• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Personal Finance
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • ShopNew
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Jeritan Sunyi di Balik Seragam, Membaca Luka di Tengah Linimassa
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Customer Partnership Forum 2026, PLN Dengarkan Kebutuhan Pelanggan

26 Sep 2026
SPKLU Center XDN Cipondoh dengan 12 slot Ultra Fast Charging untuk pengguna kendaraan listrik di Kota Tangerang

SPKLU Center XDN Cipondoh, Charging Makin Dekat dengan Mobilitas Warga

26 Sep 2026
PLN UP3 Banten Selatan menandatangani MoU dengan Kejaksaan Negeri Lebak dan Pandeglang untuk memperkuat tata kelola perusahaan.

PLN UP3 Banten Selatan Perkuat Tata Kelola lewat Sinergi dengan Kejaksaan

26 Sep 2026
Kehadiran platform digital memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada lebih banyak orang.

Membangun Masa Depan melalui Kreativitas di Era Digital

26 Sep 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Insight

Jeritan Sunyi di Balik Seragam, Membaca Luka di Tengah Linimassa

Setiawan Chogah
Terbit: 1 September 2025 - 07.52 WIB
Share
4 Menit
Navigasi Konten
  • Sebuah Story Singkat, Tapi Berat
  • Identitas yang Menjadi Beban
  • Algoritma, Polarisasi, dan Jeritan Sunyi
  • Manusia di Balik Seragam
  • Kalau Kita Terus Reaktif…

Techfin Insight – Pagi ini, usai menutup aplikasi Journal, saya membuka TikTok. Linimassa masih panas, penuh potongan demonstrasi, kabar tentang kerusuhan, penjarahan, sampai teriakan massa yang direkam tergesa dengan kamera goyah.

Di antara semua itu, algoritma tetap bekerja. Ia menyelipkan iklan celana linen, mungkin karena beberapa pekan lalu saya pernah hampir menekan tombol checkout di sebuah marketplace.

Rasanya absurd: di layar yang sama, ada teriakan dan asap, lalu beberapa detik kemudian, sepotong iklan tentang bahan yang ringan, adem, dan nyaman dipakai di musim panas.

Media sosial memang begitu. Ia tidak pernah benar-benar menyesuaikan dengan suasana hati manusia.

- Advertisement -
Jasa Pembuatan Website Murah di BantenJasa Pembuatan Website Murah di Banten

Ia hanya membaca riwayat klik, lalu menyodorkan sesuatu yang dianggap relevan.

Hidup kita pun, kalau dipikir-pikir, sudah lama seperti linimassa: penuh tabrakan, di mana tragedi, humor, iklan, dan komentar hadir bersamaan tanpa jeda.

Sebuah Story Singkat, Tapi Berat

Di antara arus yang tak berhenti itu, saya mendapati satu unggahan lain. Kali ini bukan dari akun berita, bukan juga dari brand pakaian, tapi dari seorang teman lama. Ia menulis di story Instagram:

“Saya polisi, kalau memang benci, silakan unfollow.”

Kalimatnya sederhana, tapi cukup membuat saja diam sejenak. Saya tahu dia baik, saya mengenalnya sebelum seragam itu menempel di tubuhnya.

Kami pernah duduk di warung kopi pinggir jalan, bercanda soal bola–meski saya tidak mengerti bola sama sekali–atau mengeluh tentang harga bensin.

Tapi kini, di linimassa, ia tampil bukan lagi sebagai dirinya yang saya kenal, melainkan sebagai representasi sebuah institusi. Dan dari situ, ia merasa perlu menegaskan: jika benci, unfollow saja.

Sekilas, jemari saya sempat gatal menulis balasan singkat—“Brimob kok galau?”—lengkap dengan sebuah emotikon bercanda.

