• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Investasi
  • Apple
  • Keuangan
  • PLN Mobile
  • Karier
  • Teknologi
  • Books/Movies
  • iPhone
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Cerpen: Sepanjang Serang—Labuan, Aku Mencintaimu
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Kultur

Cerpen: Sepanjang Serang—Labuan, Aku Mencintaimu

Oleh: Setiawan Chogah - Finance & Insight Writer
Publikasi: Rabu, 4 Desember 2024 - 09.09 WIB
Share

Za, hari ini aku kembali melewati aspal hitam Serang—Labuan. Tapi kali ini ada yang berbeda. Tidak ada kamu di sampingku. Entah mengapa aku begitu kesepian. Aku didera rasa kehilangan yang amat sangat.

Kamu tahu, Za? Ketika bus melintasi pertigaan Panimbang, seketika ingatanku menyeret ke masa tiga bulan yang lalu. Saat itu kita di pantai Anyer.

Dalam suasana kemuning yang bertahta, diselingi irama deburan ombak, aku meraih tanganmu. Lalu aku labuhkan sebuah kecupan di sana. Kecupan pertamaku untuk seorang perempuan. Jujur, Za, itu adalah pengalaman pertamaku mengungkapkan gejolak kagum pada seorang hawa. Pernah beberapa kali aku merasakan hal yang namanya jatuh cinta. Namun selalu kalah—terlambat, atau bertepuk sebelah tangan. Dua alasan yang membuat aku sempat lupa apa definisi cinta yang sebenarnya. Tapi ketika bertemu matamu itu, aku kembali merasakan perasaan yang sama ketika pertama kali aku mengagumi wanita. Ah, bukan! Aku bukan sekadar jatuh cinta. Ini adalah rasa dari sebuah ramuan yang aku sendiri tidak tahu namanya apa. Ini lebih dari sekadar mengagumi, rasa ingin memiliki. Rasa ini begitu tulus ingin bersamamu.

“Aku suka kamu,” kata-kata klasik itu berlompatan tanpa mampu aku bendung. Begitu bulat, bagai bulan empat belas.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kamu menatapku sejenak, lalu membuang pandangan ke laut lepas. Diam seribu kata.

“Maaf, kalau pengakuanku ini membuatmu malu,” tiba-tiba aku didera perasaan menyesal telah membuatmu tercenung murung. Aku melepaskan tanganmu yang sedari tadi berada dalam genggamanku. Kamu tersentak, lalu kembali menatapku, lalu menunduk.

Aku tidak berani merusak hening yang kamu ciptakan. Tak ada satu kata pun yang berani berlompatan. Ah, apalah arti kata-kata kalau hati sudah bicara. Bukankah begitu, Za?

Jangan Lewatkan:

Novel Luka dan Pemulihan Dibahas di Ngabuburead ‘Aku Temanmu’
16 Mar 2026
Novel Laki-laki yang Membawa Pohon di Dalam Dada karya Setiawan Chogah
Laki-laki yang Membawa Pohon di Dalam Dada: Babak Baru dari Semesta Raif
8 Nov 2025
Benarkah Doa Bisa Mengubah Realitas di Dunia Nyata?
24 Okt 2025
Novel reflektif karya Setiawan Chogah, kini bisa dinikmati dalam format cetak dan e-book eksklusif di Techfin Insight. Sebuah kisah tentang rumah, pulang, dan luka yang tumbuh menjadi harapan baru.
Eksklusif, e-Book Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka
15 Nov 2025

Anyer semakin rapuh sore itu. Di atas kita, Tuhan mulai melukis langit dengan warna keemasan yang begitu eksotis. Dari kejauhan camar-camar terbang membelah angkasa dan menyibak lautan. Sementara diam masih menguasai antara aku dan kamu.

“Ri, kita pulang, yuk! Sudah sore,” akhirnya kebekuan itu cair.

