• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Korea Selatan Bangun Kota Anti Kesepian dengan Anggaran Rp5 Triliun
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

21 Apr 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Gaya Hidup

Korea Selatan Bangun Kota Anti Kesepian dengan Anggaran Rp5 Triliun

Oleh: Setiawan Chogah - Finance & Insight Writer
Publikasi: Senin, 11 November 2024 - 00.01 WIB
Share
Navigasi Konten
  • Menyikapi Lonjakan Kesepian
  • Inovasi Teknologi dan Desain untuk Kota Anti Kesepian
  • Kesehatan Mental sebagai Prioritas
  • Pembangunan Berkelanjutan dan Aksesibilitas
  • Membangun Masyarakat yang Lebih Terhubung
  • Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Korea Selatan sedang memimpin langkah besar dalam menciptakan solusi bagi masalah kesepian yang semakin meningkat di kalangan penduduknya. Melalui sebuah proyek ambisius, negara tersebut merencanakan untuk membangun kota anti kesepian yang dirancang khusus untuk meningkatkan kesejahteraan sosial penghuninya.

Proyek ini, yang diberi nama Loneliness-Free Seoul, dengan anggaran 451,3 miliar won atau setara dengan Rp5 triliun diharapkan dapat memberi contoh bagi negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa di tengah modernisasi dan kemajuan teknologi.

Menyikapi Lonjakan Kesepian

Korea Selatan, seperti banyak negara maju lainnya, tengah menghadapi lonjakan angka kesepian di kalangan penduduknya, terutama di kalangan lansia dan generasi muda yang sering merasa terisolasi meski hidup di lingkungan yang ramai.

Menurut data dari Statistics Korea, sekitar 40% orang dewasa di negara itu mengaku sering merasa kesepian. Bahkan, di antara lansia, lebih dari 50% melaporkan perasaan kesepian yang intens, sebuah fenomena yang semakin menjadi perhatian pemerintah.

- Advertisement -
Ad imageAd image
Jumlah kematian akibat kesepian di Korea Selatan meningkat menjadi 3.661 pada tahun 2023, naik dari 3.559 pada tahun sebelumnya.

Loneliness-Free Seoul sejatinya ditujukan untuk menangani masalah ini dari akarnya dan mencegah meningkatnya kasus godoksa (kematian karena kesepian) di ibu kota Korea Selatan tersebut.

Kota Anti Kesepian
Seorang relawan Good Nanum membungkuk di kuil darurat untuk dua orang almarhum, yang meninggal sendirian di rumah dan rumah sakit, di dalam ruang tunggu krematorium pada tanggal 4 Juli 2016 di Goyang, Korea Selatan. Foto oleh Jean Chung/Getty Images

“Tampaknya kematian karena kesepian di antara orang-orang berusia 20-an dan 30-an disebabkan oleh kegagalan dalam mencari pekerjaan atau diberhentikan,” kata Noh Jung-hoon, seorang pejabat kesejahteraan dari kementerian kesehatan.

Inovasi Teknologi dan Desain untuk Kota Anti Kesepian

Program Loneliness-Free Seoul mencakup layanan “Smart 24 Platform”, layanan daring dan luring untuk warga Seoul dan pendatang yang membutuhkan dukungan dan konseling.
 
Salah satu fitur utama platform ini adalah hotline “Goodbye Loneliness 120”, yang beroperasi 24 jam penuh dan direncanakan akan mulai melayani pada April tahun depan.
 
Warga bisa mengakses layanan ini secara online dengan menghubungi Pusat Panggilan Dasan 120, di mana mereka akan terhubung langsung dengan konselor berpengalaman melalui nomor tertentu.

Loneliness-Free Seoul bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang secara khusus dirancang untuk memerangi perasaan kesepian ini. Kota ini akan mengintegrasikan teknologi canggih, desain urban yang ramah sosial, serta program-program komunitas yang mendorong interaksi antar warganya.

“Kesepian dan keterasingan bukan sekadar masalah individu, tetapi tugas yang harus diselesaikan masyarakat bersama-sama,” kata Wali Kota Seoul Oh Se-hoon dalam rilis berita.

