Techfin Insight — Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat seiring bertambahnya infrastruktur pengisian daya yang dibangun oleh PT PLN (Persero) bersama berbagai mitra. Namun, tidak sedikit pengguna kendaraan listrik yang masih bingung memilih jenis charging station yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan mereka.
Padahal, memahami jenis pengisian daya sangat penting agar proses pengisian baterai bisa lebih efisien, aman, dan sesuai dengan pola mobilitas sehari-hari.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur pengisian daya, tetapi juga berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan kendaraan listrik semakin mudah, aman, dan nyaman,” ujarnya.
1. Standard Charging
Jenis pengisian ini menggunakan arus bolak-balik atau AC dengan kapasitas daya 7 kW ke bawah.
Waktu pengisian biasanya membutuhkan 6 hingga 12 jam, tergantung kapasitas baterai kendaraan.
Standard charging umumnya digunakan untuk:
- Pengisian di rumah (home charging)
- Kendaraan listrik dengan baterai kecil
- Kendaraan plug-in hybrid
Metode ini cocok digunakan untuk pengisian semalaman ketika kendaraan tidak digunakan.
2. Medium Charging
Medium charging juga menggunakan arus AC, namun dengan kapasitas lebih besar yaitu 7 kW hingga 22 kW.
Dengan kapasitas ini, waktu pengisian daya biasanya berlangsung sekitar 2 hingga 4 jam.
Jenis charger ini biasanya tersedia di:
- Kantor
- Pusat perbelanjaan
- Area parkir publik
Pengisian daya medium charging umumnya menggunakan perangkat wallbox charger dan cocok untuk kendaraan yang diparkir selama beberapa jam.
3. Fast Charging
Fast charging menggunakan arus DC dengan kapasitas 22 kW hingga 50 kW.
Dengan teknologi ini, baterai kendaraan listrik dapat terisi hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 hingga 60 menit.
Jenis pengisian ini biasanya tersedia di:
- Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)
- Rest area
- Jalur perjalanan utama
Fast charging sangat ideal untuk perjalanan jarak jauh atau kendaraan dengan mobilitas tinggi.
4. Ultra Fast Charging
Ultra fast charging juga menggunakan arus DC, namun dengan kapasitas daya di atas 50 kW.
Dengan teknologi ini, pengisian baterai kendaraan listrik dapat dilakukan hanya dalam 10 hingga 20 menit.
Jenis charger ini sangat cocok untuk kendaraan listrik dengan baterai besar yang membutuhkan pengisian cepat selama perjalanan.
Fitur Digital Bantu Perjalanan EV
Untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik, PLN juga menyediakan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile.
Dalam aplikasi tersebut terdapat menu Electric Vehicle Digital Services (EVDS) yang menjadi one-stop service bagi pengguna EV.
Beberapa fitur yang tersedia antara lain:
- Trip Planner untuk merencanakan rute perjalanan dan lokasi SPKLU
- AntreEV untuk memantau ketersediaan charger dan reservasi antrean pengisian daya
Dengan dukungan infrastruktur dan layanan digital tersebut, PLN berharap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin berkembang sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang lebih praktis, aman, dan bebas khawatir bagi masyarakat.
Penulis: Liora Navindra Shasmitha
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




