• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Uang, Ambisi, dan Kesadaran: Refleksi dari Squid Game Season 3
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Insight

Uang, Ambisi, dan Kesadaran: Refleksi dari Squid Game Season 3

Oleh: Setiawan Chogah - Finance & Insight Writer
Publikasi: Minggu, 29 Juni 2025 - 14.36 WIB
Share
Squid Game Season 3
Gi-Hun di ujung jalan: ketika uang tak lagi bisa menyelamatkan kemanusiaan.
Navigasi Konten
  • Gi-Hun: Dari Bertahan Hidup Menuju Kesadaran Penuh
  • Jang Geum-Ja dan Pilihan Tragis yang Bermakna
    • Kang Sae-Byeok: Suara Hati yang Tak Pernah Mati
  • Front Man: Tidak Semua Penjaga Sistem Kehilangan Nurani
  • Squid Game adalah Tentang Kita Semua
  • Refleksi untuk Kita di Dunia Nyata

Techfin Insight – Musim ketiga Squid Game menutup cerita dengan cara yang tidak hanya tragis, tetapi juga menyentuh dan menyisakan renungan dalam.

Gi-Hun, tokoh utama yang telah melalui tiga musim penuh kekerasan, pengkhianatan, dan kehilangan, akhirnya gugur. Tapi ia tidak kalah.

Justru pada saat-saat terakhirnya, Gi-Hun menyampaikan satu pesan yang menjadi inti dari seluruh serial ini: “Kami bukan kuda. Kami manusia.”

Ucapan itu terdengar lirih sebelum ia mengakhiri hidupnya sendiri, menyerahkan kemenangan pada bayi peserta nomor 222.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dalam sistem permainan yang diciptakan untuk menghapus rasa empati, keputusan Gi-Hun menjadi bentuk perlawanan terakhir—perlawanan yang tidak membawa uang, tapi menyelamatkan nilai-nilai yang hilang.

Gi-Hun: Dari Bertahan Hidup Menuju Kesadaran Penuh

Sejak awal, Gi-Hun digambarkan sebagai tokoh yang rapuh namun tetap menyisakan sisi manusiawi.

Ia adalah ayah yang gagal, pria yang tenggelam dalam utang, dan seseorang yang terpaksa mengikuti permainan demi menyambung hidup.

Jangan Lewatkan:

Benarkah Doa Bisa Mengubah Realitas di Dunia Nyata?
24 Okt 2025
Pasar Modal untuk Rakyat: CMSE 2025 Gaungkan Semangat Inklusivitas Investasi
17 Okt 2025
Pesan dari Yudisium Teknik Industri Untirta: Uang, Pikiran, dan Cara Bertumbuh
20 Okt 2025
Flip bersama Bank Aladin Syariah meluncurkan Super Flip, sebuah fitur tabungan syariah yang terintegrasi langsung dalam aplikasi Flip.
Super Flip: Tabungan Syariah Digital Baru Kolaborasi Flip & Bank Aladin
1 Sep 2025

Tapi seiring berjalannya musim, terutama di Season 3, ia bukan lagi hanya seorang pemain.

Ia menjadi simbol perlawanan terhadap sistem yang menjadikan penderitaan manusia sebagai tontonan dan komoditas.

Ketika tersisa hanya dua peserta—Gi-Hun dan bayi yang baru lahir dari peserta lain—ia memilih mengorbankan dirinya demi memastikan harapan tetap hidup.

Bayi itu, tidak berdosa, tidak membawa sejarah kejahatan atau ambisi, menjadi satu-satunya simbol kemurnian dalam sistem yang rusak.

Dan Gi-Hun, dengan kesadarannya yang penuh, memberikan kemenangan pada kehidupan, bukan pada permainan.

Jang Geum-Ja dan Pilihan Tragis yang Bermakna

Salah satu tokoh yang mencuri perhatian di Season 3 adalah Jang Geum-Ja, Pemain 149.

Seorang ibu tua yang mengikuti permainan bukan untuk mencari kekayaan, tapi untuk menyelamatkan keluarganya dari lilitan utang.

Pada titik genting, ia mengambil keputusan ekstrem—membunuh anak kandungnya sendiri demi menyelamatkan bayi yang kelak jadi peserta terakhir.

Tindakan itu tidak bisa dimaknai secara hitam-putih, namun memperlihatkan bahwa dalam dunia yang memaksa pilihan mustahil, cinta dan pengorbanan bisa muncul dalam bentuk paling menyakitkan.

Kang Sae-Byeok: Suara Hati yang Tak Pernah Mati

Saat Gi-Hun sempat nyaris terjatuh dalam keputusasaan, muncul bayangan Kang Sae-Byeok, rekannya di musim pertama.

Suaranya lirih, tapi cukup kuat untuk menghentikan Gi-Hun dari membunuh sesama pemain. “Don’t do that. That’s not you. You’re a kind person,” kata Sae-Byeok.

Squid Game Season 3
Saat Gi-Hun sempat nyaris terjatuh dalam keputusasaan, muncul bayangan Kang Sae-Byeok, rekannya di musim pertama.

Momen ini bukan hanya nostalgia emosional, tapi juga penanda bahwa meskipun seseorang berubah karena tekanan dan luka, suara hati tidak pernah benar-benar hilang. Kadang, hanya tertutup oleh bisingnya dunia.

