi lain, tanpa harus memulai proyek dari awal.
Ada Fitur AI, tetapi Tidak Semuanya Gratis
Affinity juga menghadirkan Canva AI Studio untuk membantu menangani sejumlah pekerjaan yang repetitif dalam proses kreatif.
Beberapa kemampuannya mencakup mengurangi noise pada gambar, memperbaiki foto buram, dan menghapus latar belakang. Pengguna tetap dapat mengatur hasil akhirnya melalui kontrol penyuntingan yang tersedia.
Namun, ada perbedaan penting dalam skema aksesnya. Seluruh perangkat utama untuk menggambar, desain vektor, pengeditan foto, dan tata letak halaman tersedia gratis bagi pengguna individu. Sementara itu, Canva AI Studio memerlukan paket premium Canva.
Dengan kata lain, pengguna tidak harus berlangganan untuk menikmati kemampuan inti Affinity. Langganan premium diperlukan jika ingin menggunakan fitur AI yang disediakan melalui ekosistem Canva.
Apakah Sudah Bisa Menggantikan Versi Desktop?
Kehadiran Affinity untuk iPad memang membawa banyak kemampuan profesional ke perangkat yang lebih ringkas. Namun, bukan berarti seluruh fitur desktop sudah tersedia.
Pada peluncuran awal, beberapa fitur desktop belum hadir di iPad, termasuk Books, Batch, Data Merge, Quick Adjustments, panel Info dan Scope, perekaman makro, serta Astrophotography Studio.
Karena itu, kebutuhan pengguna tetap menjadi penentu. Untuk ilustrator, desainer grafis, fotografer, dan kreator yang membutuhkan mobilitas tinggi, Affinity untuk iPad menawarkan alur kerja yang semakin lengkap. Namun, pekerjaan tertentu yang bergantung pada fitur desktop khusus mungkin masih membutuhkan komputer.
Aplikasi ini tersedia gratis melalui App Store dan memerlukan akun Canva untuk digunakan. Persyaratan sistem yang tercantum di App Store adalah iPadOS 18 atau versi lebih baru.
Membuka Pilihan Baru bagi Pekerja Kreatif
Peluncuran Affinity untuk iPad memperlihatkan bagaimana perangkat lunak profesional semakin berkembang mengikuti kebutuhan mobilitas pekerja kreatif.
Satu aplikasi kini dapat menangani beberapa tahapan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan perangkat lunak berbeda. Ditambah akses gratis untuk fitur-fitur utamanya, hambatan biaya perangkat lunak untuk memulai pekerjaan kreatif juga menjadi lebih rendah.
Tentu, perangkat dan aplikasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas karya. Keterampilan, pengalaman, dan kemampuan memahami kebutuhan pengguna tetap menjadi bagian penting dari proses desain.
Namun, ketika perangkat profesional semakin mudah diakses, semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk bereksperimen, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan karya dari mana saja.
Affinity untuk iPad bukan berarti komputer desktop kehilangan perannya. Tetapi, bagi sebagian pekerja kreatif, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan kembali perangkat apa yang benar-benar dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah karya.
Penulis: Liora Navindra Shasmitha
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