Jangan Lewatkan:

Ilustrasi interaksi antara manusia dan robot kecerdasan buatan (AI) yang merepresentasikan kolaborasi teknologi di dunia kerja.
AI Makin Pintar, Lalu Apa yang Akan Terjadi pada Pekerjaan Manusia?
21 Sep 2026
Panduan strategis membangun konten dengan audience global tanpa kehilangan identitas sebagai content creator lokal.
Cara Membangun Konten Global bagi Content Creator
3 Feb 2026
Bukan yang Paling Teknis, Ini Skill yang Akan Bikin Karier Naik di 2026
14 Jan 2026
Setiawan Chogah: Teruslah Jadi Engineer, Bukan Hanya di Pabrik
20 Okt 2025

Namun detik berikutnya saya urungkan. Ada sesuatu yang menahan: ingatan bahwa di balik seragam itu, ia tetap manusia biasa.

Saya jadi ingat Tony Stark, dengan seluruh armor yang membungkusnya, pernah rapuh di balik baja. Maka, mengapa seorang kawan yang hanya mengenakan seragam nyata tak boleh merasakan hal yang sama?

Identitas yang Menjadi Beban

Betapa berat rasanya punya identitas yang menempel begitu kuat, sampai orang lupa ada manusia di baliknya.

Di mata publik, ia bukan lagi “si A yang suka bercanda” atau “si A yang dulu main futsal bareng.” Ia sekarang hanyalah “polisi.” Selesai.

Dan di tengah marahnya publik, seragam itu bisa berubah jadi beban. Bukan sekadar pekerjaan, tapi cap yang melekat, yang membuat orang berhenti melihat manusianya.

Story singkat itu adalah tanda bahwa ia pun merasakan luka itu. Luka karena dicampuradukkan dengan stigma, luka karena merasa dibenci hanya karena profesi.

Algoritma, Polarisasi, dan Jeritan Sunyi

Linimassa kita makin keras. Algoritma membuat konten marah lebih cepat viral daripada klarifikasi.

Ungkapan ketidakpuasan lebih ramai ketimbang cerita tentang kerja sunyi. Dalam pusaran seperti itu, mudah sekali satu kelompok jadi target kebencian massal.

Story teman saya itu, mungkin, adalah cara paling sederhana untuk ia mencoba bertahan. Alih-alih membalas panjang atau berdebat, ia hanya menulis: kalau memang benci, silakan unfollow.

Bukan karena menantang, tapi karena ingin tahu siapa yang tetap mau melihatnya sebagai manusia.

Manusia di Balik Seragam

Tidak semua orang bisa memilih. Polisi yang bertugas di lapangan hari ini barangkali hanya menjalankan jadwal, sebagaimana kita yang esok harus tetap masuk kerja meski sedang tidak ingin.

Tugas itu, suka atau tidak, harus diselesaikan.

Saya tidak sedang menulis untuk membela. Saya juga tidak menolak kritik publik yang punya alasan kuat untuk marah.

Saya hanya ingin mengingatkan diri sendiri bahwa polisi pun manusia. Mereka punya keluarga yang membaca komentar pedas.

Mereka punya anak yang suatu hari akan bertanya, “Ayah, kenapa orang-orang marah pada polisi?”

Mereka juga punya lingkaran pertemanan yang mungkin perlahan menjauh. Mereka menjalankan tugas, sering tanpa pilihan, dan di tengah semua itu, mereka tetap harus berdiri di garis depan.

Apakah semua benar? Tentu tidak. Apakah semua salah? Juga tidak sesederhana itu.

Kalau Kita Terus Reaktif…

Kita terbiasa menatap pakaian, lalu melupakan wajah di baliknya. Sama seperti kita menatap linimassa, lalu lupa bahwa di balik akun ada manusia yang sedang lelah.

Story teman saya, bagi saya, bukan soal benar atau salah. Itu hanyalah jeritan sunyi seorang manusia yang kebetulan memakai seragam, tapi tetap ingin diakui keberadaannya.

Dan mungkin, di sinilah kita perlu berhenti sejenak. Kalau kita terus melatih diri untuk reaktif—membenci cepat, menghakimi instan—maka hari ini targetnya polisi, besok siapa lagi?

