Cilegon, Techfin Insight – Bagaimana listrik bisa mengubah UMKM batik menjadi lebih inklusif dan produktif? Jawabannya hadir lewat Batik Rinara, program pemberdayaan masyarakat binaan PLN UID Banten.
Batik ini tidak hanya menjadi identitas budaya baru Kota Cilegon, tapi juga contoh nyata bagaimana program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertransformasi menjadi solusi inklusif.
Apa Itu Batik Rinara?
Batik Rinara adalah kawasan batik inklusif di Cilegon yang melibatkan ibu rumah tangga dan anak-anak berkebutuhan khusus dalam proses produksinya.
Program ini dijalankan melalui dukungan TJSL PLN UID Banten, dengan mengintegrasikan teknologi berbasis electrifying lifestyle: dari mesin jahit listrik, canting listrik, hingga kompor induksi.
Use Case: Listrik untuk Produktivitas
Sebelum program ini berjalan, satu kelompok hanya mampu menghasilkan 100 lembar batik dalam tiga bulan.
Setelah mendapat dukungan peralatan berbasis listrik, target yang sama bisa dicapai hanya dalam sebulan.
Dampaknya bukan sekadar efisiensi, tapi juga peningkatan kepercayaan diri kelompok rentan yang sebelumnya dipandang sebelah mata.
Salah satu kisah menonjol datang dari Iman, siswa Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) 01 Cilegon.
Dengan bimbingan dan fasilitas yang ada, ia mampu meraih medali membatik tingkat provinsi hingga nasional—bukti bahwa energi bisa membuka peluang yang selama ini tertutup.
Perspektif Stakeholder
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menyebut bahwa listrik di Batik Rinara adalah energi yang punya makna ganda.
“Listrik tidak sekadar menggerakkan mesin, tapi juga menggerakkan hati dan semangat ibu-ibu serta anak-anak istimewa untuk berkarya. Inilah energi yang sesungguhnya,” ujarnya.
Kementerian ESDM dan BP Taskin pun melihat Batik Rinara sebagai model inklusif yang bisa direplikasi.
Menurut Pandu Satria Jati dari ESDM, inisiatif ini bukan hanya soal UMKM, tetapi soal membuka ruang inklusivitas.
Sementara Tenaga Ahli BP Taskin, Real Rahadinnal, menegaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan strategi percepatan pengentasan kemiskinan sesuai Perpres.
Dampak dan Masa Depan
Batik Rinara sudah meraih GOLD Bina Mitra UMKM 2024 dan kini diarahkan menembus pasar nasional.
Lebih dari sekadar kain, ia menjadi use case bahwa listrik bukan hanya penerang, melainkan penggerak ekonomi inklusif.
PLN UID Banten berkomitmen mendampingi agar program ini tidak berhenti di simbol, tetapi benar-benar menjadi ikon inklusivitas dari Banten untuk Indonesia.
Penulis: Ammar Fahri
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




