• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Bukan Satelit, Tapi Sinar Laser: Saat Taara Menantang Starlink di Langit Dunia
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Teknologi

Bukan Satelit, Tapi Sinar Laser: Saat Taara Menantang Starlink di Langit Dunia

Ketika Elon Musk sibuk menebar satelit Starlink ke langit, Alphabet meluncurkan sebuah pendekatan berbeda. Bukan dengan menembak sinyal dari luar angkasa.

Liora N. Shasmitha
Oleh:
Liora N. Shasmitha
Liora N. Shasmitha
Author:Liora N. Shasmitha
Digital Innovation Writer
Aku tertarik pada teknologi yang membentuk masa depan. Menulis tentang AI, gadget, dan inovasi yang mengubah cara kita hidup dan berinteraksi setiap hari.
Follow:
- Digital Innovation Writer
Publikasi: Kamis, 7 Agustus 2025 - 19.35 WIB
Share
Highlights
  • Ketika Elon Musk sibuk menebar satelit Starlink ke langit, Alphabet meluncurkan sebuah pendekatan berbeda. Bukan dengan menembak sinyal dari luar angkasa.
Navigasi Konten
  • Dari Balon ke Laser: Evolusi Inovasi Alphabet
  • Bagaimana Taara Bekerja?
  • Taara vs Starlink: Siapa yang Menjangkau Lebih Banyak?
  • Menghubungkan Dunia lewat Udara
  • Keterbatasan yang Perlu Diakui
  • Lanskap Baru Internet Global: Makin Padat, Makin Terjangkau?
  • Masa Depan Internet Tidak Satu Arah

Techfin Insight – Bayangkan sinar cahaya tak kasat mata yang melesat di antara dua kota, menembus udara, membawa koneksi internet berkecepatan tinggi—tanpa kabel, tanpa satelit, tanpa menunggu puluhan tahun pembangunan infrastruktur.

Itulah yang sedang dilakukan Taara, anak teknologi terbaru dari induk raksasa Google, Alphabet.

Ketika Elon Musk sibuk menebar satelit Starlink ke langit, Alphabet meluncurkan sebuah pendekatan berbeda.

Bukan dengan menembak sinyal dari luar angkasa, melainkan dengan membangun jaringan cahaya yang menari dari gedung ke gedung, gunung ke gunung, menembus batas konektivitas dengan cara yang lebih sunyi, namun tak kalah revolusioner.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kami tidak mengorbitkan teknologi ke langit, kami memantulkannya di antara cermin.

Mahesh Krishnaswamy, CEO Taara

Dari Balon ke Laser: Evolusi Inovasi Alphabet

Masih ingat Project Loon, proyek balon internet yang terbang tinggi di stratosfer? Alphabet sempat menggantung harapan besar di sana, sebelum akhirnya menghentikannya pada 2021.

Tapi dari puing-puing Loon, lahirlah sesuatu yang lebih fokus: Taara.

Kini, Taara resmi dipisahkan dari laboratorium X milik Alphabet, dan berdiri sebagai entitas mandiri. Dengan status ini, Taara lebih leluasa menerima pendanaan eksternal dan memperluas jangkauan bisnisnya secara global.

Jangan Lewatkan:

Gemini Disorot, Google Tambah Fitur Darurat Kesehatan Mental
13 Apr 2026
Peluncuran satelit GOES-U (foto: dok. SpaceX)
Elon Musk Siapkan 15 Ribu Satelit Baru untuk Internet Dunia
13 Jan 2026
Apple menggandeng Google untuk menghadirkan Siri generasi baru berbasis AI Gemini, menandai perubahan strategi besar Apple di era kecerdasan buatan.
Apple Gandeng Google: Era Baru Siri Berbasis Gemini
13 Jan 2026
Pengguna Gmail Kini Bisa Ganti Alamat Email, Ini Penjelasannya
30 Des 2025

Salah satu investor awalnya adalah Series X Capital, sementara Alphabet masih menggenggam saham minoritas—cukup untuk mengarahkan visi, tanpa membatasi langkah.

