Tangerang, Techfin Insight — Pagi yang cerah di Desa Rawa Kidang, Kecamatan Sukadiri, disambut bukan hanya dengan semilir angin sawah, tapi juga kehadiran tim PLN yang datang membawa misi penting: mengenalkan listrik sebagai sahabat, bukan ancaman—dan mengenalkan PLN Mobile sebagai solusi dalam genggaman.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Teluk Naga hadir langsung ke tengah masyarakat, menggelar kegiatan sosialisasi yang fokus pada keselamatan listrik dan literasi digital di Kantor Kepala Desa Rawa Kidang.
Membangun Kesadaran, Meningkatkan Keselamatan
Edukasi yang dilakukan tidak hanya berbicara tentang kabel dan instalasi, tetapi juga membangun budaya sadar listrik: bagaimana memasang stop kontak dengan aman, mengenali potensi korsleting, hingga memastikan anak-anak tidak bermain terlalu dekat dengan sumber daya listrik.
“Kalau kita paham bahayanya, listrik justru jadi sahabat paling setia di rumah,” ujar salah satu warga, Ibu Sarmi, sambil mengangguk penuh perhatian.
Muhammad Wardi Hadi, Manager PLN UP3 Teluk Naga, menjelaskan bahwa transformasi pelayanan tak lagi hanya soal membangun infrastruktur, tapi juga mendekatkan pengetahuan kepada warga.
“Melalui aplikasi PLN Mobile, warga bisa bayar listrik, beli token, bahkan melaporkan gangguan hanya lewat HP. Ini cara kami mempermudah hidup masyarakat, terutama di wilayah-wilayah seperti ini,” katanya.
PLN Mobile, dari Kantor Desa ke Genggaman Tangan
Dengan contoh langsung dan demonstrasi sederhana, tim PLN menjelaskan fitur-fitur PLN Mobile:
- Beli token listrik
- Bayar tagihan
- Catat meteran sendiri (Swacam)
- Ajukan layanan atau lapor gangguan
Transformasi ini bukan hanya soal teknologi—tapi tentang membuat layanan terasa lebih manusiawi dan menyatu dengan keseharian warga.
Soleh Fikri, Kepala Desa Rawa Kidang, menyambut hangat inisiatif ini.
“Biasanya masyarakat kita takut tanya soal listrik, takut ribet. Tapi kalau dijelaskan langsung, apalagi lewat HP yang mereka pegang tiap hari, jadinya lebih paham dan merasa diperhatikan,” ujarnya.
Lebih dari Listrik: Tentang Keadilan dan Keterjangkauan
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menekankan bahwa keberhasilan transformasi PLN tidak bisa dilepaskan dari partisipasi aktif masyarakat.
“Kami ingin semua warga, tak peduli tinggal di kota atau desa, merasa dilayani setara. Karena listrik bukan hanya energi, tapi bagian dari keadilan sosial,” ucapnya penuh keyakinan.
Ia juga mengingatkan bahwa membayar listrik tepat waktu bukan hanya kewajiban, tapi bentuk kontribusi terhadap penguatan pelayanan publik dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pelayanan yang Turun ke Hati, Bukan Hanya ke Lapangan
Melalui pendekatan yang humanis, partisipatif, dan edukatif, PLN terus membuktikan bahwa pelayanan listrik sejati bukan hanya soal daya yang menyala, tetapi juga kesadaran yang tumbuh dan kemudahan yang nyata.
Di Rawa Kidang, PLN bukan sekadar institusi negara—ia hadir sebagai teman belajar, penyambung cahaya, dan mitra masa depan.
Penulis: Keira Zareen
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




