• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka: Sebuah Ruang untuk Pulih Pelan-pelan
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Insight

Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka: Sebuah Ruang untuk Pulih Pelan-pelan

Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka adalah buku yang mengingatkan kita bahwa tidak semua perjalanan harus diselesaikan dengan cepat.

Oleh: Keira Zareen - Insight Thinker
Publikasi: Jumat, 10 Oktober 2025 - 01.45 WIB
Share
Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka adalah buku yang mengingatkan kita bahwa tidak semua perjalanan harus diselesaikan dengan cepat.
Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka adalah buku yang mengingatkan kita bahwa tidak semua perjalanan harus diselesaikan dengan cepat.
Navigasi Konten
  • Dari Keheningan Menjadi Bahasa
  • Bahasa Raifian: Antara Jeda dan Keberanian untuk Tenang
  • Membaca sebagai Cara Pulih
  • Taman Kata: Kumpulan Quotes dari Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka
  • Lebih dari Buku, Sebuah Ekosistem Makna

Techfin Insight – Di tengah dunia yang sibuk merayakan kesembuhan sebagai perlombaan, Setiawan Chogah justru memilih jalan lain: ia menanam luka.

Melalui novel debutnya, Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka, penulis yang dikenal lewat tulisan-tulisan reflektif di Techfin Insight ini menghadirkan kisah yang lembut namun dalam—tentang bagaimana manusia belajar berdamai dengan diri, dengan cinta, dan dengan Tuhan, tanpa kehilangan kesadaran akan keindahan kecil yang sering terlewat.

Novel ini berawal dari Wattpad, hanya beberapa bulan lalu. Namun dalam waktu singkat, kisahnya naik ke jajaran populer di kategori sastra, psikologis, dan self-acceptance.

Banyak pembaca yang mengaku “tidak bisa membacanya cepat” karena setiap bab terasa seperti ruang hening yang meminta waktu untuk duduk.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kini, novel tersebut hadir dalam versi cetak—setebal 246 halaman, tersedia dalam dua pilihan: softcover dan hardcover—dan bisa didapatkan melalui Tokopedia Setiawan Chogah.

Dari Keheningan Menjadi Bahasa

Chogah menulis seperti seseorang yang berbicara pelan kepada dirinya sendiri. Tokoh utama, Raif, adalah penulis sekaligus perenung yang memilih tinggal sedikit lebih jauh dari dunia—di rumah kecil dengan halaman yang penuh tanaman.

Dari Ficus virens hingga Nepenthes mirabilis, setiap flora di halaman rumahnya menjadi metafora: tentang tumbuh tanpa tergesa, tentang kehilangan yang tidak berarti akhir, tentang kasih yang tidak selalu harus memiliki.

Jangan Lewatkan:

Dari Akar ke Kuantum: Peta Pergeseran Luka Manusia Modern dalam Fiksi Setiawan Chogah
20 Jan 2026
Iman dan orientasi dalam sastra queer Indonesia
Iman dan Orientasi: Membedah Duologi Setiawan Chogah dalam Kajian Sastra Queer
25 Nov 2025
Novel Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka Cover Terbaru
Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka: Novel tentang Pulang
24 Nov 2025
Pustaka Cakrawala 7: Ketika Perpustakaan Jadi Ruang Cerita dan Pemulihan
25 Nov 2025

Tidak ada adegan besar dalam buku ini, tidak ada amarah yang berteriak. Justru dari kesunyianlah, Chogah mengajak pembaca untuk melihat kembali apa yang penting.

Ia menulis luka bukan sebagai penderitaan, melainkan sebagai sesuatu yang bisa disirami, dijaga, dan dibiarkan hidup berdampingan dengan bahagia.

Bahasa Raifian: Antara Jeda dan Keberanian untuk Tenang

Dalam dunia literasi Techfin Insight, tulisan Chogah dikenal dengan napas “Raifian”—gaya tutur yang lembut, penuh jeda, dan memelihara kesadaran.

Bahasanya tidak berteriak, tetapi meninggalkan gema panjang. Kata-katanya terasa seperti affirmation yang tidak dibuat-buat—“pelan, tapi menembus.”

Setiap paragraf mengandung semacam keberanian yang tenang: untuk jujur, untuk mengakui letih, untuk menulis doa tanpa menjanjikan keajaiban.

Dalam Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka, Raif menjadi simbol dari manusia yang belajar menenangkan badai dalam dirinya sendiri.

Novel Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka karya Setiawan Chogah.

Membaca sebagai Cara Pulih

Buku ini bukan hanya fiksi, melainkan juga ruang. Ia mengajarkan bahwa pulih tidak selalu berarti kembali seperti semula. Terkadang, pulih berarti menerima bahwa kita tidak akan pernah sama lagi—dan tetap baik-baik saja dengan itu.

Di tengah budaya produktivitas yang terus menuntut “cepat sembuh”, novel ini justru memberi izin bagi pembacanya untuk berhenti sebentar.

Untuk menatap halaman, mendengar suara bambu bergesek di angin, atau sekadar diam sambil memahami kalimat sederhana: “Tidak semua yang jatuh perlu disembunyikan.”

Taman Kata: Kumpulan Quotes dari Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka

Salah satu kekuatan novel ini adalah kepiawaiannya menaburkan kalimat-kalimat yang bisa tumbuh di hati pembaca.

Tidak berlebihan bila buku ini disebut “taman kata”—setiap kutipannya adalah benih kecil yang bisa meneduhkan hari siapa pun yang membacanya.