Bisa dokter, jurnalis, tetangga, atau bahkan orang yang kita sayangi. Dunia digital dengan algoritmanya bisa dengan mudah membuat siapa pun jadi musuh bersama.

Kita terbiasa menatap pakaian, lalu melupakan wajah di baliknya. Sama seperti kita menatap linimassa, lalu lupa bahwa di balik akun ada manusia yang sedang lelah.

Setiawan Chogah

Pelajaran pentingnya mungkin bukan hanya soal polisi atau demonstrasi, tapi tentang kita sendiri: bagaimana kita memilih untuk bereaksi.

Apakah kita ingin jadi bagian dari kebisingan, atau justru menjadi jeda yang menghadirkan ketenangan?

Saya menutup layar ponsel. Di luar jendela, matahari masih naik perlahan, menyingkap bayangan pohon yang jatuh ke jalan. Saya teringat wajah teman saya, dulu tanpa seragam, hanya seorang anak muda dengan tawa lebar.

Kini, ia berdiri di dunia yang keras, membawa seragam, membawa stigma. Tapi di balik itu semua, ia tetap manusia.

Dan barangkali, di balik segala bising linimassa, itulah yang perlu kita ingat: bahwa sebelum ada institusi, ada individu; sebelum ada seragam, ada hati.

Hati yang lebih dulu berdenyut sebelum tubuh dibentuk, hati yang mengenal takut dan rindu, hati yang menyimpan keinginan sederhana untuk pulang dengan selamat.

Dan sebelum semua itu, ada kita. Kita yang pernah sama-sama berlari di lapangan sore, mengejar bola plastik yang mudah pecah, tertawa tanpa beban.

Kita yang duduk bersila di musala kecil, mengaji sambil sesekali salah membaca tapi tetap saling menyemangati.

Kita yang dulu hanya anak-anak dengan mimpi sederhana—tentang es lilin, layang-layang, dan hari esok yang terasa jauh sekali. Lantas, mengapa sekarang harus membenci?

Kredit Redaksi:
Penulis: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image
TOPIK:InsightMedia SosialPekerjaanPolisi

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Penulis:Setiawan Chogah
Editor-in-Chief
Follow:
Menulis bagiku adalah perjalanan di lorong sunyi antara diri dan dunia. Tentang keuangan, tentang hidup yang bergegas, tentang jiwa yang terkadang ingin berhenti sejenak. Lewat tulisan, aku berharap kau menemukan jeda, ruang bernapas, dan makna yang kerap luput dari genggaman.
Tulisan Sebelumnya 👈 Flip bersama Bank Aladin Syariah meluncurkan Super Flip, sebuah fitur tabungan syariah yang terintegrasi langsung dalam aplikasi Flip. Super Flip: Tabungan Syariah Digital Baru Kolaborasi Flip & Bank Aladin
👉 Tulisan Selanjutnya Koruptor yang Belum Menjabat Kita Ini Koruptor yang Belum Menjabat, Hanya Beda Panggung
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Bisnis

Customer Partnership Forum 2026, PLN Dengarkan Kebutuhan Pelanggan

26 Sep 2026
SPKLU Center XDN Cipondoh dengan 12 slot Ultra Fast Charging untuk pengguna kendaraan listrik di Kota Tangerang
Utilitas

SPKLU Center XDN Cipondoh, Charging Makin Dekat dengan Mobilitas Warga

26 Sep 2026
PLN UP3 Banten Selatan menandatangani MoU dengan Kejaksaan Negeri Lebak dan Pandeglang untuk memperkuat tata kelola perusahaan.
Bisnis

PLN UP3 Banten Selatan Perkuat Tata Kelola lewat Sinergi dengan Kejaksaan

26 Sep 2026
Kehadiran platform digital memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada lebih banyak orang.
Gaya Hidup

Membangun Masa Depan melalui Kreativitas di Era Digital

26 Sep 2026
Gaya Hidup

Pusat Perbelanjaan di Era Digital: Ketika Belanja Menjadi Pengalaman

25 Sep 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

SEO Website Bisnis di Era AI Search
Bisnis

SEO Website Bisnis di Era AI Search: Apa yang Perlu Dipersiapkan?

