• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Investasi
  • Apple
  • Keuangan
  • PLN Mobile
  • Karier
  • Teknologi
  • Books/Movies
  • iPhone
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Renungan Maulid Nabi Muhammad: Dari Sunyi Makkah ke Cahaya Abadi
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Insight

Renungan Maulid Nabi Muhammad: Dari Sunyi Makkah ke Cahaya Abadi

Renungan Maulid Nabi Muhammad: dari sunyi Makkah, seorang yatim tumbuh dalam luka, hingga cahaya abadi yang mengalahkan dendam. Dari gua yang sepi hingga Fathul Makkah, kasih selalu lebih kuat daripada pedang.

Oleh: Setiawan Chogah - Finance & Insight Writer
Publikasi: Jumat, 5 September 2025 - 16.21 WIB
Share
Maulid Nabi Muhammad
Ilustrasi.

Techfin Insight – Seperti malam-malam biasa, tidak ada yang spektakuler di kediaman saya. Usai Magrib, saya duduk di beranda, sekadar bengong menatap langit. Saya menyukai langit malam yang bersih, dari halaman teras ini—yang berkali-kali saya tolak tawaran pemasangan kanopi dari tetangga tukang las—saya biasa menghabiskan waktu.

Malam ini tidak ada teman yang datang untuk menyesap kopi Kapal Api dan obrolan panjang yang sering berputar-putar di seputar kondisi bangsa, obrolan yang kadang lebih banyak keluhan daripada solusi. Hanya sunyi yang menemani, ditingkahi suara serangga yang bersahut-sahutan di rumpun bambu samping rumah.

Ponsel saya bergetar. Sebuah pesan WhatsApp dari seorang klien di Hong Kong. Permintaannya sederhana: desain ucapan Maulid Nabi. Saya menatap layar sejenak, lalu bangkit menuju ruang kerja.

Saya menyalakan laptop, lalu membuka jendela. Udara malam masuk perlahan, membawa aroma bambu yang basah usai disiram hujan sore. Cahaya bulan menembus kisi-kisi daun, melukis garis samar di dinding. Seekor capung nyasar berputar-putar di sekitar lampu pijar, sayapnya berkilau rapuh. Dua ekor ikan di kolam sisi jendela berenang pelan, meninggalkan riak kecil yang hampir tak terdengar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dari masjid di ujung gang, salawat Nabi mengalun lirih. Nada itu datang pelan, menyeberangi jalan sepi, menyusup lewat dedaunan, lalu hinggap di ruang kerja saya. Saya terdiam, membiarkan suara itu mengisi ruang, membiarkan ia jadi jeda yang menunda ketukan jari di papan ketik.

Dan entah kenapa, di detik itu, ingatan saya berbelok jauh: kepada Muhammad. Kepada nama yang pernah saya baca dengan penuh rasa ingin tahu, saya dengar dalam percakapan, saya cari dalam buku-buku sejarah, hingga akhirnya saya terima dengan utuh bahwa dialah risalah terakhir.

Yatim Sebelum Lahir, Piatu Saat Kanak-kanak

Ingatan saya melayang jauh, menembus waktu, menuju sebuah rumah sederhana di Makkah—di sanalah seorang bayi lahir dengan tangis memecah sunyi padang pasir, tanpa ayah yang menyambut, karena Abdullah telah tiada sebelum sempat menimang; dan sejak saat itu, kehilangan menjadi teman pertama yang dikenalnya, bahkan sebelum ia belajar mengeja dunia.

Jangan Lewatkan:

Ilustrasi aliran uang sebagai “air” yang menyuburkan kebun impian—menekankan pentingnya mengarahkan dan mengelola keuangan secara sadar agar pertumbuhan berlangsung berkelanjutan.
Ketika Uang Datang Tapi Hidup Tetap Terasa Kurang
22 Jan 2026
Ketika Amigdala Mengambil Alih: Kita Selalu Hidup dalam Ketakutan
11 Nov 2025
Otak memilih nyaman daripada benar
Neurosains: Mengapa Otak Lebih Memilih Nyaman daripada Benar?
11 Nov 2025
Benarkah Doa Bisa Mengubah Realitas di Dunia Nyata?
24 Okt 2025

Beberapa tahun kemudian, kehilangan itu berulang, seperti gelombang yang tidak pernah lelah menghantam; Aminah, ibunya, wafat dalam perjalanan pulang dari kampung ayah, meninggalkan Muhammad kecil yang baru enam tahun untuk berdiri sendirian di tengah jalan hidup, tubuhnya mungil, matanya bening, namun hatinya telah penuh dengan rasa sepi yang dalam.

Karen Armstrong menulis lirih, “Due to the devastating psychological blows during his childhood, Muhammad feared abandonment.” Luka yang bagi kebanyakan anak bisa menghancurkan, justru pada dirinya menjelma akar empati—dari rasa takut ditinggalkan, lahir tekad untuk tidak meninggalkan siapa pun, dari pengalaman ditarik berulang kali dari pangkuan, tumbuh kesadaran bahwa kasih sayang bisa hadir di mana saja, tidak hanya dari darah, tetapi juga dari hati yang rela memberi.

