Techfin Insight — Selama ini, OpenAI dikenal sebagai perusahaan di balik teknologi kecerdasan buatan yang digunakan di berbagai platform digital. Namun dalam beberapa bulan terakhir, arah baru OpenAI mulai terlihat semakin jelas: perusahaan ini tidak lagi berhenti di perangkat lunak.
Langkah tersebut menguat setelah OpenAI mengakuisisi startup desain io, perusahaan yang berada di bawah payung LoveFrom, studio desain milik Jony Ive. Akuisisi ini memicu satu pertanyaan besar: perangkat apa yang sedang dipersiapkan OpenAI?
Produk Hardware Pertama: Pena Berbasis AI
Rumor terbaru mulai memberi gambaran awal. Menurut bocoran dari akun X Smart Pikachu, produk hardware pertama OpenAI disebut-sebut berbentuk sebuah pena. Namun, ini bukan pena konvensional untuk menulis di atas kertas.
Perangkat ini digambarkan sebagai pena berbasis AI yang contextually aware, yaitu mampu memahami konteks di sekitarnya. Artinya, pena ini tidak hanya bereaksi pada perintah eksplisit, tetapi juga pada lingkungan, situasi, dan kemungkinan niat penggunanya.
Meski detail fungsi resminya masih dirahasiakan, banyak pihak melihat perangkat ini sebagai perpanjangan alami dari ekosistem AI OpenAI, bukan sekadar aksesori tambahan.
Sentuhan Jony Ive dan Pengalaman Pengguna
Dengan keterlibatan Jony Ive melalui LoveFrom, perhatian besar diperkirakan akan diberikan pada pengalaman penggunaan. Desain Ive dikenal tidak sekadar minimalis secara visual, tetapi juga fokus pada kejelasan fungsi dan rasa “natural” saat digunakan.
Pena AI ini diprediksi tidak hanya menjawab pertanyaan “apa yang bisa dilakukan”, tetapi juga “bagaimana manusia ingin berinteraksi dengan AI”. Apakah perangkat ini digunakan untuk menulis ide, menangkap konteks percakapan, memahami lingkungan sekitar, atau berinteraksi dengan AI secara real-time, masih menjadi tanda tanya.
Yang jelas, pendekatan ini menunjukkan OpenAI ingin merancang cara interaksi baru, bukan sekadar memindahkan chatbot ke bentuk fisik.
Bukan Satu-satunya Perangkat
Menariknya, pena AI ini bukan satu-satunya proyek hardware OpenAI. Rumor menyebut perusahaan juga tengah mengembangkan dua perangkat tambahan, salah satunya berupa perangkat audio portabel yang dirancang untuk penggunaan saat bepergian.
Ketiga perangkat tersebut dikabarkan akan diposisikan sebagai third-core devices, yakni perangkat pendamping yang melengkapi laptop dan smartphone, bukan menggantikannya. Konsep ini pernah dicoba sejumlah perusahaan sebelumnya, termasuk lewat AI pin, namun belum berhasil menarik adopsi luas.
Dengan kekuatan AI OpenAI dan desain yang matang, pendekatan kali ini diharapkan tidak mengulang kegagalan serupa.
Produksi oleh Foxconn, Fokus di Luar China
Dari sisi manufaktur, pena AI OpenAI disebut akan diproduksi oleh Foxconn, mitra lama Apple. Produksi dikabarkan akan dilakukan di Vietnam, bukan di China.
Awalnya, Luxshare sempat disebut sebagai kandidat manufaktur. Namun OpenAI dilaporkan tidak ingin perangkat kerasnya diproduksi di China, sejalan dengan pergeseran strategi rantai pasok global.
Ada pula kemungkinan sebagian produksi dilakukan di Amerika Serikat, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait hal tersebut.
Investasi Jangka Panjang, Bukan Eksperimen
Sebagai catatan, akuisisi io oleh OpenAI dilakukan dengan nilai fantastis, mencapai sekitar US$6,5 miliar dan seluruhnya dibayarkan dalam bentuk saham. Nilai ini menegaskan bahwa OpenAI memandang perangkat keras sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar eksperimen sampingan.
Kombinasi teknologi AI OpenAI, visi desain Jony Ive, dan dukungan manufaktur Foxconn menjadikan proyek ini layak diperhatikan. Jika berhasil, pena AI ini berpotensi menjadi awal dari kategori perangkat baru dan membuka cara yang lebih alami bagi manusia untuk berinteraksi dengan kecerdasan buatan.
Penulis: Liora Navindra Shasmitha
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




