• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • PLN Mobile
  • Apple
  • Investasi
  • Keuangan
  • Karier
  • Teknologi
  • iPhone
  • Books/Movies
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Mengapa Saya Memilih Islam: Sebuah Catatan Pencari Cahaya
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • ShopNew
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Insight

Mengapa Saya Memilih Islam: Sebuah Catatan Pencari Cahaya

Catatan reflektif dari seorang peziarah batin yang menjelajahi banyak tradisi spiritual—dari Bhagavad Gita hingga fisika kuantum—dan akhirnya menemukan rumah dalam Islam. Sebuah narasi mendalam tentang kerinduan, cahaya, dan makna kemenangan sejati: falah.

Oleh: Setiawan Chogah - Finance & Insight Writer
Publikasi: Kamis, 24 Juli 2025 - 17.38 WIB
Share
Mengapa Saya Memilih Islam
Dalam keheningan yang menyapa, setiap sinar memeluk doa—hayya ‘alal falah.
Navigasi Konten
  • Al-Qur’an Bukan Sekadar Kitab, Tapi Peta Langit
  • Batu Bata Terakhir yang Menyempurnakan Segalanya

Saya tersungkur di lantainya. Ammar Mosque and Osman Ramju Sadick Islamic Centre. Bukan karena lelah, bukan karena tubuh yang rapuh. Tapi karena ada sesuatu dari dalam diri saya yang seperti dipecahkan. Seperti ada pintu yang selama ini tertutup rapat, akhirnya terbuka. Dan dari dalamnya, keluar cahaya.

Saya menggigil. Musim dingin Hong Kong membuat kulit saya mengelupas di sekitar kuku, tapi yang paling terasa adalah sejuknya jiwa saat mendengar adzan di negeri asing. Di tengah kota yang tidak tahu saya siapa, masjid itu memeluk saya seperti rumah.

Tak ada yang peduli apakah saya membaca qunut atau tidak? Tak ada yang bertanya, apakah saya Indonesia atau Pakistan?

Setelah hari itu, saya sering datang ke Wan Chai lima kali sehari. Bukan karena kewajiban, tapi karena rindu. Saya bahkan sempat menangis dan berkata pada tembok: “Terima kasih sudah menerima saya. Saya akan pulang, tapi saya akan pulang dengan jiwa yang berbeda.”

- Advertisement -
Ad imageAd image

Al-Qur’an Bukan Sekadar Kitab, Tapi Peta Langit

Saya pulang ke Indonesia dengan kerinduan yang agung, saya kembali membuka Al-Qur’an setelah bertahun-tahun menjauh, saya tidak menemukan dogma. Saya menemukan jawaban yang mendahului pertanyaan. Ia seperti cahaya yang tidak menampar mata, tapi menembus tulang sumsum.

Al-Qur’an berbicara tentang Adam, para malaikat yang bersujud, iblis yang menolak, Nuh dan kapalnya, Mesir dan Musa, Maryam dan Isa, hingga taman abadi dan api yang tak padam. Tapi ia tidak hanya bercerita. Ia membuka simpul-simpul makna dalam hidup saya yang selama ini hanya saya gumamkan dalam sepi.

Setiap ayat seperti jendela yang dibuka dari dalam jiwa saya sendiri. Dan ia tidak meminta saya menanggalkan cinta saya pada yang terdahulu. Justru ia memeluk semua cahaya sebelumnya, seperti malam yang merangkum semua bintang.

Jangan Lewatkan:

Ilustrasi aliran uang sebagai “air” yang menyuburkan kebun impian—menekankan pentingnya mengarahkan dan mengelola keuangan secara sadar agar pertumbuhan berlangsung berkelanjutan.
Ketika Uang Datang Tapi Hidup Tetap Terasa Kurang
22 Jan 2026
Ketika Amigdala Mengambil Alih: Kita Selalu Hidup dalam Ketakutan
11 Nov 2025
Otak memilih nyaman daripada benar
Neurosains: Mengapa Otak Lebih Memilih Nyaman daripada Benar?
11 Nov 2025
Benarkah Doa Bisa Mengubah Realitas di Dunia Nyata?
24 Okt 2025

Batu Bata Terakhir yang Menyempurnakan Segalanya

Ketika saya membaca tentang Nabi Muhammad, saya tidak sedang membaca seorang tokoh sejarah. Saya sedang mengintip cahaya yang hidup. Ia adalah manusia yang menangis kehilangan anak, merasakan lapar, dikhianati, bahkan diracun. Tapi ia tetap lembut. Ia tetap bersujud. Ia tetap menjadi cahaya dalam badai.

Ia bukan hanya nabi yang mulia—ia adalah anak manusia yang dilahirkan dalam sepi. Muhammad sudah yatim bahkan sebelum matanya sempat menatap wajah ayahnya, Abdullah. Belum sempat mendengar suara panggilan cinta dari sang ayah, ia sudah dipeluk sunyi.