Aku mengembuskan napas panjang, “yuk, aku antar kamu, ya.”

Kita meninggalkan Anyer dalam suasana petang yang membayang. Sebelum malam jatuh ke pelukan pekat dan senja bersalin rupa menjadi malam, aku harus segera mengantarmu pulang. Ke Labuan.

Keesokan harinya kita membuat janji ketemuan di Mall of Serang. Aku menyanggupi. Satu alasan yang kuat adalah kamu pasti akan memberikan jawaban atas pengakuanku kemarin sore. Aku tata perasaanku serapi mungkin. Detak jantung tak beraturan, lalu pipi yang bersemu kemerahan. Bah, sungguh tak biasa, Za. Baru kali ini merasakan perasaan aneh macam ini.

Kamu memilih tempat di pojok. Seperti kebiasaanmu saat memilih tempat duduk di bus. Kamu menyandarkan kepalamu ke dinding kaca, membiarkan ujung jilbabmu terurai. Sementara di bawah kita terhampar pemandangan Kota Serang yang makin hari makin apik saja. Pesanan makanan kita datang. Ayam bakar dan es jeruk. Andai saja di sini ada otak-otak atau sate bandeng, aku ingin memesan itu saja. Tapi itu mana mungkin ada, kamu bersikeras ingin ke MoS saat aku tawarkan pertemuan kita di tempat biasa. Jalan Fatah Hasan, di dekat Bunderan Ciceri. Tapi kamu katakan ingin ke MoS. Aku pun mengalah.

“Ri, aku makin cinta dengan Serang,” kamu bersuara.

“Oh ya, aku juga,” jawabku sembari menyeruput es jeruk. Hawa segar mengalir di tenggorokanku.

“Kota Serang makin hari makin cantik saja, ya, Za.” Kali ini aku yang bersuara. Melengok ke barisan kendaraan yang menuju arah tol Serang Timur.

“Aku suka pemandangan di hadapan kita, Ri. Coba kamu lihat mobil-mobil itu, lalu masjid di samping Sari Asih. Kita seperti berada di Dubai, ya.”

“Hahaha,” aku memecah tawa. Membenarkan analogimu. “Jadi ini alasan kamu mengajak kita ketemuan di MoS, aku baru tahu alasannya.”

“Bukan hanya itu, Ri. Ada yang lebih dari sekadar menikmati suasana Serang dari MoS,” kamu membuatku diserbu tanya tanya.

“Maksud kamu?”

Jangan Lewatkan:

Filosofi Desain ala Setiawan Chogah: Bukan Soal Tools, Tapi Solusi
23 Jun 2025
Cara Bangun Personal Branding yang Otentik ala Freelancer
15 Nov 2025
Setiawan Chogah
Dari Teknik Industri ke Dunia Desain: Perjalanan Unik Setiawan Chogah jadi Freelancer Global
23 Jun 2025
Ketika Aku Berhenti Bertanya
Ketika Aku Berhenti Bertanya, Sebuah Catatan untuk Jiwa yang Pernah Jatuh dan Bangkit Kembali
12 Apr 2025

Kamu menyeruput es jeruk di hadapanmu. Lalu meneguknya pelan. Caramu meneguk sungguh anggun, Za. Lagi-lagi aku menemukan sisi keanggunan yang lain di gadis Banten, seperti kamu.

“Aku minta maaf tidak menjawab pertanyaanmu kemarin sore.”

“Pertanyaan yang mana?” aku pura-pura lupa.

Kamu menatap ke arahku. Tajam dan penuh makna. Oke, aku mengaku. Pernyataanku yang kamu anggap menjadi pertanyaan bagimu. Mungkin itu lebih tepat.

“Aku tidak menuntut jawaban kamu, Za. Bagiku kebersamaan kita jauh lebih penting. Terlepas dari status pacaran, aku harap kita masih berteman,” bibirku meniru bisikan darah pada jantung.