Jangan Lewatkan:

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan
25 Apr 2026
Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya
25 Apr 2026
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.
Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik
16 Apr 2026
Samsung Akhirnya Bisa Kirim File ke iPhone, Tanpa Aplikasi Tambahan
16 Apr 2026
Kota Anti Kesepian
Wali Kota Seoul Oh Se-hoon berpidato di Balai Kota Seoul pada hari Senin. (Yonhap)

“Kota ini akan memobilisasi seluruh kapasitas kota untuk membantu orang-orang yang kesepian pulih dan kembali ke masyarakat,” imbuhnya.

Kota ini juga berencana untuk memperkenalkan layanan psikologis dan ruang terbuka hijau yang lebih luas; rencana makan bergizi untuk penduduk setengah baya dan lanjut usia; “sistem pencarian” khusus untuk mengidentifikasi penduduk terisolasi yang membutuhkan bantuan; dan kegiatan untuk mendorong orang-orang keluar rumah dan terhubung dengan orang lain, seperti berkebun, berolahraga, klub buku, dan banyak lagi.

Para ahli menyambut baik langkah-langkah tersebut tetapi mengatakan masih banyak yang perlu dilakukan – sebagian karena kesepian di Korea terkait dengan bagian-bagian unik tertentu dari budaya Korea yang sulit diubah.

“Kesepian adalah masalah sosial yang signifikan saat ini, jadi upaya atau kebijakan untuk mengatasinya mutlak diperlukan,” kata An Soo-jung, seorang profesor psikologi di Universitas Myongji – namun, ia memperingatkan bahwa “perlu ada pertimbangan cermat tentang seberapa efektif langkah-langkah ini akan diterapkan.”

Kesehatan Mental sebagai Prioritas

Bukan hanya aspek fisik yang menjadi fokus dalam pembangunan kota ini, namun juga kesehatan mental warganya. Peneliti dari Seoul National University, Dr. Lee Min-ah, yang terlibat dalam proyek ini, menjelaskan bahwa kesepian dapat memiliki dampak serius terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang.

“Kesepian dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Melalui kota ini, kami berusaha mengurangi faktor-faktor yang memicu perasaan kesepian,” kata Dr. Lee.

Dalam hal ini, pemerintah Korea Selatan juga bekerja sama dengan lembaga kesehatan untuk menawarkan program-program yang fokus pada kesejahteraan mental. Mulai dari konseling berbasis teknologi hingga kelompok pendukung yang mengorganisir pertemuan rutin untuk membantu warga membangun jaringan sosial mereka.

Pembangunan Berkelanjutan dan Aksesibilitas

Kota ini tidak hanya mengutamakan interaksi sosial, tetapi juga berfokus pada keberlanjutan lingkungan. Dengan pemanasan global yang semakin menjadi perhatian, kota anti-kesepian ini akan menerapkan konsep kota hijau dengan energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, serta pengelolaan sampah yang efisien.

“Kami percaya bahwa sebuah kota yang sehat harus seimbang dalam hal sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kami ingin memberikan contoh bagaimana ketiganya bisa berjalan beriringan,” kata Oh Se-hoon.

Kota ini juga dirancang agar ramah bagi semua kalangan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Fasilitas umum akan dirancang agar mudah diakses oleh semua orang, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

Membangun Masyarakat yang Lebih Terhubung

Dalam wawancara terpisah, Menteri Pembangunan Kota, Park Ji-young, mengungkapkan bahwa pembangunan kota ini adalah langkah maju dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan terhubung.

“Kesepian adalah tantangan besar di era modern ini, dan kami ingin memberikan solusi yang nyata. Kota ini adalah bukti bahwa teknologi dan desain urban dapat digunakan untuk mendukung kehidupan sosial yang lebih baik,” ujarnya.

Proyek ini bukan hanya tentang membangun kota fisik, tetapi juga tentang menciptakan komunitas yang saling mendukung. Pemerintah berharap bahwa kota ini dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di seluruh dunia, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesejahteraan mental dan sosial dalam kehidupan urban yang semakin kompleks.

