Serang, Techfin Insight — Di sebuah desa di Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, sinyal bukan sekadar indikator di layar ponsel — tapi penanda perubahan hidup. Di sinilah Muhammad Aswar, pemilik 3Kiosk Tri, menjadi saksi bagaimana jaringan digital membuka peluang baru bagi warga di sekitarnya.
Tri Jelajah Serang: Dekatkan Teknologi dan Cerita Nyata
Melalui inisiatif Tri Jelajah Serang, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengajak rekan media dan komunitas untuk melihat langsung bagaimana jaringan Tri berperan di lapangan — mulai dari infrastruktur BTS hingga dampaknya bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ajang berbagi cerita dan bukti nyata bagaimana konektivitas menghadirkan perubahan sosial dan ekonomi di wilayah rural seperti Pamarayan, yang letaknya cukup jauh dari pusat kota Serang.
Bagi Tri, konektivitas bukan hanya soal sinyal kuat, tapi juga tentang memberdayakan masyarakat lewat akses digital yang merata.
“Indosat Ooredoo Hutchison, salh satunya melalui Tri ingin memastikan semua warga, baik di kota maupun di pelosok, bisa menikmati layanan yang sama. Konektivitas adalah hak semua orang,” ujar Eric Danari, SVP Head of Region Outer Jakarta Raya IOH.
3Kiosk Tri: Gerbang Digital untuk Tiga Kecamatan
Kios milik Aswar bukan sekadar tempat jual pulsa. Berkat dukungan jaringan Tri, 3Kiosk ini kini menjadi pusat layanan digital bagi warga di tiga kecamatan — Pamarayan, Jawilan, dan Kopo.
“Dulu pelanggan di kampung saya harus ke kota kalau kartunya rusak atau hilang. Sekarang cukup ke kios ini,” kata Aswar.
Ia menambahkan, 3Kiosk-nya kini juga menyuplai kebutuhan sales dan layanan untuk konter-konter kecil di sekitar, sekaligus membantu warga dalam urusan pulsa, kuota data, hingga penggantian nomor hilang.
Tak berhenti di situ, Aswar juga menjadikan kiosnya ruang pembelajaran bagi generasi muda.

Beberapa siswa SMK dari daerah sekitar kini magang di 3Kiosk, belajar langsung tentang bisnis ritel digital dan pelayanan pelanggan. Ia juga mempekerjakan warga lokal, memastikan dampak ekonomi terasa langsung di komunitasnya.
“Anak-anak muda bisa belajar sekaligus menambah pengalaman. Saya senang bisa bantu mereka tumbuh lewat usaha kecil ini,” ujarnya.
Tak jauh dari sana, Ira Nurmala, pemilik outlet Danish Cell, juga merasakan dampak serupa. Kini ia menjadi salah satu retailer paling aktif di wilayah Serang. Ia menceritakan bagaimana program Tri seperti “Cuan Alokasi Mingguan” membantu outlet bersaing dengan penawaran harga produk yang lebih variatif dan kompetitif. Program tersebut membuat Ira mampu menjual paket data populer — dari Perdana 3 GB/30 hari hingga voucher 6 GB/2 hari — dengan harga yang lebih menarik.
“Yang paling banyak beli anak sekolah. Mereka suka karena Tri hemat dan sinyalnya cepat. Program mingguan Tri juga bikin kami semangat jualan, karena selalu ada promo baru,” ujar Ira dengan senyum bangga.
Cerita Aswar dan Ira menggambarkan bagaimana konektivitas digital yang kuat bisa membuka jalan bagi tumbuhnya ekonomi mikro di daerah rural — menciptakan peluang baru tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Teknologi yang Memberdayakan, Bukan Menggantikan
Tri terus memperkuat jaringannya dengan lebih dari 410 BTS aktif di wilayah Serang. Didukung teknologi LTE triple band (900, 1800, dan 2100 MHz), jaringan ini memastikan sinyal tetap kuat bahkan di area padat maupun terpencil.
“Bagi kami, penguatan jaringan bukan sekadar soal kecepatan, tapi soal keberlanjutan. Kami ingin masyarakat di seluruh pelosok merasakan manfaat teknologi,” tambah Eric Danari.
Senada dengan itu, Fahroni Arifin, SVP Head of Marketing Circle Jakarta Raya IOH, menyebut bahwa kegiatan Tri Jelajah Serang adalah cara perusahaan memperlihatkan langsung bagaimana teknologi berperan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Tri ingin membantu pelaku UMKM di wilayah rural agar bisa naik kelas digital. Dengan koneksi stabil, mereka bisa berjualan online dan berkembang tanpa batas,” ujarnya.
Menyambung Harapan lewat Koneksi
Di kios kecilnya, Aswar setiap hari melihat dampak nyata dari koneksi yang kuat. Ia sering membantu pelajar membeli paket data untuk belajar online, atau pedagang kecil yang butuh kuota agar dagangannya bisa viral di media sosial.
“Mungkin terlihat sederhana, tapi bagi kami di sini, koneksi itu berarti banyak,” ucap Aswar sambil tersenyum.
“Kalau sinyal kuat, usaha lancar, orang bisa belajar, dan hidup terasa lebih mudah,” katanya.
Cerita seperti Aswar dan Ira membuktikan bahwa di balik angka-angka besar tentang jaringan dan kapasitas, ada kehidupan yang berubah pelan-pelan. Tri hadir bukan sekadar membawa sinyal, tapi menghadirkan kesempatan baru bagi masyarakat untuk tumbuh bersama.
Penulis: Liora Navindra Shasmitha
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