“Justru itu, Ri. Mungkin, terkadang aku seperti tak bisa menjawab pertanyaanmu. Atau sekadar membalas pernyataan-pernyataanmu yang bagiku terdengar begitu sempurna.

Aku menatapmu serius. Ada bagian sensitif di hatiku yang kamu sentil. Begitu pas, membuatnya merah meradang.

“Maksudmu aku gombal? Aku memang seorang penulis yang biasa meramu kata. Tapi kata-kata yang terlontar ketika bersamamu sungguh tak pernah aku siapkan sebelumnya, Za. Sama ketika aku mencuri ide dari semesta. Refleks begitu saja. Mencintaimu adalah sebuah ide luar biasa yang diberikan Tuhan padaku. Lalu mengalir tanpa skenario atau kerangka apa pun. Aku bukan tipe penulis yang punya pretensi dalam melahirkan cerpen-cerpenku, Za. Aku menuliskan apa yang rasa, apa yang aku alami. Itu saja.”

Kamu termenung lama mendengarkan penjelasanku yang membabi buta. Oh, maafkan aku, Za. Aku terlalu takut kamu cap sebagai pengarang yang pandai merayu. Memanfaatkan kebisaanku untuk menaklukkan kamu. Sungguh, Za. Aku tak pernah bermain-main dengan kata-kata ketika berhadapan dengan kamu. Puisi-puisi itu, cerpen, atau buku yang aku berikan itu. Itu nyata aku alami.

Mata cokelatmu mengamati mukaku. Aku paham siratan mata itu. Siratan yang kaget mendengar aku bereaksi secepat ini. Itu yang aku tafsirkan, kamu mengira aku tidak terima dicap sebagai pengarang gombal yang suka memanfaatkan kata merayu wanita. Sungguh, Za. Aku hanya takut statusku sebagai penulis kamu jadikan alasan bahwa aku berpura-pura.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kamu masih diam, masih menatapku. Lama. Aku kelabakan. Bertanya-tanya dalam perasaan cemas. Tanya itu mendirikan dinasti di kepalaku, mendirikan benteng yang penasaran yang kokoh.

“Besok aku akan pergi,” kalimatmu singkat, namun begitu mampu membuatku tersedak.

“Pergi? Ke mana?” aku memburumu dengan tanya.

Kamu menghela napas dalam. Lalu membuangnya dengan cara yang lagi-lagi anggun.

“Hariri….” kamu menyebut namaku, menggantung.

Tatapan kita bertaut, mengalirkan segala rasa keingintahuanku, rasa penasaranku akan kalimatmu yang mengandung misteri, Za.

“Kamu masih ingat, kan? Dulu aku pernah bilang kalau mata kita sama, sama-sama mencintai suasana sore dan sesak di bus Murni Jaya. Kamu tahu itu artinya apa?” kamu justru membuat aku makin berranya-tanya. Aku menggeleng.

“Itu artinya, kita juga mempunyai hati yang sama. Aku juga sayang kamu, Ri….”

Oh, aku sungguh berada dalam rasa yang berbunga-bunga. Refleks tanganku merebut tanganmu. Menggenganmya. Aku ingin kamu tahu seperti apa hebatnya getaran rasa aneh yang tiba-tiba menguasaiku, Za. Tapi aku dibuat kaget ketika kamu buru-buru melepaskan genggamanku.

“Sttt…” ujung telunjukmu mendarat di bibirku. Aroma wangi menguar. Aku menghirupnya pelan.

“Tapi aku akan pergi. Jalan kita masih panjang, Ri. Aku percaya, kamu pasti paham maksudku. Aku kenal kamu….”

