Techfin Insight – Bicara soal uang sering kali membuat dahi berkerut dan otak bekerja lebih keras. Bagi banyak orang, angka-angka di laporan keuangan terasa kaku, dingin, dan terkadang mengintimidasi.
Namun, suasana berbeda tersaji di Kampus Institut Kemandirian (IK) Dompet Dhuafa, Karawaci, Tangerang, pada Jumat (10/04).
Di hadapan para peserta pelatihan Cleaning Service, Setiawan Chogah, seorang Growth & Finance Storyteller sekaligus Editor-in-Chief Techfin Insight, hadir membawa perspektif baru.
Melalui materi bertajuk “Merawat Kebun Rezeki”, Chogah mengajak audiens untuk berhenti melihat uang sebagai beban statistik, dan mulai melihatnya sebagai sebuah kebun.
Filosofi Akar dan Aliran Air
Dalam narasinya, Chogah menekankan bahwa hidup adalah deretan pohon-pohon yang butuh dialiri air agar terus tumbuh rimbun. Uang, dalam hal ini, adalah aliran air tersebut.
“Seringkali, pohon kita tidak tumbuh bukan karena tidak ada airnya, tapi karena ada kebocoran yang tidak segera kita tutup. Airnya habis menguap di jalan, hingga tak pernah sampai menyentuh akar dengan selamat,” ungkapnya.
Analogi membumi ini menyentuh aspek paling mendasar dalam literasi keuangan: kejujuran. Para peserta yang sehari-harinya dilatih untuk merawat dan membersihkan ruang, kini diajak untuk menerapkan ketelitian yang sama ke dalam dompet mereka. Membersihkan “benalu” utang konsumtif dan memastikan setiap tetes rezeki mengalir ke tempat yang semestinya melalui dana darurat dan perencanaan yang sadar.
Antusiasme dan Harapan Baru
Pendekatan yang liris dan penuh empati ini disambut hangat oleh para peserta. Alih-alih merasa dihakimi karena kondisi finansialnya, peserta justru merasa diberikan alat untuk memperbaiki masa depan.
Salah satu peserta, Maulana Okta Danuwirya, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kelas ini.
“Materi dan pembawaannya sangat menyenangkan, menggunakan contoh yang mudah dipahami. Ini membuat saya semangat untuk mencari dan mengelola uang,” tuturnya dengan antusias.
Menuju Lega Finansial
Bagi Setiawan Chogah, tujuan akhir dari pelatihan ini bukan sekadar angka di rekening, melainkan tercapainya Lega Finansial—sebuah kondisi di mana seseorang memiliki ketenangan batin karena kebun rezekinya dirawat dengan penuh kesadaran.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini di Institut Kemandirian, diharapkan para lulusannya tidak hanya tangguh secara keterampilan teknis di lapangan, tetapi juga memiliki mentalitas “penanam” yang disiplin dalam menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga mereka.
Karena pada akhirnya, kebun yang dirawat dengan jujur adalah kebun yang akan memberikan keteduhan bagi pemiliknya.