Runggu Manalu
25 Sep 2026
Bagi banyak orang, terutama generasi muda, dunia game telah berkembang menjadi ruang untuk berkomunikasi, mencari teman, mengekspresikan diri, bahkan membangun komunitas.
Gaya Hidup

Ketika Bermain Game Menjadi Bagian dari Kehidupan

Tama Mada
25 Sep 2026
SPKLU Center XDN Cipondoh menjadi SPKLU Center pertama di Kota Tangerang
Teknologi

SPKLU Center XDN Cipondoh Jadi SPKLU Center Pertama di Tangerang

Liora N. Shasmitha
25 Sep 2026
Kolaborasi strategis PLN senilai Rp3,3 triliun di Electricity Connect 2026
Utilitas

5 Kolaborasi Strategis PLN di Electricity Connect Capai Rp3,3 Triliun

Aira Safeeya
24 Sep 2026
Teknologi

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Produktivitas PC dan AI

Liora N. Shasmitha
22 Sep 2026
OpenAI memperkenalkan ChatGPT Images 2.5 pada 8 September 2026. Pembaruan ini membawa peningkatan pada kualitas visual, detail, kecepatan pembuatan gambar, serta kemampuan melakukan pengeditan secara lebih presisi.
Teknologi

ChatGPT Berubah Lagi: Mencoba GPT-6 Astra, Gambar 2.5, dan Voice Baru

Liora N. Shasmitha
22 Sep 2026
PLN UP3 Cikokol dan Pemkot Tangerang memperkuat sinergi pelayanan masyarakat
Bisnis

PLN UP3 Cikokol dan Pemkot Tangerang Perkuat Sinergi Pelayanan Masyarakat

Aira Safeeya
22 Sep 2026
Aktivitas bermain game online kini telah bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial digital yang melibatkan berbagai elemen ekosistem teknologi.
Gaya Hidup

Evolusi Game Online: Dari Hiburan Layar Saku ke Ekosistem Digital Raksasa

Tama Mada
21 Sep 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.
SPKLU Center XDN Cipondoh dengan 12 slot Ultra Fast Charging untuk pengguna kendaraan listrik di Kota Tangerang

SPKLU Center XDN Cipondoh, Charging Makin Dekat dengan Mobilitas Warga

Utilitas
Kehadiran platform digital memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada lebih banyak orang.

Membangun Masa Depan melalui Kreativitas di Era Digital

Gaya Hidup Insight

Pusat Perbelanjaan di Era Digital: Ketika Belanja Menjadi Pengalaman

Gaya Hidup
Bagi banyak orang, terutama generasi muda, dunia game telah berkembang menjadi ruang untuk berkomunikasi, mencari teman, mengekspresikan diri, bahkan membangun komunitas.

Ketika Bermain Game Menjadi Bagian dari Kehidupan

Gaya Hidup Kultur
SPKLU Center XDN Cipondoh menjadi SPKLU Center pertama di Kota Tangerang

SPKLU Center XDN Cipondoh Jadi SPKLU Center Pertama di Tangerang

Teknologi
Kolaborasi strategis PLN senilai Rp3,3 triliun di Electricity Connect 2026

5 Kolaborasi Strategis PLN di Electricity Connect Capai Rp3,3 Triliun

Utilitas

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Produktivitas PC dan AI

Teknologi
OpenAI memperkenalkan ChatGPT Images 2.5 pada 8 September 2026. Pembaruan ini membawa peningkatan pada kualitas visual, detail, kecepatan pembuatan gambar, serta kemampuan melakukan pengeditan secara lebih presisi.

ChatGPT Berubah Lagi: Mencoba GPT-6 Astra, Gambar 2.5, dan Voice Baru

Teknologi
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com