“Aku percaya, luka bukan untuk dihapus. … luka adalah benih. Ia bisa membusuk dan mengundang lalat kesedihan. Ia bisa juga, dengan cara entah bagaimana, bertahan—berubah menjadi sesuatu yang berakar.”

“Benih yang tumbuh di tanah yang sabar akan memberi batang… Dan pohon—betapa pun lahir dari perih—bisa menjadi tempat orang menaruh kepala ketika dunia terlalu keras.”

“Aku memilih menanam. Tidak semua benih tumbuh. Tidak semua yang tumbuh indah. Namun aku lebih tenang memiliki pekerjaan kecil setiap pagi.”

“Takut adalah lampu yang menyala ketika seseorang harus menata jalan, bukan tanda untuk memutar balik.”

“Sabar adalah suara yang paling panjang umurnya.”

“Tidak ada keberanian yang lebih besar dari mengakui. Dan tidak ada pengakuan yang ramah kalau diucapkan terlalu cepat.”

“Pernikahan bukan upacara, melainkan keputusan yang diperbarui setiap hari.”

“Kalau ada cinta di sini, biarlah ia bekerja dalam diam—seperti akar flamboyan yang tidak menuntut terlihat, tapi menahan tanah agar tidak retak.”

“Tuhan, jangan kurangi keberanianku untuk hidup tanpa tipu, dan jangan tambahi kebutuhanku untuk dimengerti.”

Kalimat-kalimat seperti ini berserakan di seluruh halaman, meneguhkan bahwa sastra tidak harus tinggi untuk menjadi dalam. Ia cukup jujur dan manusiawi.

Lebih dari Buku, Sebuah Ekosistem Makna

Dalam wawancara singkat dengan Techfin Insight, Chogah menyebut bahwa buku ini bukan sekadar karya sastra, tetapi bagian dari ekosistem makna yang ia bangun: menulis, menggambar, mendesain, dan berbagi ruang tumbuh bagi pembaca dan komunitas pekerja migran di Hong Kong, tempat ia banyak berkarya.

Jangan Lewatkan:

Novel reflektif karya Setiawan Chogah, kini bisa dinikmati dalam format cetak dan e-book eksklusif di Techfin Insight. Sebuah kisah tentang rumah, pulang, dan luka yang tumbuh menjadi harapan baru.
Eksklusif, e-Book Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka
15 Nov 2025
Di tengah riuh dunia, Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka mengajak kita untuk menanam hening.
Setiawan Chogah dan Pohon-pohon yang Menyimpan Luka dengan Teduh
23 Agu 2025
Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka
Menemukan Hening di Novel ‘Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka’ Karya Setiawan Chogah
23 Agu 2025
The Psychology of Money
7 Pelajaran Berharga dari Buku The Psychology of Money
31 Mar 2025

Proses penulisan dan penerbitan Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka menjadi refleksi personal sekaligus publik: bahwa literasi tidak harus besar untuk menjadi berguna. Ia cukup jujur, pelan, dan berakar.

Sama seperti Raif yang menanam ficus di halaman rumahnya, Chogah menanam kata-kata untuk siapa saja yang sedang belajar memaafkan dirinya sendiri.

Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka adalah buku yang mengingatkan kita bahwa tidak semua perjalanan harus diselesaikan dengan cepat.

Ada perjalanan yang perlu dinikmati dalam diam. Ada luka yang tidak harus ditutup rapat—cukup ditanam, agar suatu hari tumbuh menjadi teduh.

Novel ini, sebagaimana karya Chogah lainnya, bukan sekadar bacaan. Ia adalah teman bicara di pagi tenang, ketika dunia belum meminta kita tergesa.

Dan mungkin, setelah membacanya, kita akan sadar: beberapa hal tidak perlu dimenangkan, cukup dijaga agar tetap tumbuh.

Kredit Redaksi:
Penulis: Keira Zareen
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image
TOPIK:BookBukuPohon-pohon yang Ditanam setelah LukaSastraSastra Kontemporer

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Author:Keira Zareen
Insight Thinker
Follow:
Aku mengeksplorasi isu sosial dan refleksi personal. Tulisanku berangkat dari keresahan kecil, mengajak kamu berpikir dan melihat dunia dari sudut yang berbeda.
Tulisan Sebelumnya 👈 Suasana agenda The 41st HAPUA Council Meeting yang diselenggarakan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (3/10). PLN Dorong Integrasi Listrik Hijau ASEAN Lewat ASEAN Power Grid
👉 Tulisan Selanjutnya Unit Google Cloud resmi meluncurkan Gemini Enterprise, platform kecerdasan buatan (AI) terbaru yang ditujukan bagi pekerja profesional dan organisasi lintas sektor. Google Luncurkan Gemini Enterprise, Tantang Microsoft dan OpenAI
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Insight

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026
Bisnis

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026
Bisnis

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026
Kultur

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026
Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

25 Apr 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Persona

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Ammar Fahri
21 Apr 2026
Utilitas

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Aira Safeeya
21 Apr 2026
Bisnis

Clean Energy Day PLN Banten: Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Aira Safeeya
19 Apr 2026
Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Aira Safeeya
17 Apr 2026
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.
Insight

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Keira Zareen
16 Apr 2026
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.
Teknologi

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Teknologi

Samsung Akhirnya Bisa Kirim File ke iPhone, Tanpa Aplikasi Tambahan

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Ilustrasi masyarakat tetap produktif ketika menjalani Work From Home berkat keandalan dan layanan listrik yang mudah diakses melalui PLN Mobile.
Utilitas

WFH Makin Berat? PLN Kasih Diskon Tambah Daya 50%

Aira Safeeya
16 Apr 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

Insight

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

Kultur

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Persona

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Utilitas
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Insight
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Teknologi
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com