Techfin Insight – Menjelang akhir tahun, istilah Black Friday kembali mencuri perhatian publik. Hari yang dikenal sebagai awal musim belanja liburan ini identik dengan diskon besar-besaran, baik di toko fisik maupun platform e-commerce.
Asal-Usul Istilah Black Friday
Black Friday pertama kali muncul di Philadelphia pada tahun 1960-an, ketika kepolisian setempat menggunakan istilah itu untuk menggambarkan kekacauan lalu lintas dan kerumunan pembeli pasca-Thanksgiving. Seiring waktu, istilah ini berubah makna — dari situasi negatif menjadi momentum ekonomi yang positif.
Pada 1980-an, Black Friday mulai diasosiasikan dengan momen di mana bisnis ritel beralih dari kondisi merugi (in the red) menjadi untung (in the black) berkat lonjakan penjualan. Sejak itu, Black Friday diakui secara global sebagai puncak kegiatan belanja tahunan.
Kapan Black Friday Dilaksanakan?
Secara tradisional, Black Friday digelar sehari setelah Thanksgiving, yaitu pada Jumat keempat bulan November. Tahun ini, Black Friday jatuh pada 28 November 2025.
Periode ini menjadi waktu strategis bagi konsumen untuk membeli hadiah Natal, perlengkapan rumah tangga, hingga perangkat elektronik dengan harga lebih kompetitif.
Strategi Belanja agar Tidak Terjebak Diskon
Meski banyak penawaran menarik, konsumen disarankan untuk tetap berbelanja secara bijak agar tidak terjebak dalam konsumsi impulsif. Berikut beberapa tips sederhana:
- Buat daftar kebutuhan utama. Fokus pada barang yang benar-benar dibutuhkan atau jarang didiskon di luar periode Black Friday.
- Tetapkan batas anggaran. Tentukan nominal maksimal yang boleh dibelanjakan agar tidak melebihi kemampuan finansial.
- Bandingkan harga di berbagai platform. Pastikan diskon yang ditawarkan benar-benar lebih rendah dibanding harga normal.
- Gunakan metode pembayaran secara cermat. Hindari penggunaan kartu kredit berlebihan untuk mencegah utang konsumtif.
- Manfaatkan waktu dengan efisien. Untuk belanja online, siapkan akun dan metode pembayaran sebelum waktu promo dimulai. Untuk belanja langsung, datang lebih awal agar terhindar dari keramaian.
Belanja Bijak, Keuangan Tetap Sehat
Black Friday seharusnya dimaknai sebagai kesempatan untuk berhemat, bukan ajang konsumsi berlebihan. Dengan perencanaan matang, konsumen bisa mendapatkan barang terbaik tanpa mengganggu stabilitas keuangan pribadi.
Penulis: Ammar Fahri
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.




