• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Menemukan Hening di Novel ‘Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka’ Karya Setiawan Chogah
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

25 Apr 2026

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

21 Apr 2026

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

21 Apr 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Gaya Hidup

Menemukan Hening di Novel ‘Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka’ Karya Setiawan Chogah

Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka bisa menjadi alasan untuk berhenti sejenak. Untuk menepi. Untuk belajar bahwa pulang bukan sekadar alamat, melainkan cara berjalan.

Oleh: Keira Zareen - Insight Thinker
Publikasi: Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10.27 WIB
Share
Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka
Novel Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka Setiawan Chogah.
Navigasi Konten
  • Hening sebagai Jalan Pulang
  • Profil Singkat Setiawan Chogah
  • Kidung yang Menjadi Pengantar
  • Membaca Tanpa Biaya, Menanam dengan Cinta
  • Mengajak Pulang dengan Cerita
  • Sebuah Undangan untuk Duduk

Techfin Insight – Ketika banyak penulis berlomba mengejutkan, Setiawan Chogah mengambil arah lain: menulis dengan ritme teduh, berakar pada simbol-simbol botani, dan memanggil kita belajar mencintai tanpa merusak. Novel terbarunya, Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka, hadir bukan untuk gegap gempita, melainkan untuk menyembuhkan.

Meski berbungkus fiksi, kisah ini berutang pada kenyataan. Setiawan Chogah menulis seperti juru kamera kehidupan: merekam Raif, Rangga, Dinda, Keira, dan tokoh-tokoh lain dengan jujur, sehingga kita merasa pernah bertemu mereka di gang kecil, rumah sederhana, atau ruang kelas seadanya.

Mereka bukan pahlawan, mereka manusia—dan kedalaman merekalah yang mengajak kita merenung, kadang sambil menyeka air mata.

Hening sebagai Jalan Pulang

Novel ini mengajak pembaca memasuki ruang yang jarang disentuh oleh cerita arus utama. Hening tidak dipandang sebagai kekosongan, melainkan ruang subur yang memberi tempat bagi luka untuk bernapas. Melalui simbol pohon-pohon—Ficus virens, Santalum album, Nepenthes mirabilis, Michelia champaca, dan lain-lain—Setiawan menuntun kita memahami bahwa hidup tidak selalu harus spektakuler.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Setiap flora yang muncul bukan sekadar dekorasi, tetapi metafora hidup. Bambu, misalnya, mengingatkan kita pada kelenturan; ilalang pada keteguhan untuk tumbuh kembali; cendana pada wangi yang tidak memaksa; dan kamboja pada cara jatuh yang tetap memberi. Dengan cara ini, pembaca diajak untuk belajar dari pohon: meneduhkan, menyaring, menampung, lalu melepaskan.

Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka
Novel “Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka” karya Setiawan Chogah.

Profil Singkat Setiawan Chogah

Setiawan Chogah bukanlah nama asing di jagat kepenulisan reflektif. Selama bertahun-tahun, ia menulis esai dan catatan pendek yang bertebaran di berbagai media, selalu dengan bahasa lirih yang menjadi ciri khasnya.

Namun, novel ini menandai kepulangannya ke ranah fiksi—setelah sekian lama ia menepi untuk menulis tentang edukasi finansial dan pengembangan diri.

Jangan Lewatkan:

Dari Akar ke Kuantum: Peta Pergeseran Luka Manusia Modern dalam Fiksi Setiawan Chogah
20 Jan 2026
Iman dan orientasi dalam sastra queer Indonesia
Iman dan Orientasi: Membedah Duologi Setiawan Chogah dalam Kajian Sastra Queer
25 Nov 2025
Novel Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka Cover Terbaru
Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka: Novel tentang Pulang
24 Nov 2025
Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka adalah buku yang mengingatkan kita bahwa tidak semua perjalanan harus diselesaikan dengan cepat.
Pohon-pohon yang Ditanam Setelah Luka: Sebuah Ruang untuk Pulih Pelan-pelan
10 Okt 2025

Misinya sederhana: menulis untuk memberi ruang. Setiawan percaya, menulis bukan sekadar memamerkan kepandaian bahasa, melainkan menghadirkan rumah kecil bagi orang lain yang sedang letih.

Itulah mengapa ia menolak tergesa-gesa; setiap bab dalam novel ini berjalan seperti langkah orang yang memilih duduk di teras sambil menatap pohon.

Kidung yang Menjadi Pengantar

Ada sesuatu yang unik dalam edisi digital novel ini di Wattpad. Setiawan menghadirkan kidung pengantar di setiap bab—lagu-lagu pilihan yang disarankan untuk diputar sebelum membaca. Dengan begitu, pembaca tidak hanya memasuki cerita melalui kata, tetapi juga melalui suasana musik.

Kidung itu bekerja sebagai pintu: membuka emosi, memberi ritme, dan menyiapkan hati. Seolah sebelum berjumpa dengan Raif dan dunia kecilnya, kita diajak merapikan napas agar bisa membaca dengan perlahan.

