Tangerang, Techfin Insight – Desa Bantar Panjang, Tigaraksa, Rabu pagi (8/10), terlihat lebih ramai dari biasanya.
Petani, pelajar, aparat, hingga pejabat pemerintahan tumpah ruah di lahan pertanian yang baru dibuka.
Di tengah hamparan tanah subur itu, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menanam bibit jagung pertama — simbol dimulainya Gerakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV 2025.
Namun, di balik suksesnya kegiatan besar ini, ada peran senyap dari tim PLN UID Banten melalui PLN UP3 Cikupa, yang sejak subuh sudah bersiap di lokasi.
Mereka memastikan setiap lampu, mikrofon, dan peralatan listrik bekerja sempurna — tak boleh ada jeda sedikit pun.
“Kami siagakan tim teknis dan peralatan cadangan agar acara berjalan tanpa gangguan. Semuanya harus stabil, karena ini bukan sekadar acara, tapi momentum bagi petani untuk bangkit,” ujar Didik Krismanto, Manager PLN UP3 Cikupa.
PLN menurunkan Unit Gardu Bergerak 400 kVA, Genset 300 kVA, dan UPS 100 kVA. Sistem kelistrikan berlapis itu memastikan aliran listrik tetap hidup bahkan jika terjadi lonjakan daya mendadak.
Bagi para petani, kegiatan ini bukan hanya tentang bibit jagung, tetapi juga tentang harapan. Dengan hadirnya gudang ketahanan pangan yang baru diresmikan oleh Polri, mereka percaya hasil panen tak lagi akan menumpuk sia-sia di musim hujan.

General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menyebut keandalan listrik adalah fondasi utama setiap kemajuan.
“Listrik bukan sekadar energi, tapi napas bagi kegiatan ekonomi. Ketika listrik menyala, harapan tumbuh—termasuk di ladang-ladang kecil seperti ini,” ujarnya.
Lewat dukungan kelistrikan yang solid, PLN ingin memastikan setiap langkah menuju kemandirian pangan mendapat energi yang cukup — bukan hanya dalam arti teknis, tapi juga semangat untuk menyalakan perubahan.
Dengan semangat “Melayani Negeri”, PLN UID Banten terus berkomitmen hadir dalam setiap upaya membangun desa, memperkuat ketahanan pangan, dan menyalakan harapan masyarakat Banten dari akar paling hijau: tanah, air, dan listrik.
Penulis: Aira Safeeya
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




