Techfin Insight — Di era sekarang, pelanggan bukan cuma butuh layanan cepat. Mereka juga ingin dipahami, didengar, dan dilayani dengan cara yang manusiawi.
Dan PLN mulai mengarah ke sana.
Bukan Cuma Listrik, Tapi Pengalaman
PT PLN (Persero) UID Banten memperkuat budaya layanan melalui program “Pelatihan dan Sertifikasi Service Excellent Melayani Sepenuh Hati PS4”.
Fokusnya bukan sekadar teknis. Tapi bagaimana pelanggan merasa dilayani dengan baik di setiap interaksi.
Karena pada akhirnya, yang diingat pelanggan bukan cuma listriknya—
tapi cara mereka diperlakukan.
Apa Itu PS4?
PLN membangun fondasi layanan lewat konsep sederhana tapi kuat:
- Penampilan
- Sikap
- Senyum
- Salam & Sapa
Terlihat basic. Tapi justru di situ letak pembeda pengalaman layanan.
Dilatih dari Akar Masalah
Pelatihan ini tidak hanya teori.
Peserta dari berbagai unit—mulai dari pelayanan pelanggan hingga ULP—dibekali:
- Cara memahami akar masalah pelanggan
- Teknik komunikasi yang lebih empatik
- Simulasi langsung penanganan kasus
Jadi bukan cuma “tahu”, tapi juga “terbiasa”.
Targetnya: World Class Service
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa standar layanan yang dituju bukan lagi lokal, tapi kelas dunia.
“Yang diingat pelanggan bukan hanya listriknya, tapi bagaimana kami melayani,” ujarnya.
Artinya, pelayanan bukan pelengkap—tapi inti.
Layanan Tulus = Kepercayaan
PLN melihat bahwa pelayanan yang baik bukan cuma soal cepat, tapi juga soal:
- Ketulusan
- Empati
- Konsistensi
Dari situlah kepercayaan pelanggan tumbuh. Dan dari kepercayaan, muncul keterikatan (customer engagement).
Semua Lulus Sertifikasi
Menariknya, pelatihan ini tidak berhenti di kelas.
Seluruh peserta juga mengikuti sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)—dan semuanya dinyatakan lulus.
Artinya, standar layanan ini tidak hanya konsep, tapi sudah terukur secara profesional.
Didukung Teknologi, Diperkuat Manusia
Di sisi lain, PLN juga terus mengembangkan layanan digital lewat PLN Mobile.
Tapi mereka sadar satu hal penting:
teknologi mempermudah, tapi manusia yang memberi rasa.
Kombinasi keduanya yang jadi kunci.
Dari Listrik ke Hubungan
Transformasi ini menunjukkan arah baru PLN:
Dari sekadar penyedia listrik → menjadi penyedia pengalaman.
Dan di era sekarang, pengalaman itulah yang membedakan.




