Percakapan dengan Freelancer: Bekerja 20 Jam per Minggu dari Rumah

6 Menit

Ubah bahasa:

|

Traktir Penulis

T: Itu kisah yang sangat indah. Saya rasa pertanyaan berikutnya mungkin sulit dijawab, tetapi apa pengalaman favorit nomor 1 Anda sebagai pekerja lepas digital?

A: Tentu saja ada banyak, tetapi jika saya harus memilih satu… saya melakukan semua pekerjaan saya dari rumah, di mana saya benar-benar bekerja tidak seperti yang kebanyakan orang lakukan.

Saya tidak mempunyai mobil. Di rumah saya hanya ada satu motor, yang akhir-akhir ini saya pikir itu adalah sebuah pembelian yang mubazir.

Setiap sore saya berkeliling sendiri di sekitar kompleks. Berjalan kaki. Kadang menyapa Mak — tetangga saya — di dapur tungku kayunya.

Rumah saya berbatasan langsung dengan kampung di sebelah selatan.

Rumah Chogah 2.0

Selain itu, saya memasak makan malam sendiri, menyiram sansevieria, bangun di samping air terjun kecil, dan melihat cahaya pagi dari barat.

Saya selalu memastikan untuk menyusun pekerjaan saya sehingga saya dapat dengan bebas lepas seperti itu — saya hanya memberi tahu klien saya bahwa saya tidak dapat dihubungi dan memastikan tim mereka tahu apa yang harus dilakukan.

Bisa menjalani kehidupan lambat adalah salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidup saya, begitu damai dan sempurna.

T: Baiklah, pertanyaan terakhir: Anda telah mengajarkan orang-orang cara melakukan apa yang Anda lakukan selama beberapa waktu, bahkan sebelum pandemi dimulai.

- Advertisement -
Jasa Pembuatan Website Murah di BantenJasa Pembuatan Website Murah di Banten

Saya tahu kami memiliki beberapa pembaca yang belum mengenal gaya hidup lambat “sepenuhnya”, dan beberapa yang bahkan belum melakukan perjalanan pertama mereka.

Seperti yang Anda katakan bahwa Anda tetap dapat menjalani kehidupan yang ideal meski Anda membatasi diri untuk mengambil banyak kesempatan benefit dari pekerjaan lain.

Dengan mempertimbangkan para pembaca tersebut, satu saran apa yang Anda miliki untuk membantu mereka memulai kehidupan seperti ini?

A: Hmm… Menurut saya, akan sangat membantu jika kamu menentukan bagian “apa pekerjaanmu” dan “hidup seperti apa yang kamu inginkan” terlebih dahulu.

Saya mulai memutuskan untuk hidup lambat saat saya sudah menemukan definisi “cukup” diri saya sendiri.

Dari beberapa tahun sebelumnya, saya telah mengumpulkan dana darurat dan investasi untuk hari tua saya. Mencoba melakukan keduanya sekaligus akan sangat membuat stres dan repot.

Bagi saya, memiliki klien dan penghasilan yang jelas membuat saya yakin untuk menolak tawaran pekerjaan lain dan saya tetap hidup layak dengan kehidupan slow living yang saya pilih.

Dan itu saja wawancara hari ini! Namun kami akan kembali minggu depan untuk menjawab pertanyaan pembaca.

 

- Advertisement -
Ad imageAd image
Share tulisan ini, yuk!

Tentang Penulis

Penulis:Keira Zareen
Insight Thinker
Follow:
Aku mengeksplorasi isu sosial dan refleksi personal. Tulisanku berangkat dari keresahan kecil, mengajak kamu berpikir dan melihat dunia dari sudut yang berbeda.

Traktir Penulis

Setiap tulisan di Techfin Insight lahir dari waktu, riset, dan secangkir kopi. Kalau kamu merasa tulisan-tulisan kami bermanfaat, kamu bisa mentraktir penulis sebagai bentuk apresiasi agar kami terus menghadirkan konten yang jernih, independen, dan berkualitas.