• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Investasi
  • Apple
  • Keuangan
  • PLN Mobile
  • Karier
  • Teknologi
  • Books/Movies
  • iPhone
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Tutorial Menghabiskan Gaji dengan Baik dan Benar
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Keuangan

Tutorial Menghabiskan Gaji dengan Baik dan Benar

Oleh: Setiawan Chogah - Finance & Insight Writer
Publikasi: Kamis, 26 September 2024 - 13.21 WIB
Share
Tutorial Menghabiskan Gaji yang Benar
Tutorial menghabiskan gaji yang benar. (Shutterstock)
Navigasi Konten
  • Keluarkan Dulu Hak Sang Pemberi Rezeki
  • Dahulukan Bayar Utang
  • Tunaikan Hak Diri dan Keluargamu
  • Sisanya Buat Persiapan Hari Esok

Dulu, waktu masih jadi pekerja kantoran, notifikasi SMS banking adalah bunyi yang paling saya suka selain azan Magrib dan gema takbir malam Lebaran. Sama-sama membawa kebahagiaan dan ketenangan di hati. Mengapa Lebaran? Selain momen sakral, Lebaran selalu diikuti sama kenaikan gaji meski cuma sekali dalam setahun. Dengan uang THR, gaji saya di bulan itu bisa dua kali lebih banyak. Kalau di bulan-bulan biasa hanya menerima gaji Rp4 jutaan, di Syawal saya bisa pulang ke Sumatra dan membawa oleh-oleh yang lebih banyak untuk keluarga di kampung.

Mengenang masa-masa itu, saya juga terkenang dengan kesalahan manajemen keuangan yang pernah saya lakukan. Teman-teman yang mem-follow saya di Instagram atau membaca blog saya, mungkin sudah bosan dengan cerita yang selalu saya ulang-ulang. “Saya resign dari pekerjaan dengan tabungan nol rupiah dan nggak punya dana darurat sama sekali.” Nekat banget!

Tapi dari kesalahan itu saya jadi punya cerita untuk dibagikan kepada teman-teman yang kadang suka menyapa di DM bahkan berkunjung ke rumah mungil saya—sekadar curhat soal uang.

“Mas Chogah kan sering ngajarin kalau dapat penghasilan lebih, seharusnya juga punya tabungan lebih. Tapi saya kok abis aja, ya, Mas? Malah kadang rasanya kurang?” Seorang teman langsung memburu dengan pertanyaan ketika datang di dan kami ngopi bersama di teras @rumahchogah pekan lalu. Tiap akhir pekan, pojok kerja saya memang rutin kedatangan tamu. Ada yang datang sendirinya, ada juga yang yang sengaja saya undang lantaran rindu. Hitung-hitung ikhtiar memperpanjang umur dan memperlancar rezeki. Kan ada hadisnya kalau silaturahmi itu mendatangkan kedua manfaat itu.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Sebenernya boleh gak sih gaji itu diabisin aja?” tanyanya lagi. 

Saya mengulas senyum.

“Boleh… emang harus dihabiskan!” jawab saya singkat dan mantap.

Jangan Lewatkan:

Novel Luka dan Pemulihan Dibahas di Ngabuburead ‘Aku Temanmu’
16 Mar 2026
Panduan Keuangan 2026: Merawat Uang Seperti Merawat Kebun
1 Jan 2026
Investasi emas tetap jadi pilihan favorit di Indonesia. Pelajari kelebihan dan kekurangannya agar tidak salah langkah.
Jual atau Gadai Emas? Cara Bijak Ambil Keputusan saat Butuh Dana
13 Des 2025
Black Friday
Black Friday 2025: Sejarah, Makna, dan Strategi Belanja Cerdas
25 Nov 2025

Dia mengernyitkan kening. “Maksudnya, Mas?” burunya tak sabar akan penjelasan saya.

