- PLN Perluas Ekosistem Energi Listrik Ramah Lingkungan
- Empat Solusi Energi PLN untuk Berbagai Kebutuhan
- 1. Eco Grid Living: Hunian Berbasis Listrik
- 2. My eStove: Paket Listrik dan Kompor
- 3. Ekosistem Kendaraan Listrik dan Infrastruktur Pengisian Daya
- 4. Solar as a Total Solution: Layanan PLTS Atap
- PLN Dorong Kolaborasi agar Solusi Energi Lebih Mudah Diakses
Techfin Insight — Solusi energi terintegrasi PLN kini mencakup kebutuhan rumah tangga, transportasi, hingga sektor industri. Melalui kolaborasi dengan lebih dari 40 entitas lintas sektor, PT PLN (Persero) mengembangkan ekosistem elektrifikasi hunian, pengisian daya kendaraan listrik, dan pemanfaatan energi hijau untuk memudahkan masyarakat mengakses energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dalam Green Energy Partnership Summit 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Para mitra yang terlibat berasal dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, asosiasi pengembang perumahan, produsen peralatan listrik, mitra Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hingga pelanggan strategis.
Melalui kerja sama ini, PLN ingin menghubungkan berbagai kebutuhan energi dalam satu ekosistem layanan, sekaligus mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
PLN Perluas Ekosistem Energi Listrik Ramah Lingkungan
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengapresiasi kolaborasi PLN bersama para mitra dalam mendorong pemanfaatan energi yang lebih efisien.
“Apa yang sudah di-create oleh tim PLN saya sangat mengapresiasi, karena sudah banyak sekali energi baru terbarukan yang sudah dimasukkan dalam perencanaan ke depan,” ucap Eniya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemilihan teknologi dan peralatan listrik yang hemat energi di tingkat rumah tangga. Salah satu peluang yang disampaikan adalah penggunaan kompor listrik untuk mengurangi ketergantungan pada LPG, terutama untuk konsumsi rumah tangga nonsubsidi.
“Penggunaan kompor listrik ini akan sangat menguntungkan kita di rumah tangga. Kita masih bergantung pada LPG (Liquefied Petroleum Gas), sementara sekitar 80 persen LPG kita impor. Jadi, untuk sektor konsumsi nonsubsidi, kita ingin mengarahkannya ke penggunaan kompor listrik,” kata Eniya.
Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memperluas pemanfaatan energi listrik ramah lingkungan. Upaya ini juga mendukung agenda Asta Cita Pemerintah, khususnya swasembada energi dan pengurangan ketergantungan terhadap energi impor.
“Asta Cita menempatkan swasembada energi sebagai salah satu fondasi kemandirian bangsa. PLN menerjemahkan arahan itu menjadi langkah konkret dengan mendorong rumah tangga beralih ke energi listrik, memperluas ekosistem kendaraan listrik, dan membuka akses energi hijau bagi industri. Setiap langkah ini mengurangi ketergantungan kita pada energi impor,” ujar Didi.
Menurutnya, pengembangan ekosistem tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pengembang perumahan, produsen peralatan listrik, mitra SPKLU, dan pengembang PLTS memiliki peran masing-masing dalam membangun layanan energi yang saling terhubung.
“Langkah kolaborasi ini tidak bisa dikerjakan PLN sendirian. Pengembang membangun rumahnya, produsen menyediakan peralatannya, mitra SPKLU memperluas jaringan pengisian, dan PV developer berkolaborasi menyediakan PLTS. Peran PLN adalah memastikan seluruh ekosistem ini terhubung dalam satu jaringan yang andal,” tegasnya.
Empat Solusi Energi PLN untuk Berbagai Kebutuhan
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, menjelaskan bahwa PLN terus bertransformasi dari penyedia tenaga listrik menjadi mitra solusi energi. Layanan yang dikembangkan tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga kebutuhan transportasi, bangunan komersial, hingga kawasan industri.