Bagaimana Taara Bekerja?

Berbeda dari Starlink yang menaruh ribuan satelit di orbit rendah, Taara bekerja dengan sistem Free Space Optical Communication (FSOC)—teknologi yang mengirim data melalui sinar laser tak terlihat melintasi udara terbuka.

Terminal pintar milik Taara saling mengarahkan sinar cahaya satu sama lain.

Begitu sinyal ditemukan, sistem langsung menguncinya dengan kecepatan hingga 20 Gbps dalam jarak 20 kilometer.

Taara
Berbeda dari Starlink yang menaruh ribuan satelit di orbit rendah, Taara bekerja dengan sistem Free Space Optical Communication (FSOC)—teknologi yang mengirim data melalui sinar laser tak terlihat melintasi udara terbuka.

Yang membuatnya menakjubkan, terminal-terminal ini dilengkapi sensor dan algoritma yang mampu menyesuaikan posisi secara real-time.

Bahkan dalam kondisi cuaca buruk seperti kabut atau hujan ringan, sinyal tetap bisa dijaga tetap stabil.

Bayangkan dua cermin yang saling mencari di tengah angin dan kabut. Begitu mereka saling melihat, tidak ada lagi jarak terlalu jauh.

Taara vs Starlink: Siapa yang Menjangkau Lebih Banyak?

Dua-duanya menjanjikan hal yang sama: internet cepat untuk dunia yang terpinggirkan.
Namun cara mencapainya berbeda.

TaaraStarlink
TeknologiLaser (FSOC)Satelit Orbit Rendah
PendekatanTerestrial, garis pandang langsungSatelit, spektrum radio
TantanganCuaca, halangan visualBiaya peluncuran, gangguan spektrum
Wilayah Uji CobaIndia, Afrika, Kinshasa–Brazzaville125 negara, termasuk Indonesia
KelebihanTanpa infrastruktur kabel mahalCakupan sangat luas

Sementara Starlink sudah mengumpulkan lebih dari 5 juta pelanggan, Taara masih dalam fase ekspansi.

Namun keunggulannya adalah biaya implementasi yang jauh lebih rendah dan skalabilitas yang tinggi—selama ada dua titik yang bisa “saling melihat”.

Menghubungkan Dunia lewat Udara

Salah satu pencapaian menarik Taara terjadi di Afrika: Ia berhasil menghubungkan Kinshasa dan Brazzaville, dua ibu kota negara yang dipisahkan oleh Sungai Kongo.

Biasanya, butuh kabel bawah air yang mahal dan rentan rusak. Taara melakukannya dalam udara terbuka—tanpa menggali tanah atau meluncurkan satelit.

Teknologi yang paling transformatif sering kali datang tanpa suara. Hanya cahaya yang bergerak dalam diam.

Keterbatasan yang Perlu Diakui

Taara memang menjanjikan, tetapi tidak tanpa batas.

Jangan Lewatkan:

Google resmi merilis Gemini 3 lewat “silent rollout” 18 November 2025. Model AI terbaru ini membawa kemampuan Deep Think dan multimodal real-time yang mendekati AGI.
Google Rilis Gemini 3: Lompatan Besar Menuju Era AI yang Bernalar
25 Nov 2025
Gemini AI besutan Google, yang menawarkan fitur generative AI untuk melakukan pengeditan hanya dengan perintah teks sederhana.
Gemini AI Google: Cara Edit Foto dengan Perintah Teks Mudah & Cepat
29 Sep 2025
Google kembali menggebrak dunia AI dengan meluncurkan pembaruan besar untuk Gemini, platform kecerdasan buatannya.
Google Rilis Gemini Update: Nano Banana Bikin Foto Kreatif & Unggah Audio
29 Sep 2025
Google Bawa Gemini ke Chrome: Asisten AI Siap Saingi Copilot
21 Sep 2025

Karena berbasis sinar laser, teknologi ini butuh garis pandang langsung antara dua titik. Gedung, pohon, atau bahkan kabut tebal bisa mengganggu.

