• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Investasi
  • Apple
  • Keuangan
  • PLN Mobile
  • Karier
  • Teknologi
  • Books/Movies
  • iPhone
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Senjakala Televisi di Era Digital: 7 Fakta Kenapa TV Tak Lagi Jadi Pilihan
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Insight

Senjakala Televisi di Era Digital: 7 Fakta Kenapa TV Tak Lagi Jadi Pilihan

Senjakala televisi semakin nyata. Dari kabar PHK massal hingga pamitnya stasiun TV, era baru konsumsi informasi menantang eksistensi TV konvensional.

Ammar Fahri
Oleh: Ammar Fahri - Lifestyle Curator
Publikasi: Selasa, 6 Mei 2025 - 00.51 WIB
Share
Senjakala Televisi
Dulu, televisi adalah raja informasi dan hiburan. Tapi sekarang, posisi itu perlahan digeser oleh media digital.
Navigasi Konten
  • Disrupsi Digital: Saat Televisi Tak Lagi Jadi Pilihan Utama
  • Perubahan Gaya Hidup: Mobilitas Tinggi, Konten Serba Cepat
  • Senjakala Televisi, Saat TV Kehilangan Daya Tarik
  • Model Bisnis TV yang Stagnan
  • Berbagai TV Nasional Mulai Rebranding atau Mundur Perlahan
  • Akankah Televisi Hilang Sepenuhnya?
  • Peluang Kolaborasi: TV dan Digital Tak Harus Bersaing
  • Era Baru Butuh Adaptasi Baru

Techfin Insight – Desember lalu, kabar mengejutkan datang dari industri pertelevisian nasional. ANTV dikabarkan telah memutus hubungan kerja dengan seluruh tim produksinya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak stasiun televisi tersebut. Belum reda isu itu, giliran Net TV yang disebut telah diakuisisi oleh konglomerat digital, dan terbaru, iNews TV secara resmi pamit dari siaran terestrial.

Fenomena ini menandai apa yang banyak disebut sebagai senjakala televisi.

Disrupsi Digital: Saat Televisi Tak Lagi Jadi Pilihan Utama

Dulu, televisi adalah raja informasi dan hiburan. Tapi sekarang, posisi itu perlahan digeser oleh media digital.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kehadiran YouTube, TikTok, dan berbagai layanan streaming seperti Netflix atau Vidio, membuat banyak orang—khususnya generasi muda—lebih memilih menonton apa yang mereka suka kapan pun mereka mau.

Kamu tak perlu lagi menunggu jam tayang sinetron atau acara favorit. Cukup buka aplikasi, dan semua tersedia.

Inilah bentuk nyata dari disrupsi digital, di mana kebiasaan konsumsi konten berubah drastis hanya dalam waktu beberapa tahun.

Jangan Lewatkan:

TV Sharp AQUOS XLED 144Hz
TV Sharp AQUOS XLED 144Hz: Mini LED, Dolby Vision, dan Audio 3D dalam Satu Layar
12 Jun 2025

Perubahan Gaya Hidup: Mobilitas Tinggi, Konten Serba Cepat

Selain faktor teknologi, gaya hidup masyarakat juga berubah. Banyak orang kini memiliki mobilitas tinggi dan waktu luang yang lebih terbatas.

Dalam kondisi ini, konten pendek, ringan, dan instan menjadi primadona. Inilah yang membuat televisi dengan format panjang dan jadwal tetap terasa kurang fleksibel.

Misalnya, saat kamu sedang menunggu antrean atau di perjalanan, kamu bisa menonton konten di ponselmu dengan mudah.

Bandingkan dengan TV konvensional yang butuh perangkat dan waktu khusus untuk menonton.

Senjakala Televisi, Saat TV Kehilangan Daya Tarik

Salah satu tantangan besar televisi hari ini adalah kehilangan relevansi di mata generasi muda.

Menurut riset We Are Social, persentase penonton televisi dari kalangan Gen Z terus menurun tiap tahun.

Mereka lebih aktif di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube yang memungkinkan interaksi dua arah dan personalisasi.

Generasi muda tak hanya ingin menonton, mereka juga ingin engage—berinteraksi, memberi komentar, bahkan ikut membuat konten.

Senjakala Televisi
TV makin ditinggalkan.

Model Bisnis TV yang Stagnan

Selain perubahan preferensi audiens, model bisnis televisi konvensional juga dinilai tidak lagi adaptif.

Pendapatan iklan yang dulu jadi tulang punggung kini tergerus oleh iklan digital yang lebih terukur dan tepat sasaran.

Brand-brand besar mulai mengalihkan budget iklannya ke platform seperti Google Ads atau Instagram Ads yang memiliki targeting lebih spesifik.