Ya… yang namanya gaji itu kan “hadiah” dan imbalan atas kerja keras kita. Fungsinya juga secara khusus diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan kita. Kalau tidak dihabiskan, yang sayang, dong?

Bahkan bukan hanya gaji yang harus dihabiskan, tapi termasuk dengan penghasilan lain yang didapat di bulan yang sama.

“Pokoknya saldo di rekening gaji bulan ini harus nol!” saya meninggikan suara beberapa oktaf. Teman saya makin penasaran.

Jadi begini… Gaji itu habiskan saja untuk semua pos pengeluaran. Saya selalu ulang berkali-kali di IG Story setiap tanggal 25 sampai tanggal 5–di mana itu adalah waktunya teman-teman pekerja menerima gaji, “Yang abis gajian, jangan lupa alokasi, ya!”

Maksudnya gimana?

Sebenarnya saya tidak harus mengajarkan cara menghabiskan gaji, kan, ya? Teman-teman sudah pasti sangat ahli. Tapi dari kesalahan yang pernah saya lakukan selama bertahun-tahun bekerja, yang akibatnya saya nggak punya tabungan dan aset—rasanya hati saya ini menolak kalau kesalahan itu juga teman-teman lanjutkan. Lalu, bagaimana cara menghabiskan gaji dengan baik dan benar?

Keluarkan Dulu Hak Sang Pemberi Rezeki

Pertama, utamakan pengeluaran yang wajib. Bagi yang Muslim, zakat adalah rukun Islam yang tidak bisa ditawar. Kalau di bulan Ramadan, setiap Muslim yang bernyawa dan memenuhi syarat tertentu wajib mensucikan diri dengan zakat fitrah sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter bahan makanan pokok. Nah, karena kita hidup dan tinggal di Indonesia yang makannya pakai nasi, maka ukuran itu diseterakan dengan beras.

Zaman kan sudah maju dan Islam itu memudahkan. Kalau membayar zakat dengan beras dirasa agak repot, kamu bisa ambil dari THR dan gaji bulan ini sebesar Rp40 ribu-Rp50 ribu untuk membayar zakat fitrah. Nilai itu setara dengan harga 2,5 kilogram beras, tergantung kualitas dan tempat kamu membelinya, kan? Anggaplah alokasi untuk zakat fitrah adalah Rp50 ribu per orang. Nah, kalau kamu sudah berkeluarga dan statusmu adalah suami, kamu juga harus membayarkan zakat fitrah anggota keluargamu, ya!

Setelah zakat fitrah ditunaikan, hitung lagi total penghasilan yang kamu terima bulan ini, yaitu akumulasi dari gaji ditambah penghasilan lainnya, kayak tunjangan, bonus, serta penghasilan tambahan lainnya dari hasil usaha atau ngonten, misalnya.

Zakat fitrah itu ternyata kecil ya? Ya… kalau kebutuhanmu belum terlalu banyak, kamu dapat melebihkan alokasi berbagi ini sampai dengan 10%, ya. Kalau kadar dan orang-orang yang berhak menerima zakat kan sudah diatur dalam Alquran, kamu bisa berbagi lagi dalam bentuk sedekah yang nilainya tidak dibatasi. Misalnya kamu sedekah makanan tiap Subuh di kompleks tempat tinggalmu, bantu belikan kebutuhan sekolah anak yatim, ngasih tip lebih buat driver ojol, atau beliin baju koko dan sarung untuk satpam kompleks biar mereka rajin salat kayak kamu. Hehehe.

Selesai menunaikan yang wajib, kamu boleh ucapkan alhamdulillah. Di tahap ini kamu sudah “membayar” terlebih dahulu sesuatu yang diperintahkan oleh Sang Pemberi Rezeki. Mudah-mudahan gaji dan penghasilanmu berkah, ya! Aamiin.

