Techfin Insight — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten resmi membuka rangkaian Sharia Festival Jawara (SHAFARA) dan Digital Jawara (DIGIWARA) 2026 di Bintaro Jaya Xchange Mall 2, Jumat (22/5). Untuk pertama kalinya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dipadukan dengan digitalisasi sistem pembayaran dalam satu festival terintegrasi.
Mengusung tema “Perluasan Ekosistem Ekonomi Keuangan Syariah dan Digital melalui Akselerasi dan Sinergi untuk Banten Maju dan Sejahtera”, kegiatan ini berlangsung hingga 24 Mei 2026 dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, penyedia jasa pembayaran, UMKM, akademisi, hingga pondok pesantren.
Ekonomi Syariah dan Digital Kini Berjalan Bersama
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan SHAFARA dan DIGIWARA 2026 menjadi tonggak baru dalam pengembangan ekonomi daerah karena menyatukan dua sektor strategis dalam satu ekosistem.
Menurutnya, integrasi ekonomi syariah dan digitalisasi pembayaran mencerminkan visi bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat Banten.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Banten yang berbasis nilai iman dan takwa. Pemerintah Provinsi Banten, lanjutnya, terus mendukung penguatan UMKM halal, perluasan pembiayaan syariah, pengembangan Kawasan Industri Halal Modern Cikande, hingga percepatan implementasi QRIS dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
QRIS di Banten Tumbuh Pesat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah kini menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi nasional.
Menurutnya, potensi pasar halal Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan industri halal global dan perkembangan layanan keuangan syariah digital.
Ameriza juga memaparkan bahwa ekonomi Banten tetap menunjukkan kinerja yang resilien di tengah dinamika global. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Banten tumbuh sebesar 5,64 persen (year on year) dan diproyeksikan tetap tumbuh positif sepanjang tahun di kisaran 5,10 persen hingga 5,90 persen.

Di sisi lain, digitalisasi transaksi di Banten juga mengalami pertumbuhan signifikan. Sepanjang Triwulan I 2026, volume transaksi QRIS di Banten tumbuh 68,78 persen (year on year), sementara nominal transaksi meningkat 70,72 persen. Hingga Maret 2026, total transaksi QRIS di Banten telah mencapai lebih dari 368 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp34 triliun.
Saat ini, ekosistem QRIS di Banten juga didukung lebih dari 2,7 juta merchant dan 3,4 juta pengguna aktif.
UMKM, Halal Lifestyle, dan Wakaf Produktif
Selain menghadirkan pameran UMKM halal dan digital, SHAFARA dan DIGIWARA 2026 juga diramaikan berbagai agenda strategis seperti business matching pembiayaan syariah, fasilitasi sertifikasi halal, edukasi keuangan syariah, hingga halal chef competition.
Tidak hanya itu, terdapat pula komitmen bersama optimalisasi wakaf melalui pemberdayaan 1.000 UMKM di Kota Tangerang Selatan sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Banten juga menyerahkan DIGIWARA Awards 2026 kepada pemerintah kabupaten/kota serta penyedia jasa pembayaran atas kontribusinya dalam mempercepat implementasi ETPD dan perluasan QRIS di Provinsi Banten.
Melalui SHAFARA dan DIGIWARA 2026, Bank Indonesia Provinsi Banten berharap tercipta sinergi yang lebih kuat dalam memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sekaligus mempercepat digitalisasi ekonomi daerah demi mendukung pertumbuhan ekonomi Banten yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Aira Safeeya
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