Hal ini tentu memengaruhi pendapatan stasiun televisi dan berujung pada efisiensi besar-besaran, termasuk PHK.

Berbagai TV Nasional Mulai Rebranding atau Mundur Perlahan

Net TV yang sempat hadir sebagai televisi urban-friendly kini diisukan telah diambil alih.

Sementara itu, iNews TV, yang dikenal sebagai TV berita milik grup MNC, resmi mengakhiri siaran digitalnya.

Perubahan besar juga terjadi di stasiun lain seperti RTV dan Trans7 yang mulai mengandalkan tayangan ulang atau konten daur ulang dari platform digital.

Ini bisa dibaca sebagai upaya bertahan dalam menghadapi perubahan besar.

Akankah Televisi Hilang Sepenuhnya?

Belum tentu. Televisi mungkin tidak akan benar-benar hilang, tapi fungsinya akan berubah.

Ia mungkin akan beralih dari media massa utama menjadi media pelengkap. Bahkan kini, beberapa stasiun TV mulai menyesuaikan diri dengan mengembangkan platform digitalnya sendiri, seperti RCTI+ dan Vidio milik Emtek Group.

Mereka juga mulai menyasar segmen pasar yang belum tersentuh internet, seperti masyarakat pedesaan atau generasi tua yang masih loyal pada TV konvensional.

Senjakala Televisi
Riset We Are Social menyebut, Gen Z lebih aktif di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube yang memungkinkan interaksi dua arah dan personalisasi.

Peluang Kolaborasi: TV dan Digital Tak Harus Bersaing

Daripada terus bersaing, justru ada peluang besar bila televisi konvensional mau berkolaborasi dengan platform digital.

Salah satu contohnya adalah dengan membuat content repurposing—tayangan TV yang diedit ulang untuk format YouTube Shorts atau TikTok.

Beberapa program seperti Tonight Show milik NET atau Lapor Pak! dari Trans7 terbukti mampu mendulang jutaan views di YouTube.

Ini menunjukkan bahwa konten televisi masih bisa relevan, asalkan disesuaikan dengan karakteristik audiens digital.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Era Baru Butuh Adaptasi Baru

Senjakala televisi bukan berarti akhir dari segalanya, melainkan sinyal untuk berubah.

Stasiun TV yang mampu beradaptasi dengan pola konsumsi baru dan gaya hidup digital masih punya peluang untuk bertahan—bahkan berkembang.

Kamu yang ingin terjun ke industri media juga perlu memahami bahwa masa depan informasi adalah lintas platform, interaktif, dan berbasis preferensi personal.

Bukan lagi siapa yang punya antena paling tinggi, tapi siapa yang paling bisa nyambung dengan audiensnya.

Adaptasi ini bisa dimulai dari mengubah cara berpikir. Industri media tidak lagi cukup hanya memproduksi konten berkualitas, tetapi juga harus tahu bagaimana distribusinya bekerja di ekosistem digital.

Mulai dari memahami algoritma media sosial, mengoptimalkan SEO, hingga memanfaatkan data analytics untuk memahami pola perilaku penonton, semuanya menjadi bagian penting dalam strategi bertahan.

Lebih dari itu, industri televisi juga harus membuka diri terhadap kolaborasi lintas industri.

Bekerja sama dengan kreator konten independen, startup teknologi, hingga komunitas digital bisa menjadi jalan baru untuk memperluas jangkauan sekaligus membangun relevansi.

Adaptasi bukan hanya soal bertahan, tapi juga tentang keberanian untuk mencoba hal-hal baru dan merangkul perubahan yang tak terhindarkan.

- Advertisement -
duologi setiawan chogahduologi setiawan chogah
TOPIK:Disrupsi DigitalDistrupsi TeknologiSenjakala TelevisiTV

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Ammar Fahri
Author:Ammar Fahri
Lifestyle Curator
Follow:
Saya percaya gaya hidup bukan hanya soal tren, tapi keseimbangan. Saya menulis tentang hidup yang mindful, sehat, dan tetap autentik di tengah distraksi digital.
Tulisan Sebelumnya 👈 pemulihan listrik Bali. Pemulihan Listrik Bali Tuntas Kurang dari 12 Jam: PLN Pastikan Sistem Kembali Normal
👉 Tulisan Selanjutnya Android tanpa Google Raksasa Smartphone Tiongkok Siapkan Android Tanpa Google, Ancaman Baru untuk Pasar Global?
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Teknologi

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026
Teknologi

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026
Teknologi

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026
Teknologi

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026
Bisnis

Listrik Tetap Nyala Saat Idulfitri, PLN Banten Pastikan Ibadah Aman

21 Mar 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com