Dahulukan Bayar Utang

Kedua, setelah mengeluarkan zakat fitrah (hanya di bulan Ramadan) dan sedekah, coba ingat apakah ada kewajiban lain yang juga harus kamu tunaikan? Apakah ada yang bisa menebak? Yap! Utang. Apabila kamu punya cicilan paylater, KPR, atau pernah meminjam uang teman, itu adalah prioritas pengeluaran lain yang harus kamu selesaikan. Karena yang namanya utang adalah wajib untuk dibayar. Walaupun gajimu mungkin belum bisa melunasi semua utangmu sekaligus, paling tidak uang yang kamu alokasikan sebesar minimal 20% untuk meringankan beban utangmu di kemudian hari.

Jangan Lewatkan:

Novel Laki-laki yang Membawa Pohon di Dalam Dada karya Setiawan Chogah
Laki-laki yang Membawa Pohon di Dalam Dada: Babak Baru dari Semesta Raif
8 Nov 2025
Benarkah Doa Bisa Mengubah Realitas di Dunia Nyata?
24 Okt 2025
Pasar Modal untuk Rakyat: CMSE 2025 Gaungkan Semangat Inklusivitas Investasi
17 Okt 2025
Pesan dari Yudisium Teknik Industri Untirta: Uang, Pikiran, dan Cara Bertumbuh
20 Okt 2025

Tunaikan Hak Diri dan Keluargamu

Ketiga, habiskan sisa gajimu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bayar tagihan listrik di rumahmu, penuhi kebutuhan makanan, tagihan sekolah anak, bensin kendaraan, iuran sampah dan keamanan, pulsa atau paket data untuk telekomunikasi, dan lain sebagainya yang apabila tidak kamu bayar, keberlangsungan hidupmu menjadi terganggu. Alokasinya maksimal 50%. 

Sampai tahap ini kamu sudah menghabiskan 80% dari uang yang kamu terima bulan ini. Syukur-syukur kamu gak punya utang, artinya baru 60% dari gaji yang terhabiskan. Kamu masih punya alokasi sebesar 20% atau 40% bagi yang gak punya utang. Apakah boleh disisakan? Jawabannya adalah tidak boleh! Uang itu harus segera kamu habiskan dengan membeli produk investasi untuk masa depanmu.

Sisanya Buat Persiapan Hari Esok

Kita ini gak cuma hidup buat hari ini saja, kan? Sebagai manusia yang diberi akal, kita kudu punya perencanaan. Harus optimistis, lah, semoga Allah memberi kita umur panjang dan bisa melihat dunia ini dengan indah saat hari tua. Atau jangan-jangan kamu sudah ada rencana untuk pensiun diri–menikmati slow living di usia 40 tahun?

Kesalahan yang dulu saya lakukan adalah menghabiskan semua gaji untuk kebutuhan hidup dan keinginan sesaat. Saya melewatkan 20% (bahkan kalau bisa 40%) untuk investasi dan simpanan dana darurat. Dampaknya, saya kelabakan saat harus berhenti dari pekerjaan karena tidak punya dana cadangan sama sekali maupun aset yang bisa saya cairkan.

Kesalahan ini jangan sampai terjadi padamu. Habiskanlah sisa gajimu bulan ini dengan membeli produk investasi seperti emas, deposito, reksadana, atau saham.

Khusus untuk dana darurat, simpan saja di rekening biar mudah dicairkan kalau-kalau kamu ada pada situasi terdesak dan gak kelabakan nyari pinjaman sana-sini. Saran saya, untuk rekening dana darurat ini jangan pakai ATM dan mobile banking. Kamu, saya, dan kita semua masih makhluk berjenis homo sapiens yang dibekali hawa nafsu. Kalau kamu tipe yang mudah terpengaruh iklan promo atau gampang gatal mata kalau lagi jalan di mall, ketiadaan ATM dan mobile banking ini akan membatasi nafsu impusifmu untuk segera melakukan checkout tanpa pikir panjang.

