Tangerang, Techfin Insight – Di sebuah sudut sunyi di Kabupaten Tangerang, tepatnya di Kampung Sumur Daon, Desa Sukamanah, listrik baru saja dinyalakan.
Tapi yang mengalir bukan sekadar arus, melainkan harapan, mimpi, dan rasa aman yang telah lama ditunggu.
Hari itu, langit Rajeg tak terlalu cerah. Namun wajah-wajah warga bersinar terang, lebih terang dari matahari.
Sebab untuk pertama kalinya, mereka tak perlu lagi “menyambung” listrik dari rumah tetangga. Tak ada lagi ketakutan akan korsleting, tak ada lagi anak-anak belajar dengan cahaya seadanya.
Dari Pegawai untuk Sesama
Semua itu terjadi berkat inisiatif sosial dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui UP3 Teluk Naga, lewat program Light Up The Dream (LUTD).
Ini bukan program biasa. Ini adalah bentuk gotong royong para pegawai PLN yang rela menyisihkan rezekinya untuk membantu sesama.
Kali ini, lima keluarga pra-sejahtera menjadi penerima manfaat di Rajeg. Pemasangan listrik dilakukan lengkap dengan instalasi dan edukasi, dan yang paling menyentuh: disertai penyalaan resmi yang dipimpin langsung oleh Manager PLN UP3 Teluk Naga, Muhammad Wardi Hadi.
“Ini bukan sekadar lampu menyala, tapi juga langkah awal untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Wardi dalam sambutannya yang sederhana namun penuh makna.
Bukan Hanya Listrik, Tapi Juga Kehidupan Baru
Salah satu kisah yang menggugah datang dari Umi Kalsum, seorang ibu rumah tangga yang selama ini hanya mengandalkan sambungan listrik tak resmi dari rumah sebelah.
“Sekarang rumah saya terang tanpa harus menyalur. Anak-anak bisa belajar dengan tenang,” ucap Umi dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Umi, listrik bukan soal kemewahan. Tapi soal kesempatan. Kesempatan bagi anak-anaknya mengejar masa depan, dan bagi dirinya sendiri untuk hidup lebih layak dan aman.
Srikandi PLN Turun Langsung
Yang menarik, dalam kegiatan ini para Srikandi PLN UP3 Teluk Naga juga ikut andil. Mereka tidak hanya mendampingi warga saat proses instalasi, tetapi juga memberi edukasi tentang keselamatan dan penggunaan listrik secara efisien.
Mereka hadir bukan hanya sebagai teknisi, tapi sebagai sahabat yang menyampaikan pesan: bahwa listrik bukan sekadar infrastruktur, tapi hak dasar yang layak dimiliki semua warga.
Bukan Sekali, Tapi Gerakan Nasional
Program Light Up The Dream bukan hal baru. Sejak diluncurkan pada 2020, sudah lebih dari 34.000 keluarga di seluruh Indonesia merasakan manfaatnya, termasuk 417 penerima baru hanya di semester pertama tahun 2025.
PLN sadar, membangun bangsa bukan hanya tugas negara. Tapi tanggung jawab semua yang merasa punya kuasa untuk berbagi.
Dan lewat LUTD, pegawai PLN membuktikan bahwa energi sosial bisa sekuat energi listrik.
“Kami tidak berhenti di titik penyalaan. Edukasi dan literasi kelistrikan adalah bagian penting yang kami sampaikan langsung ke masyarakat,” jelas Wardi.
Listrik yang Berkeadilan
Dalam pandangan Muhammad Joharifin, General Manager PLN UID Banten, program seperti LUTD adalah perwujudan nyata dari semangat gotong royong di tubuh PLN.
Ia menyebut, program ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang mendistribusikan keadilan energi.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan hak atas energi,” tegas Joharifin.
Melalui langkah kecil di kampung seperti Sumur Daon, PLN menunjukkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari cahaya pertama yang dinyalakan di rumah paling sederhana.




