• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Di Balik Nobel Fisika: Kisah Dua Ilmuwan dan Masa Depan AI yang Tak Pasti
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Sains

Di Balik Nobel Fisika: Kisah Dua Ilmuwan dan Masa Depan AI yang Tak Pasti

Oleh: Setiawan Chogah - Finance & Insight Writer
Publikasi: Rabu, 9 Oktober 2024 - 12.54 WIB
Share
Pemenang Hadiah Nobel Fisika 2024 John J. Hopfield dan Geoffrey E. Hinton.
Pemenang Hadiah Nobel Fisika 2024 John J. Hopfield dan Geoffrey E. Hinton. (X/@NobelPrize )
Navigasi Konten
  • Memahami Pembelajaran Mesin
  • John Hopfield: Memori yang Terinspirasi Otak
  • Geoffrey Hinton: Bapak Deep Learning
  • Dampak Penemuan Sang Penerima Nobel Fisika
  • Masa Depan Kecerdasan Buatan

Dunia kembali dikejutkan dengan pengumuman peraih Nobel Fisika tahun ini. Dua ilmuwan terkemuka, John Hopfield dan Geoffrey Hinton, berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi tersebut atas kontribusi luar biasa mereka dalam merintis jalan bagi perkembangan kecerdasan buatan (AI). Penemuan mereka dalam bidang pembelajaran mesin telah menjadi fondasi bagi kemajuan pesat teknologi AI yang kita nikmati saat ini.

Memahami Pembelajaran Mesin

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kontribusi Hopfield dan Hinton, penting untuk memahami apa itu pembelajaran mesin. Sederhananya, pembelajaran mesin adalah cabang ilmu komputer yang memungkinkan komputer belajar dari data tanpa diprogram secara eksplisit. Algoritma pembelajaran mesin dapat mengidentifikasi pola, membuat prediksi, dan bahkan mengambil keputusan secara mandiri.

John Hopfield: Memori yang Terinspirasi Otak

John Hopfield, seorang fisikawan teoretis, dikenal atas karyanya dalam mengembangkan jaringan saraf tiruan yang terinspirasi oleh cara kerja otak manusia. Jaringan saraf tiruan ini, yang kemudian dikenal sebagai jaringan Hopfield, memiliki kemampuan untuk menyimpan dan mengingat pola-pola informasi. Konsep ini sangat revolusioner pada masanya dan menjadi dasar bagi pengembangan sistem memori asosiatif yang digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pengenalan pola hingga optimasi.

Jaringan Hopfield bekerja dengan cara yang mirip dengan neuron di otak manusia. Setiap neuron dalam jaringan memiliki keadaan aktif atau tidak aktif, dan koneksi antara neuron menentukan bagaimana informasi mengalir melalui jaringan. Dengan mengatur kekuatan koneksi antara neuron, jaringan Hopfield dapat menyimpan berbagai pola. Ketika diberikan sebagian dari pola yang telah disimpan, jaringan dapat melengkapi pola tersebut dan menghasilkan kembali pola lengkap.

- Advertisement -
Ad imageAd image

BREAKING NEWS
The Royal Swedish Academy of Sciences has decided to award the 2024 #NobelPrize in Physics to John J. Hopfield and Geoffrey E. Hinton “for foundational discoveries and inventions that enable machine learning with artificial neural networks.” pic.twitter.com/94LT8opG79

— The Nobel Prize (@NobelPrize) October 8, 2024

Geoffrey Hinton: Bapak Deep Learning

Geoffrey Hinton adalah seorang ilmuwan komputer, sering disebut sebagai “bapak deep learning”. Deep learning adalah subbidang pembelajaran mesin yang menggunakan jaringan saraf tiruan dengan banyak lapisan (deep) untuk belajar dari data yang kompleks. Hinton telah berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan algoritma deep learning, seperti backpropagation, yang memungkinkan jaringan saraf tiruan untuk belajar secara efisien dari kesalahan.

Salah satu kontribusi terbesar Hinton adalah dalam pengembangan jaringan saraf konvolusional (convolutional neural network, CNN). CNN sangat efektif dalam mengolah data gambar dan video, dan telah menjadi teknologi kunci di balik berbagai aplikasi seperti pengenalan wajah, deteksi objek, dan pemrosesan bahasa alami.

Jangan Lewatkan:

CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.
Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik
16 Apr 2026
Gemini Disorot, Google Tambah Fitur Darurat Kesehatan Mental
13 Apr 2026
malware-ai-game-android-gratis
Waspada! Malware AI Menyusup Lewat Game Android Gratis
27 Jan 2026
Apple menggandeng Google untuk menghadirkan Siri generasi baru berbasis AI Gemini, menandai perubahan strategi besar Apple di era kecerdasan buatan.
Apple Gandeng Google: Era Baru Siri Berbasis Gemini
13 Jan 2026

Hinton kerap disebut sebagai Bapak AI dan namanya muncul di berbagai pemberitaan ketika ia mundur dari Google tahun lalu, agar bisa lebih leluasa mengangkat bahaya dari teknologi yang ia ciptakan.

“Kita tidak punya pengalaman rasanya memiliki hal-hal yang lebih cerdas dari kita,” kata Hinton melalui sambungan telepon dalam konferensi pers Nobel.

