Techfin Insight — PT PLN (Persero) UID Banten menggelar Customer Gathering pelanggan industri tekstil di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, sebagai upaya memperkuat sinergi dengan sektor industri yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi di Provinsi Banten.
Mengusung tema “Strengthening Partnership, Accelerating Growth”, kegiatan ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah, asosiasi industri tekstil, PLN Group, hingga pelaku industri tekstil dan kimia di wilayah Banten.
PLH General Manager PLN UID Banten, Fauzan, mengatakan sektor industri masih menjadi kontributor terbesar konsumsi listrik di Banten. Di tengah tekanan global seperti pelemahan pasar, tingginya biaya produksi, hingga derasnya produk impor, industri tekstil dinilai tetap memiliki daya tahan yang kuat dan membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang andal.
“Melalui kegiatan ini, PLN UID Banten ingin memperkuat hubungan kemitraan strategis dengan pelanggan industri. Kami menghadirkan ruang komunikasi yang kolaboratif untuk memahami kebutuhan pelanggan sekaligus memberikan solusi kelistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Fauzan.
PLN Tawarkan Solusi Energi untuk Industri
Dalam kegiatan tersebut, PLN juga memperkenalkan sejumlah inovasi layanan untuk mendukung efisiensi operasional industri, mulai dari layanan Integrated Business Solution (IBS), monitoring energi, hingga dukungan transisi menuju industri hijau.
Menurut Fauzan, PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga mitra strategis yang mendukung transformasi industri nasional agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.
“PLN terus menghadirkan solusi energi yang dapat membantu pelanggan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung transformasi menuju industri yang lebih hijau,” tambahnya.
Industri Tekstil Soroti Tantangan 2026
Salah satu agenda utama dalam customer gathering ini adalah Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan PLN dengan pelaku industri tekstil dan kimia.
Forum tersebut membahas berbagai tantangan yang diperkirakan dihadapi industri menjelang 2026, mulai dari penurunan utilisasi produksi akibat membanjirnya produk impor, tekanan biaya operasional, hingga ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi daya saing industri nasional.
Andre, perwakilan PT Indah Jaya Industri Tangerang, menilai kegiatan ini memberi banyak masukan positif bagi pelaku usaha, khususnya terkait pemanfaatan energi listrik dan peningkatan layanan kelistrikan.
“Selama ini layanan dan respons yang diberikan PLN kepada pelaku usaha sudah sangat baik dan cepat. Komunikasi yang dibangun juga cukup responsif,” ujarnya.
Ia berharap PLN terus meningkatkan kecepatan pelayanan serta menjaga keandalan pasokan listrik agar aktivitas industri tetap berjalan optimal.
Melalui forum ini, PLN UID Banten berharap hubungan kemitraan dengan sektor industri tekstil dapat semakin kuat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri di Provinsi Banten.
Penulis: Aira Safeeya
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




