Techfin Insight — Jakarta kembali menarik perhatian dunia. Tahun ini, ibu kota Indonesia berhasil masuk dalam daftar 20 kota paling bahagia di dunia 2025 versi survei global Time Out.
Berdasarkan laporan tersebut, Jakarta menempati peringkat ke-18, mengungguli Valencia (Spanyol) dan Glasgow (Inggris).
Survei Global: Tolok Ukur Kebahagiaan Warga Dunia
Survei tahunan Time Out melibatkan lebih dari 18.000 responden dari berbagai negara. Penilaian dilakukan berdasarkan enam indikator utama: kualitas hidup, budaya, kuliner, kehidupan malam, keterjangkauan, serta kenyamanan berjalan kaki.
Abu Dhabi menempati peringkat pertama, disusul Medellín (Kolombia) dan Cape Town (Afrika Selatan). Sementara di Asia Tenggara, hanya dua kota yang berhasil masuk daftar — Jakarta dan Hanoi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan rasa bangga atas pengakuan tersebut.
“Sejak awal saya ingin Jakarta menjadi kota yang aman, nyaman, dan bahagia. Hasil ini menunjukkan kita berada di jalur yang benar,” ujarnya dikutip dari Antara.
Dengan nada bercanda, ia menambahkan, “Mungkin survei Time Out tahu gubernurnya suka bahagia, jadi hasilnya ikut bahagia.”
Budaya Gotong Royong dan Ruang Publik yang Hidup
Jakarta mendapatkan skor tinggi karena meningkatnya interaksi sosial dan kegiatan publik pasca-pandemi. Warga semakin aktif mengikuti kegiatan seperti car free day dan festival kota.
Pramono menilai hal itu sebagai bukti bahwa semangat gotong royong warga ibu kota kembali tumbuh. “Kebersamaan adalah kunci. Sekarang masyarakat sudah lebih aktif dan energinya terasa positif,” katanya.
Ia juga menyoroti meningkatnya minat warga terhadap kegiatan sehat. “Dua minggu berturut-turut saya ikut car free day, selalu ada tiga sampai empat kegiatan lari. Ini tanda warga ingin hidup sehat dan bahagia,” tambahnya.
Kota Layak Huni dan Ramah Sosial
Menurut Time Out, kebahagiaan masyarakat perkotaan tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi. Hal-hal kecil seperti ruang hijau, seni jalanan, rasa kebersamaan, dan kenyamanan publik turut menciptakan kesejahteraan emosional.
Jakarta menunjukkan kemajuan pesat di bidang ini berkat upaya pemerintah memperbanyak taman kota, jalur pejalan kaki, dan ruang interaksi sosial.
Dengan peringkat ke-18, Jakarta kini sejajar dengan kota global seperti Melbourne, Dubai, dan Sydney. Pemerintah provinsi berkomitmen menjaga momentum tersebut melalui kebijakan yang menyeimbangkan pembangunan fisik dan kebahagiaan sosial.
“Jakarta bukan hanya kota yang sibuk, tapi juga rumah bagi warganya untuk tumbuh dan merasa bahagia,” tutup Pramono.
20 Kota Paling Bahagia di Dunia 2025 (Versi Time Out)
- Abu Dhabi (UEA)
- Medellín (Kolombia)
- Cape Town (Afrika Selatan)
- Mexico City (Meksiko)
- Mumbai (India)
- Beijing (China)
- Shanghai (China)
- Chicago (AS)
- Seville (Spanyol)
- Melbourne (Australia)
- Brighton (Inggris)
- Porto (Portugal)
- Sydney (Australia)
- Chiang Mai (Thailand)
- Marrakech (Maroko)
- Dubai (UEA)
- Hanoi (Vietnam)
- Jakarta (Indonesia)
- Valencia (Spanyol)
- Glasgow (Inggris)
Penulis: Arden Gustav
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