Jangan Lewatkan:

Setiawan Chogah, Editor-in-Chief Techfin.id, memaparkan konsep literasi keuangan 'Merawat Kebun Rezeki' kepada peserta pelatihan Cleaning Service di Kampus Institut Kemandirian (IK) Karawaci, Tangerang, Banten, pada Jumat 10 April 2026.
Merawat Kebun Rezeki: Menanam Kesadaran Finansial di Institut Kemandirian Karawaci
13 Apr 2026
Apple menghadirkan fitur baru bernama Charge Limit melalui pembaruan macOS terbaru. Fitur ini memungkinkan pengguna membatasi persentase pengisian daya agar tidak selalu mencapai 100 persen.
MacBook Sering Dicharge Terus? Fitur Baru Ini Bisa Jaga Baterai Tetap Awet
13 Apr 2026
Gemini Disorot, Google Tambah Fitur Darurat Kesehatan Mental
13 Apr 2026
RS Mata Achmad Wardi kembali menghadirkan Run for Vision 2026, sebuah event lari yang bukan sekadar olahraga, tapi juga gerakan sosial untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mata. 
Lari Sambil Jaga Mata? Event Ini Bikin Sehat Jadi Lebih Seru
13 Apr 2026

Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Kota anti kesepian ini diharapkan mulai beroperasi dalam lima tahun mendatang, dan diharapkan dapat menampung lebih dari 100.000 warga. Dengan kemajuan teknologi dan desain yang inklusif, Korea Selatan berusaha menunjukkan bahwa masa depan perkotaan tidak hanya tentang infrastruktur dan teknologi, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi, di mana setiap individu dapat merasa terhubung dan dihargai.

Sebagai negara yang sangat maju dalam hal teknologi dan inovasi, Korea Selatan terus menjadi pelopor dalam berbagai bidang, dan proyek kota anti-kesepian ini adalah contoh nyata dari upaya negara ini untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua warganya.

Proyek Loneliness-Free Seoul di Korea Selatan adalah terobosan besar dalam memerangi kesepian, sebuah masalah yang semakin mendapat perhatian di seluruh dunia. Dengan memanfaatkan teknologi, desain inovatif, dan fokus pada kesehatan mental, Korea Selatan berusaha untuk menciptakan kota yang tidak hanya cerdas dalam hal infrastruktur, tetapi juga dalam memperhatikan kesejahteraan sosial penghuninya.

Jika berhasil, proyek ini dapat menjadi model bagi kota-kota lain yang ingin menciptakan masyarakat yang lebih terhubung dan inklusif di masa depan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Author:Setiawan Chogah
Finance & Insight Writer
Follow:
Menulis bagiku adalah perjalanan di lorong sunyi antara diri dan dunia. Tentang keuangan, tentang hidup yang bergegas, tentang jiwa yang terkadang ingin berhenti sejenak. Lewat tulisan, aku berharap kau menemukan jeda, ruang bernapas, dan makna yang kerap luput dari genggaman.
Tulisan Sebelumnya 👈 Perusahaan Ramai-ramai Pecat Pekerja Gen Z, Ada Solusi Lain?
👉 Tulisan Selanjutnya Indah Kiat Hijaukan Produksi, Beralih ke Listrik PLN
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Insight

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026
Bisnis

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026
Bisnis

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026
Persona

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

21 Apr 2026
Utilitas

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

21 Apr 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Bisnis

Clean Energy Day PLN Banten: Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Aira Safeeya
19 Apr 2026
Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Aira Safeeya
17 Apr 2026
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.
Insight

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Keira Zareen
16 Apr 2026
Ilustrasi masyarakat tetap produktif ketika menjalani Work From Home berkat keandalan dan layanan listrik yang mudah diakses melalui PLN Mobile.
Utilitas

WFH Makin Berat? PLN Kasih Diskon Tambah Daya 50%

Aira Safeeya
16 Apr 2026
Utilitas

Bayar Listrik Lebih Awal, PLN Ajak Pelanggan Manfaatkan PLN Mobile

Aira Safeeya
16 Apr 2026
Insight

PLN Wajibkan Jumat Tanpa BBM, Emisi Turun Puluhan Ton dalam Sehari

Keira Zareen
16 Apr 2026
Insight

PLN Banten Latih Cara Melayani, Biar Pelanggan Ngerasa Dihargai

Ammar Fahri
12 Apr 2026
Utilitas

WFH Naik, Listrik Ikut Naik—PLN Kasih Solusi Biar Gak Nganggur di Tengah Kerja

Ammar Fahri
10 Apr 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

Insight

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

Kultur

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Persona

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Utilitas
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Insight
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Teknologi
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com