Kalimatmu seperti tamparan hebat. Membuatku tersadar bahwa keadaan akan berubah seratus delapan puluh derajat. Kamu katakan kalau kamu kan melanjutkan S2 di Prancis. Saranku padamu untuk sama-sama di kuliah di Serang tidak kamu hiraukan. Aku coba menawarkan Bandung, lagi-lagi kamu membuatku mengalah, Za. Baiklah, aku mengalah. Tapi haruskah aku mengalah juga ketika kamu menolak untuk menginap di Serang untuk malam ini saja? Aku rasa ibu kostanmu masih memaklumi, walaupun hari ini urusan kuliah dan segala embel-embelnya sudah kamu selesaikan. Ah, tepatnya aku bukan mengalah, tapi aku marah, Za. Aku ingin tahu reaksimu ketika aku ngambek.

Kembali123Lanjut
- Advertisement -
duologi setiawan chogahduologi setiawan chogah
TOPIK:Cerita PendekSetiawan Chogah

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Author:Setiawan Chogah
Finance & Insight Writer
Follow:
Menulis bagiku adalah perjalanan di lorong sunyi antara diri dan dunia. Tentang keuangan, tentang hidup yang bergegas, tentang jiwa yang terkadang ingin berhenti sejenak. Lewat tulisan, aku berharap kau menemukan jeda, ruang bernapas, dan makna yang kerap luput dari genggaman.
Tulisan Sebelumnya 👈 Teknologi Masa Depan: Apa yang Akan Menggebrak Setelah AI?
👉 Tulisan Selanjutnya Kacamata Pintar Samsung Bakal Rilis Januari 2024, Ini Bocoran Spesifikasinya!
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Teknologi

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026
Teknologi

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026
Teknologi

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026
Teknologi

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026
Bisnis

Listrik Tetap Nyala Saat Idulfitri, PLN Banten Pastikan Ibadah Aman

21 Mar 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Kultur

Dari Sembako ke Listrik: Ramadan PLN Hadirkan Dampak Nyata

Keira Zareen
20 Mar 2026
Bisnis

Mudik Gratis BUMN 2026 Tembus 116 Ribu Peserta, PLN Dorong Nol Emisi

Aira Safeeya
20 Mar 2026
Ilustrasi petugas PLN siaga 24 jam melayani pelanggan dengan sepenuh hati, memastikan pasokan listrik tetap andal agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Utilitas

Jangan Lupa! Ini Tips Aman Tinggalkan Listrik Rumah Saat Mudik

Aira Safeeya
17 Mar 2026
Bisnis

PLN Pastikan Cadangan Daya Nasional Lebih dari Cukup

Aira Safeeya
17 Mar 2026
Teknologi

Cek Langsung! PLN Pastikan Listrik dan SPKLU Banten Siap Mudik

Liora N. Shasmitha
16 Mar 2026
Utilitas

Mudik Tenang, PLN Ingatkan Cek Listrik Rumah Sebelum Berangkat

Ammar Fahri
16 Mar 2026
Kultur

From Pain to Peace: Ngabuburead Aku Temanmu Ajak Berdamai dengan Luka

Arden Gustav
15 Mar 2026
Salah satu pengguna EV tengah melakukan scan barcode pada aplikasi PLN Mobile untuk transaksi pengisian daya di SPKLU standard charging.
Teknologi

Jangan Salah Colok! Ini 4 Jenis Charger Mobil Listrik

Liora N. Shasmitha
15 Mar 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

Teknologi

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

Teknologi

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

Teknologi

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

Teknologi

Dari Sembako ke Listrik: Ramadan PLN Hadirkan Dampak Nyata

Kultur
Ilustrasi petugas PLN siaga 24 jam melayani pelanggan dengan sepenuh hati, memastikan pasokan listrik tetap andal agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

Jangan Lupa! Ini Tips Aman Tinggalkan Listrik Rumah Saat Mudik

Utilitas

Cek Langsung! PLN Pastikan Listrik dan SPKLU Banten Siap Mudik

Teknologi

Novel Luka dan Pemulihan Dibahas di Ngabuburead ‘Aku Temanmu’

Kultur
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com