Front Man: Tidak Semua Penjaga Sistem Kehilangan Nurani

Salah satu kejutan paling menyentuh di akhir musim ini adalah sisi manusia dari Front Man. Sosok yang selama ini tampil dingin dan keras ternyata menyimpan luka dan empati.

Jangan Lewatkan:

Di tengah riuh dunia, Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka mengajak kita untuk menanam hening.
Setiawan Chogah dan Pohon-pohon yang Menyimpan Luka dengan Teduh
23 Agu 2025
Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka
Menemukan Hening di Novel ‘Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka’ Karya Setiawan Chogah
23 Agu 2025
Mengapa Saya Memilih Islam
Mengapa Saya Memilih Islam: Sebuah Catatan Pencari Cahaya
25 Jul 2025
Toxic Fandom
Budaya Hujat Toxic Fandom: Saat Penonton Merasa Punya Cerita
11 Jul 2025

Setelah Gi-Hun gugur, Front Man tidak hanya menyaksikan jenazahnya dengan air mata berlinang, tetapi juga melakukan tindakan yang mengubah persepsi kita tentangnya.

Ia menyelamatkan seluruh uang milik Gi-Hun, lalu pergi ke Amerika untuk menemui putri Gi-Hun secara diam-diam dan menyerahkan akses keuangan tersebut.

Dalam keheningan, ia menjadi jembatan terakhir dari kemanusiaan yang tersisa. Ia menunjukkan bahwa bahkan mereka yang menjalankan sistem tidak selalu kehilangan nurani.

Beberapa hanya terjebak dalam peran yang tidak mereka pilih.

Squid Game adalah Tentang Kita Semua

Squid Game, sejak musim pertama hingga terakhir, terus bertanya hal yang sama: seberapa jauh seseorang rela mengorbankan prinsip demi bertahan hidup?

Tapi di musim ketiga, pertanyaannya berubah: seberapa besar seseorang bisa bertahan sebagai manusia di tengah sistem yang ingin menjadikannya alat?

Tidak semua yang mengikuti permainan adalah orang jahat.

Banyak di antara mereka hanyalah orang-orang yang kehabisan pilihan, yang dikejar utang, yang ingin memberi makan anaknya, yang lelah menghadapi dunia nyata yang tak memberi ruang untuk gagal.

Dan dari sinilah pesan serial ini terasa begitu dekat dengan kita.

Squid Game Season 3
Gi-Hun di ujung jalan: ketika uang tak lagi bisa menyelamatkan kemanusiaan.

Refleksi untuk Kita di Dunia Nyata

Di luar layar, banyak dari kita hidup dalam permainan yang berbeda tapi terasa serupa. Kita mengejar proyek demi proyek, menunda makan, memaksakan tubuh untuk terus bekerja, dan terus menekan rasa lelah hanya demi merasa “selamat.”

- Advertisement -
Ad imageAd image

Tapi seperti Gi-Hun, kita bisa berhenti. Kita bisa memilih untuk tetap menjadi manusia. Bahkan jika itu berarti kalah menurut standar dunia, kita tetap menang menurut nurani.

Jika hari ini tubuh mulai memberi tanda, jika hati mulai terasa kosong, mungkin sudah saatnya untuk bertanya:

Apakah kita masih mengejar hidup, atau sedang dikendalikan oleh sistem yang tak pernah kita setujui?

- Advertisement -
Ad imageAd image
TOPIK:Books/MoviesKeuanganMindfulnessSquid Game

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Author:Setiawan Chogah
Finance & Insight Writer
Follow:
Menulis bagiku adalah perjalanan di lorong sunyi antara diri dan dunia. Tentang keuangan, tentang hidup yang bergegas, tentang jiwa yang terkadang ingin berhenti sejenak. Lewat tulisan, aku berharap kau menemukan jeda, ruang bernapas, dan makna yang kerap luput dari genggaman.
Tulisan Sebelumnya 👈 Belum punya adaptor charger iPhone original? Tenang, ini dia solusi aman dan hemat dengan rekomendasi brand charger bersertifikasi MFi. Gak Punya Charger Original iPhone? Ini Solusi Aman dan Terjangkaunya
👉 Tulisan Selanjutnya Eduwisata Kopi Juhut Perempuan dan Perubahan: Program Eduwisata Kopi Juhut PLN Raih Penghargaan ESG
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Insight

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026
Bisnis

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026
Bisnis

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026
Kultur

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026
Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

25 Apr 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Persona

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Ammar Fahri
21 Apr 2026
Utilitas

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Aira Safeeya
21 Apr 2026
Bisnis

Clean Energy Day PLN Banten: Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Aira Safeeya
19 Apr 2026
Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Aira Safeeya
17 Apr 2026
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.
Insight

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Keira Zareen
16 Apr 2026
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.
Teknologi

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Teknologi

Samsung Akhirnya Bisa Kirim File ke iPhone, Tanpa Aplikasi Tambahan

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Ilustrasi masyarakat tetap produktif ketika menjalani Work From Home berkat keandalan dan layanan listrik yang mudah diakses melalui PLN Mobile.
Utilitas

WFH Makin Berat? PLN Kasih Diskon Tambah Daya 50%

Aira Safeeya
16 Apr 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

Insight

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

Kultur

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Persona

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Utilitas
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Insight
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Teknologi
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com