Techfin Insight — Program Badak Hitam Low Carbon Smart Farming milik PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten meraih penghargaan Silver kategori Innovative Partnership dalam ajang Asia ESG Positive Impact Awards (Asia ESG PIA) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Program ini dinilai menghadirkan model kemitraan yang mengintegrasikan pemanfaatan listrik, pertanian, peternakan, perikanan, dan pengelolaan limbah untuk membangun ekosistem pangan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Kuala Lumpur Golf and Country Club (KLGCC) Convention Centre, Rabu (4/11). Badak Hitam menjadi salah satu program dari Indonesia yang bersaing dengan para peraih penghargaan nasional dari Malaysia dan Filipina.
Asia ESG PIA merupakan ajang penghargaan regional yang diselenggarakan Asia ESG Positive Impact Consortium (A-EPIC). Kompetisi tahun ketiga ini diikuti oleh 52 peraih Gold dari tiga negara. Sebanyak 40 perusahaan kemudian meraih total 52 penghargaan dalam 12 kategori.
Badak Hitam PLN Raih Penghargaan ESG Regional
Program Badak Hitam melaju ke tingkat Asia Tenggara setelah meraih Lestari Awards 2026 kategori Innovative Partnership pada Juli lalu. Penghargaan nasional tersebut menjadi salah satu jalur seleksi bagi peserta Indonesia untuk mengikuti kompetisi regional.
Ketua Umum Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) sekaligus Juri Asia ESG PIA 2026, Satrio Prakoso, menilai Badak Hitam memiliki keunggulan karena memadukan kompetensi inti perusahaan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Program ini juga didukung data dampak yang terukur.
“Praktik keberlanjutan yang unggul saat ini bukan lagi program sampingan, melainkan program yang tumbuh dari kekuatan inti perusahaan dan dampaknya dapat diukur. Badak Hitam menunjukkan hal itu. Listrik sebagai bisnis inti PLN dimanfaatkan untuk menghidupkan lahan tidur, menggerakkan ekonomi warga, sekaligus menekan emisi. Model kemitraan seperti ini layak menjadi rujukan bagi perusahaan lain di Indonesia,” ungkap Satrio.
Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, yang hadir sebagai tamu kehormatan, turut menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menghadapi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.
“Asia ESG Positive Impact Awards merupakan bukti nyata kekuatan sinergi dan kerja sama kawasan,” ujar Arthur.
Dari Lahan Tidur Menjadi Ekosistem Pangan Terpadu
Badak Hitam dikembangkan melalui pendekatan Low Carbon Smart Farming, yaitu pemanfaatan listrik untuk menggerakkan kegiatan produktif dalam satu ekosistem pangan terpadu.
Program ini menggabungkan lima aktivitas yang saling mendukung, yakni pertanian, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan listrik produktif.
Dalam pelaksanaannya, PLN berkolaborasi dengan TNI, Laskar Santri Nusantara, koperasi, dan masyarakat. PLN menghadirkan listrik sebagai penggerak aktivitas produktif, sementara para mitra berperan dalam mengelola lahan dan menjalankan kegiatan usaha. Koperasi turut memastikan hasil program dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.
General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama keberhasilan program tersebut.
“Badak Hitam lahir dari kolaborasi PLN bersama TNI, Laskar Santri Nusantara, koperasi, dan masyarakat. PLN menghadirkan listrik sebagai penggerak, sementara para mitra menghidupkan lahan dan mengelola usahanya secara mandiri. Penghargaan ini milik semua pihak yang terlibat, sekaligus menjadi pemacu bagi kami untuk terus mengembangkan program agar dapat direplikasi di wilayah lain,” ungkap Tonny.
Enam Bulan, Hasil Program Mulai Terlihat
Dalam enam bulan pertama implementasi, Badak Hitam telah mencatat sejumlah capaian produksi. Program ini mengelola 42 ekor ternak produktif dan membudidayakan 5.000 bibit ikan nila serta patin.
Selain itu, sistem pengelolaan limbah terpadu menghasilkan sekitar 75 ton kompos organik setiap dua bulan. Hasil tersebut memperlihatkan bagaimana aktivitas peternakan dan perikanan dapat terhubung dengan pengelolaan limbah dalam satu ekosistem produksi.
Dampaknya juga terlihat pada pemberdayaan masyarakat. Para santri yang semula menjadi peserta pelatihan kini bertransformasi menjadi tenaga kerja tetap bergaji. Program ini turut melibatkan pekerja harian dan mengembangkan kelompok karya bakti menjadi agripreneur mandiri.
Melalui Badak Hitam, PLN UID Banten berupaya menghadirkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang tidak berhenti pada bantuan sosial. Pendekatan yang dibangun diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, dan ketahanan pangan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung target Net Zero Emissions 2060, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta agenda pemerintah di bidang ketahanan pangan dan transisi energi.
Penulis: Aira Safeeya
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




