Techfin Insight — Sebelum listrik sampai ke rumah pelanggan, ada satu hal yang harus dipastikan lebih dulu: keselamatan para petugas yang bekerja di lapangan.
Kesadaran itulah yang menjadi fokus PT PLN (Persero) UP3 Serpong melalui Apel Pasukan dan Pemeriksaan Peralatan Jasa Konstruksi yang digelar di halaman kantor. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan mitra kerja siap menjalankan tugas dengan mengutamakan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Apel siaga diikuti jajaran manajemen PLN, pengawas pekerjaan, mitra jasa konstruksi, petugas pelayanan teknik, hingga personel lapangan yang terlibat dalam pekerjaan operasional, pemeliharaan, dan pembangunan jaringan listrik di wilayah kerja PLN UP3 Serpong.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan personel, kendaraan operasional, alat kerja, alat pelindung diri (APD), hingga kelengkapan administrasi pekerjaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan lapangan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), aman, dan minim risiko.
Budaya Kerja Selamat Jadi Prioritas
Manager PLN UP3 Serpong, Beny Indra Praja, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan layanan kelistrikan kepada masyarakat.
“Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada keselamatan jiwa manusia. Seluruh personel wajib bekerja sesuai SOP, menggunakan APD lengkap, menjaga disiplin kerja, dan memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan dengan aman, profesional, dan berkualitas,” ujar Beny.
Menurutnya, apel pasukan bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan momentum untuk memastikan seluruh personel memiliki kesadaran yang sama terhadap pentingnya budaya kerja selamat.
Menjaga Keandalan Listrik dari Lapangan
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, mengatakan bahwa kesiapan personel dan penerapan budaya K3 memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pelayanan kelistrikan.
“Setiap pekerjaan kelistrikan memiliki risiko sehingga budaya K3 harus menjadi prioritas utama dan diterapkan secara disiplin oleh seluruh personel. Dengan kesiapan pasukan, peralatan yang memadai, serta pengawasan yang konsisten, PLN optimistis mampu menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif,” ungkap Joharifin.
Ia menilai keandalan listrik yang dirasakan pelanggan tidak terlepas dari disiplin para petugas yang bekerja di lapangan. Karena itu, aspek keselamatan harus menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari setiap pekerjaan.
Keselamatan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Perwakilan pelaksana jasa konstruksi, Rizky Maulana, mengaku kegiatan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh petugas untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam bekerja.
“Dengan adanya kegiatan ini kami semakin diingatkan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kesiapan personel, kelengkapan APD, dan kepatuhan terhadap SOP menjadi hal utama sebelum pekerjaan dilakukan di lapangan,” katanya.
Selain memastikan kesiapan personel dan peralatan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antara PLN dan mitra kerja. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas pekerjaan, meningkatkan kedisiplinan, serta memastikan pasokan listrik tetap andal bagi pelanggan.
Melalui penguatan budaya keselamatan yang berkelanjutan, PLN UP3 Serpong berharap setiap pekerjaan dapat dilaksanakan dengan aman, minim risiko kecelakaan kerja, dan mampu mendukung layanan kelistrikan yang semakin andal bagi masyarakat.
Penulis: Keira Zareen
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.



