• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Personal Finance
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Cara Asyik Cepat Kaya dengan 6 Aturan Buyerarchy of Needs
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

HUAWEI MatePad Mini resmi hadir di Indonesia dengan Flexible OLED PaperMatte Display, desain ultra-tipis, dan fitur produktivitas lengkap. Simak spesifikasi dan harganya.

HUAWEI MatePad Mini Resmi Hadir, Tablet Mini Tertipis di Dunia

25 Jun 2026

GEMILANG PLN Dorong Electrifying Lifestyle Lewat Lomba Memasak

24 Jun 2026

Pasokan Listrik Banten Kembali Normal, Apa Langkah PLN Selanjutnya?

24 Jun 2026

Kode Referral ShopeePay untuk Pengguna Baru dan Cara Claim Bonus Saldo Gratisnya

23 Jun 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Gaya Hidup

Cara Asyik Cepat Kaya dengan 6 Aturan Buyerarchy of Needs

Penulis: Setiawan Chogah - Finance & Insight Writer
Publikasi: Rabu, 20 November 2024 - 19.33 WIB
Share
4 Menit
Ilustrasi via Freepik

.
Navigasi Konten
  • Apa Itu Buyerarchy of Needs?
  • 6 Langkah dalam Buyerarchy of Needs
    • 1. Gunakan yang Sudah Ada (Use What You Have)
    • 2. Pinjam (Borrow)
    • 5. Buat Sendiri (Make)
    • 6. Beli Baru (Buy New)
  • Mengapa Buyerarchy of Needs Penting?
  • Tips Menerapkan Buyerarchy of Needs

Dalam dunia konsumsi, mungkin kamu sering mendengar tentang piramida kebutuhan Maslow yang membahas motivasi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, ada konsep menarik lain yang tak kalah relevan di era modern: Buyerarchy of Needs.

Teori ini diperkenalkan oleh Sarah Lazarovic, seorang seniman dan jurnalis, untuk membantu kita memahami bagaimana membuat keputusan konsumsi yang lebih bijak, ramah lingkungan, hemat biaya, dan tentu saja akan mempercepat proses kita menjadi lebih kaya apabila dilakukan secara konsisten.

Apa Itu Buyerarchy of Needs?

Buyerarchy of Needs adalah konsep yang mengatur prioritas kita dalam memenuhi kebutuhan tanpa langsung membeli barang baru. Ide ini muncul sebagai respons terhadap budaya konsumsi yang sering kali mendorong kita untuk membeli lebih banyak daripada yang benar-benar diperlukan.

Bayangkan sebuah piramida terbalik dengan tujuh tingkat, dari yang paling ramah lingkungan hingga yang paling konsumtif. Tujuannya sederhana: kita diminta untuk mempertimbangkan pilihan lain sebelum memutuskan membeli barang baru.

- Advertisement -
Jasa Pembuatan Website Murah di BantenJasa Pembuatan Website Murah di Banten

6 Langkah dalam Buyerarchy of Needs

Berikut ini adalah tujuh langkah dalam Buyerarchy of Needs, lengkap dengan contoh nyata yang bisa kamu terapkan sehari-hari:

Piramida Buyerarchy of Needs
Dicetuskan oleh Sarah Lazarovic , Buyerarchy of Needs adalah cara yang menyenangkan untuk menggambarkan konsumsi berkelanjutan.

1. Gunakan yang Sudah Ada (Use What You Have)

Langkah pertama ini mengajarkan kita untuk memaksimalkan barang yang sudah dimiliki sebelum mencari alternatif lain. Sering kali, barang yang kita perlukan sebenarnya sudah ada di rumah, hanya saja kita lupa atau tidak terorganisir.

Misalnya, jika kamu butuh wadah penyimpanan, cek dulu lemari dapur. Bisa jadi ada kotak bekas kue yang masih bisa digunakan.

Menggunakan barang yang sudah ada juga membantu kita menghargai apa yang dimiliki. Kebiasaan ini mendorong kita untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang.

Sebagai contoh, pakaian lama yang terlihat usang bisa dihidupkan kembali dengan sedikit reparasi atau dipadukan dengan aksesori lain.

