Techfin Insight – WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi chat. Bagi banyak orang, ia telah menjadi ruang hidup digital: tempat percakapan pribadi, koordinasi kerja, arsip foto keluarga, hingga pesan-pesan penting yang tersimpan bertahun-tahun. Karena itu, setiap perubahan kecil pada WhatsApp selalu terasa relevan.
Memasuki 2026, WhatsApp dikabarkan tengah menyiapkan sejumlah fitur baru yang berfokus pada keamanan akun, transparansi akses perangkat, serta pengelolaan penyimpanan yang lebih efisien. Informasi ini terungkap dari laporan WABetaInfo, yang memantau pengembangan WhatsApp versi beta.
Meski belum diumumkan secara resmi, arah pembaruan ini menunjukkan satu hal penting: WhatsApp ingin memberi pengguna kendali yang lebih besar atas akun dan data mereka sendiri.
Integrasi WhatsApp dengan Apple Watch Kian Serius
Salah satu fitur yang paling menyita perhatian adalah rencana integrasi WhatsApp dengan Apple Watch. Dalam versi beta terbaru, WhatsApp disebut sedang mengembangkan menu baru bernama “Peripherals” yang akan ditempatkan di dalam bagian “Linked Devices”.
Lewat menu ini, pengguna dapat mengetahui apakah akun WhatsApp mereka pernah atau sedang diakses melalui Apple Watch. Informasi yang ditampilkan mencakup daftar perangkat periferal yang terhubung, lengkap dengan tanggal dan waktu aktivitas terakhir dari masing-masing perangkat.
Bagi pengguna yang aktif menggunakan perangkat wearable, fitur ini terasa krusial. Apple Watch bukan sekadar jam pintar, tetapi juga pintu masuk ke notifikasi, pesan singkat, hingga informasi sensitif. Transparansi akses menjadi lapisan awal keamanan digital.
Transparansi Akses untuk Cegah Aktivitas Mencurigakan
Fitur “Peripherals” dirancang untuk membantu pengguna mendeteksi akses yang tidak wajar ke akun WhatsApp mereka. Jika ada perangkat yang terasa asing atau sudah tidak digunakan, pengguna bisa lebih cepat menyadarinya.
Namun, pada tahap uji coba saat ini, fitur tersebut belum menyediakan opsi untuk memutuskan atau menghapus perangkat secara langsung. Artinya, fitur ini masih berfungsi sebagai informasi awal, bukan kontrol penuh. Informasi ini dilaporkan oleh Ubergizmo, Selasa (30/12/2025).
Meski begitu, kehadiran fitur ini tetap menjadi langkah penting. Transparansi sering kali menjadi kunci pertama dalam menjaga keamanan akun sebelum fitur pengamanan lanjutan ditambahkan.
Penyimpanan WhatsApp Lebih Rapi Tanpa Hapus Chat Penting
Tak hanya soal keamanan, WhatsApp juga menyiapkan pembaruan penting di sisi pengelolaan penyimpanan, khususnya untuk pengguna iOS. Dalam versi beta, WhatsApp sedang menguji fitur pembersihan penyimpanan yang lebih rinci di tingkat percakapan.
Melalui fitur ini, pengguna dapat menghapus pesan tertentu atau kategori media tertentu, seperti foto atau video, tanpa harus menghapus seluruh isi chat. Pendekatan ini dinilai lebih fleksibel dibanding metode lama yang kerap memaksa pengguna menghapus percakapan secara menyeluruh.
Bagi pengguna lama WhatsApp, fitur ini sangat relevan. Grup keluarga, kantor, dan komunitas sering kali menyimpan ribuan file media yang menumpuk selama bertahun-tahun tanpa disadari.
Lebih Hemat Ruang, Lebih Manusiawi
Pendekatan baru ini terasa lebih manusiawi. WhatsApp tampaknya memahami bahwa tidak semua percakapan bisa dihapus begitu saja. Ada pesan yang bernilai emosional, ada pula yang bersifat profesional atau historis.
Dengan fitur ini, pengguna tetap bisa menjaga pesan penting atau yang ditandai sebagai favorit, sambil membersihkan file media berukuran besar yang membebani penyimpanan perangkat.
Masih Uji Coba, Belum Rilis Global
Hingga saat ini, WhatsApp belum memberikan informasi resmi mengenai kapan fitur-fitur tersebut akan tersedia di versi stabil. Seperti biasa, pembaruan akan dirilis secara bertahap kepada pengguna.
Selain itu, belum ada kepastian apakah fitur pengelolaan penyimpanan versi iOS ini juga akan hadir di perangkat Android. WhatsApp kerap merilis fitur berbeda di tiap platform, tergantung hasil pengujian.
Jika seluruh fitur ini benar-benar dirilis pada 2026, WhatsApp akan memasuki fase baru: bukan hanya aplikasi komunikasi, tetapi ruang digital yang memberi pengguna kontrol lebih besar atas keamanan, perangkat, dan data pribadi mereka.
Penulis: Liora Navindra Shasmitha
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




