• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Investasi
  • Apple
  • Keuangan
  • PLN Mobile
  • Karier
  • Teknologi
  • Books/Movies
  • iPhone
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Benarkah Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat? Ini Kata Kemenkeu
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Keuangan

Benarkah Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat? Ini Kata Kemenkeu

Elira V. Kirana
Oleh: Aira Safeeya - Business & Finance Enthusiast
Publikasi: Senin, 19 Mei 2025 - 17.46 WIB
Share
Navigasi Konten
  • Kemenkeu: Pasar Domestik dan Demografi Jadi Penopang Utama
  • Diversifikasi Sektor dan Inflasi yang Terkendali
  • Sumber Daya Alam dan Optimisme Tenaga Kerja
  • Akademisi: Fundamental Lemah, Deindustrialisasi Jadi Masalah Utama
  • Sektor Manufaktur Menyusut, Produktivitas Menurun
  • ICOR yang Tinggi Tanda Inefisiensi Investasi
  • Fundamental Kuat Tapi Belum Tangguh?

Jakarta, Techfin Insight – Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, perdebatan soal fundamental ekonomi Indonesia kembali mencuat.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional masih tergolong kuat dan stabil, didukung oleh pasar domestik yang solid, diversifikasi sektor usaha, dan posisi fiskal yang relatif sehat.

Namun, di sisi lain, kajian akademik dari Universitas Indonesia justru mengungkap tren pelemahan yang terjadi secara perlahan dalam beberapa tahun terakhir.

Kemenkeu: Pasar Domestik dan Demografi Jadi Penopang Utama

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, menyebutkan bahwa populasi besar dan daya beli domestik menjadi penyangga utama ekonomi Indonesia.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dalam wawancaranya dengan Bloomberg Technoz, Deni menyatakan bahwa ketergantungan terhadap ekspor yang rendah menjadikan perekonomian Indonesia relatif tahan terhadap guncangan eksternal.

“Konsumsi domestik sangat penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi kita,” ungkapnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat pernyataan tersebut. Pada kuartal I-2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,87% year-on-year (yoy).

Jangan Lewatkan:

BI Rate dan Inflasi: Duet Dinamis di Balik Stabilitas Ekonomi
5 Jul 2025
PHK Massal di 2025: Tanda Bahaya dan 5 Skill Wajib Biar Karier Nggak Tamat
28 Mei 2025
Cara lapor SPT Tahunan online untuk wajib pajak pribadi
Cara Lapor SPT Tahunan, Khusus untuk Kamu yang Baru Pertama Kali
23 Mei 2025
Masyita Crystallin
Siapa Masyita Crystallin, Dirjen Baru Stabilitas Sektor Keuangan Kemenkeu?
26 Jun 2025

Kontributor utamanya adalah konsumsi rumah tangga yang menyumbang 54,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jauh di atas ekspor yang hanya 22,3%.

Diversifikasi Sektor dan Inflasi yang Terkendali

Menurut Deni, Indonesia juga terbantu oleh struktur ekonomi yang terdiversifikasi, terutama di sektor pertanian, perdagangan, jasa, dan industri pengolahan. Pada kuartal pertama 2025, lima sektor terbesar menunjukkan pertumbuhan positif, termasuk pertanian dan konstruksi.

Selain itu, inflasi Indonesia yang masih dalam kisaran sasaran dianggap sebagai indikator stabilitas makro.

Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat naik 1,95% yoy, tertinggi sejak Agustus 2024, namun masih dalam target 2,5% ±1% yang ditetapkan pemerintah.

Deni juga menyoroti posisi utang pemerintah yang masih terkendali, serta status kredit negara Indonesia yang masih berada di investment grade oleh Moody’s dengan peringkat Baa2 outlook stabil.

Sumber Daya Alam dan Optimisme Tenaga Kerja

Sumber daya alam juga dianggap sebagai kekuatan ekonomi Indonesia. Sektor pertanian tumbuh 10,52% yoy, menyumbang 12,66% terhadap PDB.

Walau sektor pertambangan masih mencatat kontraksi -1,23% yoy, kontribusinya tetap tinggi di angka 8,99%.

Lebih lanjut, Deni menambahkan bahwa perkembangan tenaga kerja menunjukkan sentimen usaha yang positif, dengan penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak pada kategori pekerja formal seperti karyawan dan pegawai tetap.

