Kota Serang, Techfin Insight – Tak hanya derap kaki dewasa yang menyemarakkan PLN Mobile Jawara Run 2025, suasana pagi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, juga diramaikan oleh tawa riang anak-anak.
Di antara denting semangat para pelari, terselip momen-momen kecil nan manis yang menjelma jadi cerita berharga—tentang kebersamaan, tawa bocah, dan kebanggaan akan sebuah pencapaian pertama.
Di tengah lautan pelari dan warga yang antusias, Gubernur Banten, Andra Soni, tampak begitu santai berbaur. Ia tak canggung bermain dan bersenda gurau dengan anak-anak di sekitar garis start dan finish, ditemani sang istri, Tinawati.

Tak sedikit anak-anak yang ia ajak bermain, seolah hari itu bukan semata ajang olahraga, tapi juga perayaan kasih dan keterlibatan lintas usia.
“Sini, sini,” ujar Andra Soni sambil menggandeng tangan seorang bocah, Sabtu pagi, 3 Agustus 2025.
Suaranya hangat, seperti ayah yang sedang menemani anaknya menjemput pagi.
Tak kalah semarak, para ibu yang mengantar suaminya ikut berlari pun antusias menyapa dan berswafoto dengan sang gubernur.
PLN Mobile Jawara Run 2025 seperti menjelma jadi pasar pagi kebahagiaan: semua hadir, semua tersenyum.
Bocah 11 Tahun yang Menembus Garis Finish
Dari ribuan pelari dewasa, satu nama mungil mencuri perhatian. Muhammad Daffa Aufar Al Ghifari, bocah berusia 11 tahun asal Rangkasbitung, tampil mencolok bukan karena kelincahannya semata, tapi karena tekadnya yang besar.
“Lari dari start sampai finish, senang!” ujar Daffa, dengan nafas yang masih tersengal dan kaos basah oleh keringat.
Datang dari rumahnya di Rangkasbitung sejak pukul 04.30 pagi bersama ayahnya, Daffa ikut merasakan euforia berlari dalam gelaran akbar ini.

Bagi Daffa, lari bukan sekadar soal kecepatan, tapi tentang semangat dan silaturahmi. Ia begitu antusias bertemu pelari dari berbagai penjuru Banten.
“Udah tiga kali ikut event lari. Sekarang saya kelas 5 SD. Tadi ke sini sama bapak,” ungkapnya dengan bangga.
KP3B: Tempat Bocah, Bayi, dan Bayang-bayang Bahagia
Di lintasan yang sama, terlihat pula para orangtua yang mendorong kereta bayi. Beberapa bahkan menggendong balita sambil tetap melangkah menyusuri area KP3B.
Meski jumlah peserta mencapai 1.300 orang, suasana tetap terasa nyaman—membuat banyak keluarga tak segan membawa buah hati mereka menikmati momen ini bersama.
Tak ada yang merasa terlalu tua, terlalu muda, atau terlalu lelah. Semua bergerak dalam frekuensi yang sama: menikmati hari dengan sukacita.
Penulis: Ammar Fahri
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