Jangan Lewatkan:

Panduan Keuangan 2026: Merawat Uang Seperti Merawat Kebun
1 Jan 2026
Black Friday
Black Friday 2025: Sejarah, Makna, dan Strategi Belanja Cerdas
25 Nov 2025
Menuju Lega Finansial: 3 Langkah Realistis ala Setiawan Chogah
12 Okt 2025
7 Cara Sederhana Mengelola Uang agar Hidup Lebih Lega Finansial
12 Okt 2025

Selain itu, kebiasaan ini berkontribusi pada pengurangan limbah rumah tangga. Ketika kita menggunakan barang yang ada hingga benar-benar habis masa pakainya, kita turut membantu mengurangi permintaan produksi barang baru yang berdampak besar pada lingkungan.

2. Pinjam (Borrow)

Jika barang yang dibutuhkan tidak ada di rumah, langkah berikutnya adalah meminjam. Ini sangat relevan untuk kebutuhan sesaat, seperti alat memasak tertentu, peralatan berkebun, atau bahkan pakaian untuk acara formal.

Baca Juga:  Ketika Financial Freedom Tidak Lagi tentang Pensiun

Pinjam dari keluarga, teman, atau tetangga yang kamu kenal baik.

Meminjam bukan hanya soal hemat uang, tapi juga mempererat hubungan sosial. Misalnya, ketika kamu meminjam tangga dari tetangga, ini bisa menjadi kesempatan untuk berbincang dan mempererat silaturahmi.

Dalam beberapa komunitas, bahkan ada grup berbasis aplikasi atau media sosial yang memungkinkan orang saling meminjam barang tanpa biaya.

Namun, penting untuk menjaga barang yang dipinjam dengan baik. Kembalikan dalam kondisi bersih dan sesuai waktu yang disepakati, agar kepercayaan tetap terjaga. Dengan cara ini, budaya berbagi bisa terus berkembang.

3. Tukeran (Swap)

Jika meminjam tidak memungkinkan, pertimbangkan untuk menukar barang. Konsep ini sering dikenal dengan barter, yaitu menukar barang yang kita punya dengan barang yang dimiliki orang lain. Ini sangat cocok untuk barang-barang seperti pakaian, buku, atau peralatan rumah tangga.

Misalnya, kamu memiliki set buku yang sudah selesai dibaca. Daripada membiarkannya berdebu di rak, kamu bisa menukarnya dengan buku milik teman yang belum pernah kamu baca.

Selain hemat, cara ini memberikan manfaat ganda: mengurangi barang yang tidak digunakan dan mendapatkan sesuatu yang baru tanpa mengeluarkan uang.

Komunitas tukar barang kini semakin populer, baik secara offline maupun online. Kamu bisa bergabung dalam acara seperti clothing swap party atau menggunakan aplikasi tukar barang untuk memperluas jaringan dan pilihan.

4. Beli Bekas (Thrift)

Jika semua langkah di atas tidak memadai, pertimbangkan membeli barang bekas. Barang bekas sering kali masih memiliki kualitas baik dengan harga yang jauh lebih murah. Misalnya, perabot rumah tangga, pakaian, atau elektronik bisa didapatkan di toko barang bekas, pasar loak, atau platform daring.

Membeli barang bekas tidak hanya hemat, tetapi juga mendukung konsep keberlanjutan. Ketika kita membeli barang bekas, kita membantu memperpanjang masa pakainya dan mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan.

Selain itu, banyak barang bekas memiliki karakter unik yang tidak bisa ditemukan di barang baru.

Namun, pastikan untuk memeriksa kondisi barang sebelum membeli. Lakukan riset harga dan negosiasi untuk mendapatkan penawaran terbaik. Dengan cara ini, kamu bisa mendapatkan barang berkualitas tanpa merasa rugi.

5. Buat Sendiri (Make)

Jika kebutuhan belum terpenuhi, langkah berikutnya adalah membuat barang sendiri dengan bahan yang ada. Ini adalah langkah yang menantang tetapi juga menyenangkan karena melibatkan kreativitas. Misalnya, alih-alih membeli pot tanaman baru, kamu bisa menggunakan kaleng bekas yang dihias dengan cat atau pita.

Baca Juga:  Kode Referral ShopeePay untuk Pengguna Baru dan Cara Claim Bonus Saldo Gratisnya

Daur ulang tidak hanya menghemat uang tetapi juga mengurangi limbah. Barang-barang yang sering dianggap “sampah” bisa memiliki fungsi baru jika diolah dengan baik. Contohnya, kardus bekas bisa diubah menjadi tempat penyimpanan kecil, atau botol plastik bekas bisa dijadikan tempat minum hewan peliharaan.