Akademisi: Fundamental Lemah, Deindustrialisasi Jadi Masalah Utama

Namun, kajian terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menunjukkan sisi lain dari cerita.

Mereka menilai bahwa fundamental ekonomi Indonesia sedang mengalami pelemahan struktural.

Meskipun tingkat kemiskinan turun ke 9%, kelompok rentan miskin naik menjadi 24,2%, dan kelas menengah menyusut ke 17,1%, kembali ke level 2017.

Ini menunjukkan bahwa mobilitas sosial stagnan, dan sebagian besar penduduk masih rentan terhadap tekanan ekonomi.

Masalah lain adalah tingginya dominasi sektor informal, yang mencapai 57,95% pada 2024. Artinya, sebagian besar pekerja belum memiliki perlindungan kerja dan jaminan sosial yang layak.

Jangan Lewatkan:

Suasana acara Kompas100 CEO Forum yang berlangsung di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Jumat (11/10).
Kompas100 CEO Forum 2024: PLN Ajak Ratusan CEO Perkuat Pembangunan
6 Mei 2025

Sektor Manufaktur Menyusut, Produktivitas Menurun

Yang paling mengkhawatirkan adalah tren penyusutan sektor manufaktur atau deindustrialisasi.

Pada 2008, sektor ini menyumbang 27,81% terhadap PDB, tapi turun konsisten menjadi hanya 18,67% pada 2023.

“Proses deindustrialisasi telah melemahkan fundamental ekonomi Indonesia, menggeser struktur ekspor ke barang komoditas berisiko, dan mengurangi kapasitas penciptaan kerja formal,” ujar tim ekonom LPEM UI.

Sejalan dengan itu, produktivitas nasional juga mengalami penurunan karena peningkatan lapangan kerja di sektor-sektor bernilai tambah rendah.

ICOR yang Tinggi Tanda Inefisiensi Investasi

Indikator lain yang menjadi sorotan adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Rasio ini menunjukkan seberapa efisien investasi mengubah modal menjadi output ekonomi.

Rata-rata ICOR Indonesia mencapai 6,4 pada 2023, angka yang tinggi jika dibandingkan dengan era 2005-2009 yang hanya 4,3.

Semakin tinggi ICOR, semakin besar investasi yang dibutuhkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Menurut para ekonom, ini menandakan bahwa investasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir belum cukup produktif.

Fundamental Kuat Tapi Belum Tangguh?

Pernyataan Kemenkeu tentang fundamental ekonomi Indonesia yang kuat memang memiliki dasar, terutama dari sisi konsumsi domestik dan stabilitas fiskal.

Namun, jika dilihat lebih dalam, berbagai indikator struktural menunjukkan tantangan besar yang perlu segera diatasi—dari ketimpangan kelas sosial, dominasi sektor informal, hingga deindustrialisasi dan rendahnya produktivitas.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dengan kondisi seperti ini, pertanyaannya bukan sekadar apakah ekonomi Indonesia kuat, tapi apakah cukup tangguh menghadapi tekanan jangka panjang?

- Advertisement -
duologi setiawan chogahduologi setiawan chogah
TOPIK:Ekonomi IndonesiaKemenkeuPertumbuhan Ekonomi

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Elira V. Kirana
Author:Aira Safeeya
Business & Finance Enthusiast
Follow:
Aku membahas bisnis dan keuangan dari sudut yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengatur uang dan membangun masa depan finansial itu penting, sesuai nilai yang kamu percaya.
Tulisan Sebelumnya 👈 HarmonyOS versi PC Huawei Luncurkan HarmonyOS Versi PC dan MateBook Pro Pertama dengan Kirin X90
👉 Tulisan Selanjutnya Kenapa menabung saja tak cukup di tengah inflasi, pentingnya mulai investasi sejak muda Kenapa Menabung Saja Tak Cukup? Ini Alasan Kamu Harus Mulai Investasi
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Teknologi

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026
Teknologi

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026
Teknologi

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026
Teknologi

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026
Bisnis

Listrik Tetap Nyala Saat Idulfitri, PLN Banten Pastikan Ibadah Aman

21 Mar 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com