Membaca Tanpa Biaya, Menanam dengan Cinta

Dalam periode awal, Setiawan membagikan karyanya secara cuma-cuma di Wattpad. Baginya, karya ini adalah ajakan: mari duduk sejenak, mari belajar dari pohon, mari menemukan hening. Ia percaya, dunia yang terlalu sibuk butuh jeda, dan membaca pelan bisa menjadi salah satu cara untuk tetap waras.

Namun, Setiawan juga menyiapkan edisi cetak terbatas. Bagi mereka yang ingin merasakan aroma kertas, menyentuh ilustrasi halaman demi halaman, dan menyimpan buku ini di rak sebagai teman lama, versi cetak akan menjadi penanda kehadiran yang lebih intim.

Mengajak Pulang dengan Cerita

Apa yang ditawarkan novel ini bukan sekadar kisah cinta atau drama kehidupan. Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka menawarkan rumah—sebuah konsep yang jarang kita temukan di novel populer.

Rumah di sini bukan alamat, melainkan keadaan batin: tempat kita bisa berhenti sejenak, merawat luka, dan menyadari bahwa kita layak.

Setiawan menulis dengan kompas sederhana: jangan melukai. Karena itu, novel ini terasa aman untuk dihuni, bahkan ketika ia berbicara tentang patah hati, gosip, atau kehilangan.

Setiap kalimatnya menolak jadi pedang; ia memilih menjadi akar yang menahan tanah agar tidak longsor.

Sebuah Undangan untuk Duduk

Membaca novel ini ibarat duduk di bawah pohon besar pada sore hari. Tidak ada yang terburu-buru. Tidak ada yang mendesak.

Hanya kita, halaman, dan suara angin. Setiawan Chogah berhasil menghadirkan karya yang bukan saja bisa dibaca, tetapi juga bisa didengarkan dalam diam.

Bagi siapa pun yang letih berlari, Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka bisa menjadi alasan untuk berhenti sejenak. Untuk menepi. Untuk belajar bahwa pulang bukan sekadar alamat, melainkan cara berjalan.

Jangan Lewatkan:

Novel reflektif karya Setiawan Chogah, kini bisa dinikmati dalam format cetak dan e-book eksklusif di Techfin Insight. Sebuah kisah tentang rumah, pulang, dan luka yang tumbuh menjadi harapan baru.
Eksklusif, e-Book Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka
15 Nov 2025
Di tengah riuh dunia, Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka mengajak kita untuk menanam hening.
Setiawan Chogah dan Pohon-pohon yang Menyimpan Luka dengan Teduh
23 Agu 2025
Ruang Dalam: Ketika Tidak Semua Pertanyaan Harus Dijawab
19 Jul 2025
Squid Game Season 3
Uang, Ambisi, dan Kesadaran: Refleksi dari Squid Game Season 3
5 Jul 2025
Kredit Redaksi:
Penulis: Keira Zareen
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image
TOPIK:Books/MoviesNovelSastraself acceptance

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Author:Keira Zareen
Insight Thinker
Follow:
Aku mengeksplorasi isu sosial dan refleksi personal. Tulisanku berangkat dari keresahan kecil, mengajak kamu berpikir dan melihat dunia dari sudut yang berbeda.
Tulisan Sebelumnya 👈 Teddy Indra Wijaya Teddy Indra Wijaya, Sang Orkestra Sunyi di Balik Kabinet Merah Putih
👉 Tulisan Selanjutnya Di tengah riuh dunia, Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka mengajak kita untuk menanam hening. Setiawan Chogah dan Pohon-pohon yang Menyimpan Luka dengan Teduh
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Kultur

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026
Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

25 Apr 2026
Persona

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

21 Apr 2026
Utilitas

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

21 Apr 2026
Bisnis

Clean Energy Day PLN Banten: Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

19 Apr 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Aira Safeeya
17 Apr 2026
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.
Insight

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Keira Zareen
16 Apr 2026
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.
Teknologi

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Teknologi

Samsung Akhirnya Bisa Kirim File ke iPhone, Tanpa Aplikasi Tambahan

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Ilustrasi masyarakat tetap produktif ketika menjalani Work From Home berkat keandalan dan layanan listrik yang mudah diakses melalui PLN Mobile.
Utilitas

WFH Makin Berat? PLN Kasih Diskon Tambah Daya 50%

Aira Safeeya
16 Apr 2026
Utilitas

Bayar Listrik Lebih Awal, PLN Ajak Pelanggan Manfaatkan PLN Mobile

Aira Safeeya
16 Apr 2026
Insight

PLN Wajibkan Jumat Tanpa BBM, Emisi Turun Puluhan Ton dalam Sehari

Keira Zareen
16 Apr 2026
Setiawan Chogah, Editor-in-Chief Techfin.id, memaparkan konsep literasi keuangan 'Merawat Kebun Rezeki' kepada peserta pelatihan Cleaning Service di Kampus Institut Kemandirian (IK) Karawaci, Tangerang, Banten, pada Jumat 10 April 2026.
Gaya Hidup

Merawat Kebun Rezeki: Menanam Kesadaran Finansial di Institut Kemandirian Karawaci

Keira Zareen
13 Apr 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

Kultur

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Persona

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Utilitas
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Insight
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Teknologi

Samsung Akhirnya Bisa Kirim File ke iPhone, Tanpa Aplikasi Tambahan

Teknologi
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com