Techfin Insight — Mudik Lebaran tahun ini bukan cuma soal macet dan tiket habis. Ada tren baru yang diam-diam melonjak drastis: pengisian kendaraan listrik.
PT PLN (Persero) mencatat lonjakan signifikan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H.
Dalam periode 12–31 Maret 2026:
- Transaksi pengisian: 303.234 kali (naik dari 73.161)
- Konsumsi listrik: 7,16 juta kWh (naik dari 1,75 juta kWh)
Artinya, baik jumlah pengguna maupun kebutuhan energi kendaraan listrik sama-sama melonjak lebih dari 4 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Ini bukan sekadar angka. Ini sinyal kuat: kendaraan listrik mulai benar-benar dipakai untuk perjalanan jarak jauh—termasuk mudik.
Mudik EV Bukan Lagi Eksperimen
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut lonjakan ini sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Dulu, banyak orang ragu pakai EV buat mudik. Sekarang? Justru jadi pilihan baru.
Kenapa bisa berubah cepat?
- Infrastruktur makin luas
- Pengisian makin cepat
- Aplikasi makin pintar bantu perjalanan
Singkatnya: ekosistemnya sudah mulai matang.
Infrastruktur Digenjot Besar-Besaran
Untuk mendukung lonjakan ini, PLN tidak main-main. Mereka menyiapkan:
- 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi seluruh Indonesia
- 1.681 SPKLU di jalur mudik utama (Sumatra–Jawa–Bali)
- Jarak antar SPKLU rata-rata hanya ±22 km
Bahkan, ada juga:
- 15 SPKLU Mobile untuk kondisi darurat
- Upgrade dari standard → fast → ultra fast charging
Artinya, kekhawatiran klasik seperti “kehabisan baterai di jalan” makin bisa ditekan.
Ngecas Sekarang Lebih Cepat dan Pintar
Selain jumlah, kualitas layanan juga naik.
Beberapa peningkatan yang terasa langsung oleh pengguna:
- Pengisian lebih cepat (ultra fast charging)
- Pembayaran praktis lewat EV-TAP
- Monitoring antrean real-time
Ditambah lagi, aplikasi PLN Mobile sekarang punya fitur:
- Trip Planner → rencanakan rute + titik SPKLU
- AntreEV → cek antrean sebelum datang
Jadi bukan cuma soal “ada charger”, tapi juga soal pengalaman yang lebih smooth.
Posko Energi Jadi Kunci Kelancaran
Keberhasilan ini juga didukung oleh Posko Nasional Sektor ESDM selama RAFI 2026.
Menurut Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Yudhiawan Wibisono, posko ini bukan sekadar pusat kontrol, tapi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin energi selama momen besar seperti Lebaran.
Dan hasilnya terlihat:
arus mudik tetap jalan, energi tetap aman, dan EV ikut ambil peran.
Era Baru Mudik Sudah Dimulai
Lonjakan 4x ini bukan tren sementara.
Ini tanda pergeseran besar:
dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik—bahkan untuk perjalanan panjang.
Kalau dulu EV identik dengan “mobil kota”, sekarang sudah naik level jadi “mobil mudik”.
Dan melihat arah ini, satu hal hampir pasti:
tahun depan, angkanya kemungkinan bakal lebih gila lagi.