“PLN sedang bertransformasi dari electricity provider menjadi energy solutions partner. Kami tidak hanya menjual kilowatt-jam, tetapi menghadirkan solusi energi yang terintegrasi, dari rumah, jalan raya, atap gedung, hingga kawasan industri,” ujar Rozy.
Dalam Green Energy Partnership Summit 2026, PLN memperkenalkan empat solusi utama yang dikembangkan bersama mitra strategis.
1. Eco Grid Living: Hunian Berbasis Listrik
Eco Grid Living merupakan ekosistem hunian full-electric yang menawarkan tiga pilihan paket sesuai kebutuhan pelanggan.
- Eco Cooking: ditujukan bagi pelanggan yang ingin menggunakan kompor listrik.
- Eco Charging: mendukung kesiapan infrastruktur kendaraan listrik melalui fasilitas Home Charging Services atau EV Ready.
- Eco Living: menggabungkan fasilitas kompor listrik dan kesiapan pengisian daya kendaraan listrik.
Konsep ini memberikan pilihan bagi pengembang perumahan dan penghuni untuk menyiapkan kebutuhan elektrifikasi sejak awal.
2. My eStove: Paket Listrik dan Kompor
My eStove merupakan layanan paket (bundling) penyambungan listrik baru atau penambahan daya yang dilengkapi kompor listrik.
Melalui layanan ini, pelanggan dapat memperoleh kebutuhan penyambungan atau penambahan daya sekaligus perangkat memasak berbasis listrik. Pengajuan My eStove dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile mulai 27 Oktober 2026.
3. Ekosistem Kendaraan Listrik dan Infrastruktur Pengisian Daya
PLN juga memperluas ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan infrastruktur pengisian daya yang terintegrasi dengan PLN Mobile.
Hingga September 2026, PLN telah menyediakan 5.120 SPKLU dan 103.116 home charger. Infrastruktur tersebut mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik, baik di ruang publik maupun di lingkungan tempat tinggal.
Integrasi dengan PLN Mobile juga menjadi bagian dari upaya memudahkan pelanggan dalam mengakses layanan pengisian daya.
4. Solar as a Total Solution: Layanan PLTS Atap
Untuk kebutuhan pemanfaatan energi surya, PLN memperkenalkan Solar as a Total Solution, yaitu layanan PLTS atap melalui platform PLN for Business.
Pelanggan dapat memilih dua skema sesuai kebutuhan dan kemampuan investasi:
- Solar as a Service: pelanggan dapat memanfaatkan layanan PLTS tanpa investasi awal.
- Direct Purchase: pelanggan membeli sistem PLTS secara langsung sesuai kebutuhan dan kemampuan investasinya.
Pilihan skema ini memberikan alternatif bagi pelanggan yang ingin memanfaatkan energi surya untuk kebutuhan bangunan maupun kegiatan usaha.
PLN Dorong Kolaborasi agar Solusi Energi Lebih Mudah Diakses
Pengembangan empat solusi tersebut menunjukkan upaya PLN dalam menghubungkan kebutuhan energi di berbagai sektor. Elektrifikasi hunian, penggunaan kompor listrik, pengisian daya kendaraan listrik, dan pemanfaatan PLTS atap menjadi bagian dari ekosistem layanan yang dikembangkan bersama mitra.
Rozy menegaskan bahwa kolaborasi yang telah dibangun perlu segera diwujudkan dalam layanan yang dapat dirasakan pelanggan.
”Yang kami tanda tangani hari ini harus segera terasa manfaatnya di lapangan, di rumah-rumah pelanggan, di jalan raya, dan di atap-atap gedung. PLN akan terus membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya, karena kemandirian energi adalah kerja bersama seluruh anak bangsa. Semua ini kami hadirkan bersama mitra untuk solusi yang utuh bagi pelanggan,” pungkas Rozy.
Melalui Green Energy Partnership Summit 2026, PLN memperkuat perannya dalam pengembangan solusi energi yang lebih terintegrasi. Kolaborasi dengan berbagai sektor diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kelistrikan, mendukung efisiensi energi, serta mempercepat pemanfaatan energi bersih di Indonesia.
Penulis: Aira Safeeya
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