Tentang produk investasi yang tadi saya sebutkan, lain kali kita bahas ya, kelebihan dan kekurangan dari instrumen investasi ini dan bagaimana cara memilihnya.

Sampai sini sudah siap untuk menghabiskan gajimu tanpa melakukan kesalahan dan memanen penyesalan seperti yang pernah saya lakukan, kan?

- Advertisement -
duologi setiawan chogahduologi setiawan chogah
TOPIK:InvestasiKeuanganPersonal FinanceSetiawan Chogah

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Author:Setiawan Chogah
Finance & Insight Writer
Follow:
Menulis bagiku adalah perjalanan di lorong sunyi antara diri dan dunia. Tentang keuangan, tentang hidup yang bergegas, tentang jiwa yang terkadang ingin berhenti sejenak. Lewat tulisan, aku berharap kau menemukan jeda, ruang bernapas, dan makna yang kerap luput dari genggaman.
Tulisan Sebelumnya 👈 techtimes Kena Hack Rp 300 Miliar, Indodax Bangkit Lebih Kuat dengan Strategi Jitu
👉 Tulisan Selanjutnya Huawei MatePad Pro 13.2-inch Huawei MatePad, Tablet Terbaik untuk Konten Kreator Pemula dan Freelancer
1 Komentar 1 Komentar
  • Vivi berkata:
    3 Okt 2024 pukul 8:50 am

    Wah Kak Chogah udah nulis lagi. Kangen tulisan-tulisan sampeyan mas

    Log masuk untuk Membalas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Teknologi

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026
Teknologi

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026
Teknologi

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026
Teknologi

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026
Bisnis

Listrik Tetap Nyala Saat Idulfitri, PLN Banten Pastikan Ibadah Aman

21 Mar 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Kultur

Dari Sembako ke Listrik: Ramadan PLN Hadirkan Dampak Nyata

Keira Zareen
20 Mar 2026
Bisnis

Mudik Gratis BUMN 2026 Tembus 116 Ribu Peserta, PLN Dorong Nol Emisi

Aira Safeeya
20 Mar 2026
Ilustrasi petugas PLN siaga 24 jam melayani pelanggan dengan sepenuh hati, memastikan pasokan listrik tetap andal agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Utilitas

Jangan Lupa! Ini Tips Aman Tinggalkan Listrik Rumah Saat Mudik

Aira Safeeya
17 Mar 2026
Bisnis

PLN Pastikan Cadangan Daya Nasional Lebih dari Cukup

Aira Safeeya
17 Mar 2026
Teknologi

Cek Langsung! PLN Pastikan Listrik dan SPKLU Banten Siap Mudik

Liora N. Shasmitha
16 Mar 2026
Utilitas

Mudik Tenang, PLN Ingatkan Cek Listrik Rumah Sebelum Berangkat

Ammar Fahri
16 Mar 2026
Kultur

From Pain to Peace: Ngabuburead Aku Temanmu Ajak Berdamai dengan Luka

Arden Gustav
15 Mar 2026
Salah satu pengguna EV tengah melakukan scan barcode pada aplikasi PLN Mobile untuk transaksi pengisian daya di SPKLU standard charging.
Teknologi

Jangan Salah Colok! Ini 4 Jenis Charger Mobil Listrik

Liora N. Shasmitha
15 Mar 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

Teknologi

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

Teknologi

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

Teknologi

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

Teknologi

Dari Sembako ke Listrik: Ramadan PLN Hadirkan Dampak Nyata

Kultur
Ilustrasi petugas PLN siaga 24 jam melayani pelanggan dengan sepenuh hati, memastikan pasokan listrik tetap andal agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

Jangan Lupa! Ini Tips Aman Tinggalkan Listrik Rumah Saat Mudik

Utilitas

Cek Langsung! PLN Pastikan Listrik dan SPKLU Banten Siap Mudik

Teknologi

Novel Luka dan Pemulihan Dibahas di Ngabuburead ‘Aku Temanmu’

Kultur
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com