Bos PLN Borong Penghargaan Hijau, Transisi Energi Makin Ngebut

Aira Safeeya
2 Menit

Ubah bahasa:

|

Traktir Penulis

Techfin Insight — Di tengah sorotan global soal krisis iklim, satu hal mulai terlihat jelas: perusahaan energi tak lagi hanya dinilai dari listrik yang dihasilkan, tapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan.

Tiga Kali Menang, Bukan Kebetulan

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, kembali meraih Green Leadership PROPER dalam Anugerah Lingkungan PROPER 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Ini bukan pertama kali. Bahkan bukan kedua.

- Advertisement -
Ad image

Ini yang ketiga.

Artinya, ini bukan sekadar pencapaian sesaat—tapi konsistensi.

Kinerja Lingkungan PLN Ikut Terkerek

Di bawah kepemimpinannya, PLN juga mencatat hasil yang cukup mencolok:

  • 11 PROPER Emas
  • 35 PROPER Hijau

Capaian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar program tambahan, tapi sudah masuk ke inti bisnis.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bahkan menyebut para pemimpin perusahaan seperti Darmawan sebagai pihak yang memberi arah bagi masa depan lingkungan nasional.

Dari Compliance ke Leadership

Bagi PLN, PROPER bukan lagi soal “patuh aturan”.

- Advertisement -
Jasa Pembuatan Website Murah di BantenJasa Pembuatan Website Murah di Banten

Darmawan menegaskan bahwa ini adalah momentum untuk naik level—dari sekadar memenuhi standar menjadi pemimpin dalam transisi energi.

“PLN tidak hanya menyediakan listrik, tapi memastikan listrik itu semakin bersih dan bernilai bagi lingkungan,” ujarnya.

Angka yang Bicara: Emisi Turun Tajam

Salah satu indikator paling nyata ada di penurunan emisi.

Dalam periode 2021–2025:

  • Reduksi emisi naik dari 12,9 juta ton CO₂
  • Menjadi 51,1 juta ton CO₂

Lonjakan ini menunjukkan akselerasi yang cukup agresif dalam upaya dekarbonisasi.

Energi Bersih Terus Digenjot

PLN juga terus memperluas portofolio energi baru terbarukan (EBT):

  • Kapasitas EBT mencapai ±9,4 GW di 2025
  • Produksi pembangkit berbasis gas: 33,7 TWh

Langkah ini jadi bagian dari strategi transisi dari energi fosil ke energi yang lebih rendah emisi.

Hidrogen Hijau Jadi Game Changer

Salah satu langkah paling menarik adalah pengembangan green hydrogen.

PLN sudah:

  • Mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia (Muara Karang)
  • Mengembangkan GHP berbasis panas bumi di Kamojang
  • Memiliki 22 lokasi GHP dengan kapasitas total 203 ton/tahun

Ke depan, hidrogen ini bisa digunakan untuk:

  • Co-firing PLTU
  • Bahan bakar transportasi
  • Kebutuhan industri

Kalau ini berkembang, bisa jadi salah satu pilar energi masa depan Indonesia.

Target Besar: Net Zero 2060

Semua langkah ini mengarah ke satu tujuan besar:

Net Zero Emissions 2060

PLN juga memperkuat strategi melalui:

  • Implementasi ESG
  • Efisiensi operasional
  • Kolaborasi global
  • Pemberdayaan masyarakat

Bukan Cuma Lingkungan, Tapi Ekonomi Juga

Menariknya, dampaknya tidak berhenti di lingkungan.

Transisi energi ini juga:

  • Membuka lapangan kerja
  • Menggerakkan ekonomi lokal
  • Mendorong inovasi teknologi

Jadi ini bukan sekadar “hijau”, tapi juga “bernilai”.

- Advertisement -
Ad imageAd image
Share tulisan ini, yuk!

Tentang Penulis

Aira Safeeya
Penulis:Aira Safeeya
Business & Finance Enthusiast
Follow:
Aku membahas bisnis dan keuangan dari sudut yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengatur uang dan membangun masa depan finansial itu penting, sesuai nilai yang kamu percaya.

Traktir Penulis

Setiap tulisan di Techfin Insight lahir dari waktu, riset, dan secangkir kopi. Kalau kamu merasa tulisan-tulisan kami bermanfaat, kamu bisa mentraktir penulis sebagai bentuk apresiasi agar kami terus menghadirkan konten yang jernih, independen, dan berkualitas.