Proses membuat barang sendiri juga memberikan rasa puas dan kepemilikan yang lebih besar. Kamu tidak hanya mendapatkan barang yang dibutuhkan tetapi juga meningkatkan keterampilan tangan dan kreativitas.

Sebelum membeli baru, kamu bisa pikirkan memanfaatkan barang bekas yang bisa didaur ulang dengan sentuhan kreativitas. (Foto: Freepik)

6. Beli Baru (Buy New)

Membeli barang baru adalah langkah terakhir dalam Buyerarchy of Needs. Pilihan ini hanya dilakukan jika semua langkah sebelumnya tidak memungkinkan. Namun, pastikan barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan dan berkualitas agar tidak cepat rusak.

Pilih produk yang ramah lingkungan atau memiliki sertifikasi keberlanjutan. Misalnya, pilih pakaian dari bahan organik atau elektronik dengan rating hemat energi. Pertimbangkan juga membeli barang dengan desain yang tahan lama untuk mengurangi frekuensi pembelian di masa depan.

Selain itu, sebelum membeli, lakukan riset terlebih dahulu. Bandingkan harga dan ulasan produk untuk memastikan bahwa kamu mendapatkan barang yang sesuai kebutuhan dan ekspektasi. Dengan pendekatan ini, kamu tetap bisa membeli dengan bijak meskipun barang tersebut baru.

Mengapa Buyerarchy of Needs Penting?

Teori ini bukan hanya soal menghemat uang, tetapi juga soal menciptakan gaya hidup yang lebih sadar lingkungan. Dengan mengurangi konsumsi barang baru, kita bisa mengurangi jejak karbon, mengurangi limbah, dan mendukung keberlanjutan bumi.

Di sisi lain, pendekatan ini juga membantu kita menghargai apa yang kita miliki dan mengasah kreativitas untuk memanfaatkan barang dengan lebih maksimal.

Tips Menerapkan Buyerarchy of Needs

1. Evaluasi kebutuhan: Sebelum membeli, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar diperlukan?”
2. Gunakan daftar prioritas: Jika butuh sesuatu, urutkan langkah-langkah di atas sebelum memutuskan membeli baru.
3. Berjejaring: Bangun komunitas yang mendukung konsep berbagi, meminjam, atau menukar barang.

Buyerarchy of Needs mengajarkan kita bahwa kebutuhan hidup tidak selalu harus dipenuhi dengan membeli barang baru. Ada banyak cara kreatif dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan tanpa merugikan lingkungan atau kantong kita.

Yuk, mulai praktikkan teori ini dalam kehidupan sehari-hari dan jadi bagian dari perubahan yang lebih baik!

Kredit Redaksi:
Penulis: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
Ad imageAd image
TOPIK:Buyerarchy of NeedsPersonal FinanceTips Keuangan

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Penulis:Setiawan Chogah
Finance & Insight Writer
Follow:
Menulis bagiku adalah perjalanan di lorong sunyi antara diri dan dunia. Tentang keuangan, tentang hidup yang bergegas, tentang jiwa yang terkadang ingin berhenti sejenak. Lewat tulisan, aku berharap kau menemukan jeda, ruang bernapas, dan makna yang kerap luput dari genggaman.
Tulisan Sebelumnya 👈 Petani Muda Sharp Ajak Petani Muda Ciptakan Revolusi Pertanian
👉 Tulisan Selanjutnya Electricity Connect 2024 Electricity Connect 2024: Tonggak Baru Energi Bersih Asia Tenggara
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

HUAWEI MatePad Mini resmi hadir di Indonesia dengan Flexible OLED PaperMatte Display, desain ultra-tipis, dan fitur produktivitas lengkap. Simak spesifikasi dan harganya.
Teknologi

HUAWEI MatePad Mini Resmi Hadir, Tablet Mini Tertipis di Dunia

25 Jun 2026
Gaya Hidup

GEMILANG PLN Dorong Electrifying Lifestyle Lewat Lomba Memasak

24 Jun 2026
Utilitas

Pasokan Listrik Banten Kembali Normal, Apa Langkah PLN Selanjutnya?