“Teknologi ini akan bermanfaat di banyak bidang, misalnya layanan kesehatan,” kata Hinton,“Tapi kita juga harus mengkhawatirkan sejumlah konsekuensi buruk yang mungkin terjadi. Khususnya ancaman ketika teknologi ini menjadi di luar kendali.”

Menengok kembali perjalanan kariernya, Hinton mengakui adanya beberapa penyesalan terkait penelitiannya di bidang AI. Meski demikian, ia tetap optimis tentang masa depan AI dan berharap bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk kebaikan umat manusia. Ia juga memuji Google atas upaya perusahaan dalam mengembangkan AI secara bertanggung jawab.

Dampak Penemuan Sang Penerima Nobel Fisika

Penemuan Hopfield dan Hinton telah membuka pintu bagi berbagai inovasi dalam bidang kecerdasan buatan. Beberapa contoh aplikasi AI yang dibangun di atas fondasi yang mereka letakkan antara lain:

  • Pengenalan suara: Sistem pengenalan suara seperti Siri dan Alexa menggunakan deep learning untuk memahami perintah suara manusia.
  • Terjemahan mesin: Alat terjemahan seperti Google Translate memanfaatkan deep learning untuk menerjemahkan teks dari satu bahasa ke bahasa lain dengan akurasi yang tinggi.
  • Mobil otonom: Mobil tanpa pengemudi menggunakan berbagai sensor dan kamera yang dilengkapi dengan algoritma deep learning untuk mendeteksi lingkungan sekitar dan membuat keputusan mengemudi.
  • Diagnosa medis: AI dapat digunakan untuk menganalisis gambar medis seperti X-ray dan MRI untuk membantu dokter mendiagnosis penyakit.
pemenang Hadiah Nobel Fisika 2024, fisikawan AS John J Hopfield dan ilmuwan komputer dan psikolog kognitif Kanada-Inggris Geoffrey E Hinton
Layar yang menampilkan pemenang Hadiah Nobel Fisika 2024, fisikawan AS John J Hopfield dan ilmuwan komputer dan psikolog kognitif Kanada-Inggris Geoffrey E Hinton, saat pengumuman oleh Royal Swedish Academy of Sciences di Stockholm pada 8 Oktober 2024. (Jonathan NACKSTRAND / AFP)

Masa Depan Kecerdasan Buatan

Penghargaan Nobel Fisika yang diberikan kepada Hopfield dan Hinton adalah pengakuan atas peran penting mereka dalam membentuk dunia yang kita tinggali saat ini. Namun, perjalanan pengembangan AI masih jauh dari selesai. Para peneliti terus berupaya untuk mengembangkan algoritma pembelajaran mesin yang lebih canggih dan efisien, serta mencari cara untuk mengatasi tantangan-tantangan etis yang terkait dengan AI.

John Hopfield dan Geoffrey Hinton adalah dua ilmuwan visioner yang telah memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi perkembangan kecerdasan buatan. Penemuan mereka telah membuka pintu bagi berbagai kemungkinan baru, dan warisan mereka akan terus menginspirasi generasi ilmuwan berikutnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image
TOPIK:AICNNGeoffrey HintonJaringan Saraf TiruanJohn HopfieldKecerdasan BuatanNobel Fisika

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Author:Setiawan Chogah
Finance & Insight Writer
Follow:
Menulis bagiku adalah perjalanan di lorong sunyi antara diri dan dunia. Tentang keuangan, tentang hidup yang bergegas, tentang jiwa yang terkadang ingin berhenti sejenak. Lewat tulisan, aku berharap kau menemukan jeda, ruang bernapas, dan makna yang kerap luput dari genggaman.
Tulisan Sebelumnya 👈 PLN Pecahkan Rekor: Lari Hijau, Energi Bersih PLN Pecahkan Rekor: Lari Hijau, Energi Bersih
👉 Tulisan Selanjutnya Layar yang menampilkan pemenang Hadiah Nobel Fisika 2024, fisikawan AS John J Hopfield dan ilmuwan komputer dan psikolog kognitif Kanada-Inggris Geoffrey E Hinton, saat pengumuman oleh Royal Swedish Academy of Sciences di Stockholm pada 8 Oktober 2024. (Jonathan NACKSTRAND / AFP) Nobel Fisika untuk John Hopfield dan Geoffrey Hinton atas Terobosan dalam Machine Learning
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Insight

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026
Bisnis

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026
Bisnis

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026
Kultur

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026
Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

25 Apr 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Persona

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Ammar Fahri
21 Apr 2026
Utilitas

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Aira Safeeya
21 Apr 2026
Bisnis

Clean Energy Day PLN Banten: Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Aira Safeeya
19 Apr 2026
Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Aira Safeeya
17 Apr 2026
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.
Insight

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Keira Zareen
16 Apr 2026
Teknologi

Samsung Akhirnya Bisa Kirim File ke iPhone, Tanpa Aplikasi Tambahan

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Ilustrasi masyarakat tetap produktif ketika menjalani Work From Home berkat keandalan dan layanan listrik yang mudah diakses melalui PLN Mobile.
Utilitas

WFH Makin Berat? PLN Kasih Diskon Tambah Daya 50%

Aira Safeeya
16 Apr 2026
Utilitas

Bayar Listrik Lebih Awal, PLN Ajak Pelanggan Manfaatkan PLN Mobile

Aira Safeeya
16 Apr 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

Insight

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

Kultur

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Persona

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Utilitas
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Insight
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Teknologi
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com