Di awal hidupnya, ia disusui oleh Halimah Sa’diyah—di sebuah pedalaman yang jauh dari pelukan Aminah, ibunya. Ia tumbuh dalam dekapan orang lain, dalam udara padang yang keras, tapi justru di situlah kelembutannya ditempa.

Lalu, saat usianya baru enam tahun, pilu kembali menyapa. Ia menjadi piatu. Aminah wafat dalam perjalanan pulang dari Madinah. Muhammad kecil, dengan mata seluas padang, kini benar-benar sebatang kara di dunia.

Namun dari luka itulah tumbuh ketangguhan. Dari sunyi itulah tumbuh kedalaman. Ia bukan nabi dari istana, bukan raja bersenjata, bukan pemimpin yang dibesarkan di singgasana. Ia adalah anak manusia yang belajar bersandar hanya pada langit, karena dunia terlalu cepat merebut pangkuan darinya.

Dan mungkin karena itu, ia begitu memahami derita manusia. Ia tahu rasanya kehilangan. Ia tahu pahitnya sepi. Maka ketika umatnya mengkhianatinya, ia tidak membalas dengan pedang, tapi dengan doa. Ketika dilempari batu di Thaif, ia tidak meminta malaikat menghancurkan kota itu, tapi memohon agar kelak anak-anak mereka mengenal cahaya.

Ia tetap lembut. Ia tetap bersujud. Ia tetap menjadi cahaya dalam badai—karena sejak kecil, badai telah menjadi gurunya.

Kembali1234Lanjut
- Advertisement -
Ad imageAd image
TOPIK:agama dan pencarian maknaFisika Kuantumhayya alal falahisra mikrajkontemplasi hidupMemilih Islammengapa memilih IslamMindfulnessperjalanan spiritualperpaduan iman dan sainsRuang Dalamsufi moderntasawuf

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Author:Setiawan Chogah
Finance & Insight Writer
Follow:
Menulis bagiku adalah perjalanan di lorong sunyi antara diri dan dunia. Tentang keuangan, tentang hidup yang bergegas, tentang jiwa yang terkadang ingin berhenti sejenak. Lewat tulisan, aku berharap kau menemukan jeda, ruang bernapas, dan makna yang kerap luput dari genggaman.
Tulisan Sebelumnya 👈 Jenis Passive Income: Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?
👉 Tulisan Selanjutnya Foto bersama seluruh tim pelaksana Sinergi PDKB UP3 Cikupa usai apel pembukaan kegiatan pada Senin, 21 Juli 2025. Kegiatan ini melibatkan 70 personel dari berbagai unit, yang akan menuntaskan 140 titik pekerjaan pemeliharaan jaringan listrik bertegangan tanpa pemadaman di wilayah kerja UP3 Cikupa. PLN Cikupa Gelar Sinergi PDKB Tanpa Padam: Listrik Aman, Pelanggan Nyaman
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Insight

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

4 Mei 2026
Bisnis

PLN dan Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Listrik dan Investasi

3 Mei 2026
Bisnis

PLN Luncurkan GIGA ONE, Proyek PLTS 1,2 GW untuk Transisi Energi

3 Mei 2026
Kultur

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

25 Apr 2026
Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

25 Apr 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Persona

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Ammar Fahri
21 Apr 2026
Utilitas

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Aira Safeeya
21 Apr 2026
Bisnis

Clean Energy Day PLN Banten: Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Aira Safeeya
19 Apr 2026
Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Aira Safeeya
17 Apr 2026
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.
Insight

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Keira Zareen
16 Apr 2026
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.
Teknologi

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Teknologi

Samsung Akhirnya Bisa Kirim File ke iPhone, Tanpa Aplikasi Tambahan

Liora N. Shasmitha
16 Apr 2026
Ilustrasi masyarakat tetap produktif ketika menjalani Work From Home berkat keandalan dan layanan listrik yang mudah diakses melalui PLN Mobile.
Utilitas

WFH Makin Berat? PLN Kasih Diskon Tambah Daya 50%

Aira Safeeya
16 Apr 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Srikandi PLN Banten Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdampak

Insight

Seba Baduy 2026, PLN Pastikan Listrik Andal Tanpa Gangguan

Kultur

Srikandi PLN di Hari Kartini: Listrik Andal, Perempuan Berdaya

Kultur

Dari Cilegon, Perempuan Ini Menjahit Harapan Lewat Batik

Persona

PLN Turun ke Jalan: Edukasi Energi dan Diskon Tambah Daya

Utilitas

PLN UID Banten Gelar Apel Pasukan, Percepat Layanan Penyambungan Listrik

Utilitas
Konflik AS–Iran di Selat Hormuz berdampak pada harga plastik di Indonesia.

Dari Selat Hormuz ke Indonesia: Kenapa Perang Bikin Harga Plastik Naik

Insight
CEO Meta Mark Zuckerberg mengkritik keras Apple karena dinilai kurang inovasi dan menyebutnya sebagai perusahaan tukang peras.

Zuckerberg Siapkan “Versi AI” Dirinya, Rapat Bisa Tanpa Hadir Fisik

Teknologi
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com