24 Jun 2026
Keuangan

Kode Referral ShopeePay untuk Pengguna Baru dan Cara Claim Bonus Saldo Gratisnya

23 Jun 2026
Ilustrasi suasana tenang yang terinspirasi dari film Perfect Days sebagai refleksi tentang financial freedom, dana pensiun, dan Lega Finansial.
Keuangan

Ketika Financial Freedom Tidak Lagi tentang Pensiun

23 Jun 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Ilustrasi PLTU Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, salah satu pembangkit yang berperan penting dalam menjaga pasokan listrik di sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali.
Bisnis

PLN Percepat Pemulihan Pembangkit, Kapan Listrik Jawa Kembali Optimal?

Aira Safeeya
21 Jun 2026
Mesin digital printing mencetak berbagai produk percetakan kertas sebagai ilustrasi bisnis percetakan kertas dan ragam produk cetak.
Bisnis

Mendalami Keuntungan Bisnis Percetakan Kertas dan Ragam Produknya

Elena
19 Jun 2026
Pengguna menggambar ilustrasi digital menggunakan HUAWEI MatePad Mini dan HUAWEI M-Pencil di area luar ruangan dengan layar Flexible OLED PaperMatte anti-glare.
Teknologi

HUAWEI MatePad Mini, Tablet Tipis untuk Produktivitas dan Hiburan

Liora N. Shasmitha
19 Jun 2026
Tampak udara Gedung PLN Kantor Pusat di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Bisnis

PLN Resmi Punya Wakil Dirut, Ini Susunan Direksi Terbaru 2026

Aira Safeeya
19 Jun 2026
Gaya Hidup

Motor Listrik Tempuh 1.200 Km, PLN Buktikan Ekosistem EV Indonesia Siap

Ammar Fahri
17 Jun 2026
Insight

PLN Tanamkan Budaya Hemat Energi Sejak Dini Lewat Program Adiwiyata

Keira Zareen
15 Jun 2026
Seorang perempuan menggunakan HUAWEI MatePad Mini untuk membaca dokumen digital di dalam kereta, sementara penumpang lain berada di sekelilingnya. Tablet mini berlayar besar tersebut digunakan dalam situasi mobilitas sehari-hari di transportasi publik.
Teknologi

HUAWEI MatePad Mini Siap Masuk Indonesia, Tipis dan Ringan

Liora N. Shasmitha
12 Jun 2026
Instruktur Setiawan Chogah memberikan materi literasi finansial Merawat Kebun Rezeki kepada peserta pelatihan Barber, Menjahit, dan Bright Migrant Worker di ruang kelas Institut Kemandirian, Karawaci, Tangerang, dengan presentasi ilustrasi kebun rezeki ditampilkan di layar.
Keuangan

Ketika Keterampilan dan Literasi Finansial Bertemu

Aira Safeeya
10 Jun 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.
HUAWEI MatePad Mini resmi hadir di Indonesia dengan Flexible OLED PaperMatte Display, desain ultra-tipis, dan fitur produktivitas lengkap. Simak spesifikasi dan harganya.

HUAWEI MatePad Mini Resmi Hadir, Tablet Mini Tertipis di Dunia

Teknologi

GEMILANG PLN Dorong Electrifying Lifestyle Lewat Lomba Memasak

Gaya Hidup

Pasokan Listrik Banten Kembali Normal, Apa Langkah PLN Selanjutnya?

Utilitas

Kode Referral ShopeePay untuk Pengguna Baru dan Cara Claim Bonus Saldo Gratisnya

Keuangan
Ilustrasi suasana tenang yang terinspirasi dari film Perfect Days sebagai refleksi tentang financial freedom, dana pensiun, dan Lega Finansial.

Ketika Financial Freedom Tidak Lagi tentang Pensiun

Keuangan
Pengguna menggambar ilustrasi digital menggunakan HUAWEI MatePad Mini dan HUAWEI M-Pencil di area luar ruangan dengan layar Flexible OLED PaperMatte anti-glare.

HUAWEI MatePad Mini, Tablet Tipis untuk Produktivitas dan Hiburan

Teknologi

Motor Listrik Tempuh 1.200 Km, PLN Buktikan Ekosistem EV Indonesia Siap

Gaya Hidup

PLN Tanamkan Budaya Hemat Energi Sejak Dini Lewat Program Adiwiyata

Insight
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com