Sebelum itu, ia sempat diasuh oleh ibu yang lain, Halimah Sa’diyah di padang pasir Badui: malam yang menggigit dingin, siang yang membakar kulit, debu yang menempel di telapak kaki, kambing-kambing yang merumput di bawah terik; udara keras itu menjadi guru pertama bagi tubuh kecilnya, mengajarinya tentang kesederhanaan, tentang jarak dari ibunya, dan tentang kasih yang hadir dari seorang perempuan asing yang justru menimang dengan sepenuh hati.

Dari satu pengasuhan ke pengasuhan lain—dari ibu ke Halimah, kembali ke ibu, lalu ke kakek, dan akhirnya ke paman—hidupnya adalah serpihan yang terpecah, namun justru dari serpihan itu ia belajar bahwa cinta tidak selalu lahir dari keutuhan, bahwa kehilangan bisa menjadi lahan tempat kasih sayang ditanam dan tumbuh lebih luas.

Di bawah langit Makkah yang jarang berawan, seorang anak kecil lebih dulu mengenal sepi ketimbang cinta, tetapi mungkin justru karena itu, ketika kelak ia memberi cinta, cintanya meluas tanpa batas, meliputi mereka yang tak pernah sekalipun menimangnya di masa kecil.

Kredit Redaksi:
Penulis: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
12345Lanjut
- Advertisement -
duologi setiawan chogahduologi setiawan chogah
TOPIK:Fathul MakkahIsra MirajMaulid NabiMaulid Nabi MuhammadMuhammadRenunganRenungan MaulidRuang DalamSejarah Nabi Muhammad

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Author:Setiawan Chogah
Finance & Insight Writer
Follow:
Menulis bagiku adalah perjalanan di lorong sunyi antara diri dan dunia. Tentang keuangan, tentang hidup yang bergegas, tentang jiwa yang terkadang ingin berhenti sejenak. Lewat tulisan, aku berharap kau menemukan jeda, ruang bernapas, dan makna yang kerap luput dari genggaman.
Tulisan Sebelumnya 👈 Bagi perusahaan telekomunikasi sebesar Indosat, melayani ratusan juta pelanggan bukan perkara teknis semata. Harpelnas 2025: Indosat Hadirkan Promo & Ketulusan Tanpa Akhir
👉 Tulisan Selanjutnya Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2025, PLN UID Banten hadir langsung menyapa pelanggan strategis yaitu Sosoro Mall dan PT ASDP. Kunjungan ini menjadi wujud apresiasi PLN atas kepercayaan pelanggan sekaligus komitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal. Apresiasi Hari Pelanggan Nasional, PLN Banten Dekatkan Diri ke Pelanggan Strategis
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Teknologi

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026
Teknologi

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026
Teknologi

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026
Teknologi

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026
Bisnis

Listrik Tetap Nyala Saat Idulfitri, PLN Banten Pastikan Ibadah Aman

21 Mar 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Pilihan Editor untukmu

Kultur

Dari Sembako ke Listrik: Ramadan PLN Hadirkan Dampak Nyata

Keira Zareen
20 Mar 2026
Bisnis

Mudik Gratis BUMN 2026 Tembus 116 Ribu Peserta, PLN Dorong Nol Emisi

Aira Safeeya
20 Mar 2026
Ilustrasi petugas PLN siaga 24 jam melayani pelanggan dengan sepenuh hati, memastikan pasokan listrik tetap andal agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Utilitas

Jangan Lupa! Ini Tips Aman Tinggalkan Listrik Rumah Saat Mudik

Aira Safeeya
17 Mar 2026
Bisnis

PLN Pastikan Cadangan Daya Nasional Lebih dari Cukup

Aira Safeeya
17 Mar 2026
Teknologi

Cek Langsung! PLN Pastikan Listrik dan SPKLU Banten Siap Mudik

Liora N. Shasmitha
16 Mar 2026
Kultur

Novel Luka dan Pemulihan Dibahas di Ngabuburead ‘Aku Temanmu’

Arden Gustav
16 Mar 2026
Utilitas

Mudik Tenang, PLN Ingatkan Cek Listrik Rumah Sebelum Berangkat

Ammar Fahri
16 Mar 2026
Kultur

From Pain to Peace: Ngabuburead Aku Temanmu Ajak Berdamai dengan Luka

Arden Gustav
15 Mar 2026
Tampilkan Lagi

Jangan Lewatkan

Jadi yang pertama tahu. Baca sekarang atau simpan untuk nanti.

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

Teknologi

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

Teknologi

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

Teknologi

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

Teknologi

Dari Sembako ke Listrik: Ramadan PLN Hadirkan Dampak Nyata

Kultur
Ilustrasi petugas PLN siaga 24 jam melayani pelanggan dengan sepenuh hati, memastikan pasokan listrik tetap andal agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

Jangan Lupa! Ini Tips Aman Tinggalkan Listrik Rumah Saat Mudik

Utilitas

Cek Langsung! PLN Pastikan Listrik dan SPKLU Banten Siap Mudik

Teknologi

Novel Luka dan Pemulihan Dibahas di Ngabuburead ‘Aku Temanmu’

Kultur
Tampilkan Lagi
Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com