Ilustrasi teknologi dari Terabit Access for Rural and Remote Areas atau Taara. (Dok: Perusahaan)

Maka wilayah dengan medan rumit atau cuaca ekstrem masih jadi tantangan.

Namun, pendekatan Taara tetap menjadi pelengkap penting di tengah dominasi model satelit.

Terutama untuk kawasan urban padat, daerah pegunungan, atau kota-kota yang ingin solusi cepat tanpa menggali jalanan.

Lanskap Baru Internet Global: Makin Padat, Makin Terjangkau?

Kini, peta konektivitas dunia semakin kompleks:

  • Starlink mendominasi satelit.
  • OneWeb (yang kini bergabung dengan Eutelsat) bergerak cepat di Eropa dan Asia Tengah.
  • Taara membangun jaringan darat berbasis cahaya.
  • Belum lagi perusahaan seperti Amazon Project Kuiper dan AST SpaceMobile yang bersiap masuk gelanggang.

Persaingan ini bukan hanya soal siapa yang tercepat. Tapi siapa yang paling fleksibel, efisien, dan terjangkau bagi miliaran manusia yang masih menunggu terhubung.

Masa Depan Internet Tidak Satu Arah

Apakah Taara akan mengalahkan Starlink? Belum tentu. Tapi yang pasti, dunia kini punya lebih dari satu cara untuk menjangkau mereka yang selama ini hidup di luar jangkauan.

Dalam lanskap teknologi yang semakin luas, mungkin jawabannya bukan satu solusi mengalahkan yang lain, melainkan semua solusi bekerja bersama.

Cahaya, satelit, kabel, dan gelombang—selama mereka membawa pengetahuan dan koneksi ke tempat yang membutuhkannya, kita sedang menuju dunia yang lebih setara.

Kredit Redaksi:
Penulis: Liora N. Shasmitha
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image
TOPIK:AlphabetFSOCGoogleinternet laserStarlinkTaaraTeknologi Komunikasi

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Liora N. Shasmitha
Author:Liora N. Shasmitha
Digital Innovation Writer
Follow:
Aku tertarik pada teknologi yang membentuk masa depan. Menulis tentang AI, gadget, dan inovasi yang mengubah cara kita hidup dan berinteraksi setiap hari.
Tulisan Sebelumnya 👈 Realita Pahit: Kelas Menengah ‘Terprogram’ untuk Hidup Pas-pasan?
👉 Tulisan Selanjutnya Advan merilis Workmate, laptop baru yang menyasar para mahasiswa, pekerja lepas, hingga pemilik usaha rintisan. Bukan sekadar alat, tapi teman seperjalanan untuk siapa saja yang punya mimpi dan sedang mencicil jalannya. Advan Workmate: Laptop Lokal untuk Kamu yang #BeraniMulai
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Insight

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026
Bisnis

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026
Bisnis

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026
Kultur

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026
Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

25 Apr 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Persona

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Ammar Fahri
21 Apr 2026
Utilitas

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Aira Safeeya
21 Apr 2026
Bisnis

Clean Energy Day PLN Banten: Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Aira Safeeya
19 Apr 2026
Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Aira Safeeya
17 Apr 2026
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.
Insight

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Keira Zareen
16 Apr 2026
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.
Teknologi

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Teknologi

Samsung Akhirnya Bisa Kirim File ke iPhone, Tanpa Aplikasi Tambahan

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Ilustrasi masyarakat tetap produktif ketika menjalani Work From Home berkat keandalan dan layanan listrik yang mudah diakses melalui PLN Mobile.
Utilitas

WFH Makin Berat? PLN Kasih Diskon Tambah Daya 50%

Aira Safeeya
16 Apr 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

Insight

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

Kultur

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Persona

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Utilitas
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Insight
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Teknologi
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com