• Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
Techfin Insight
0

Tidak ada produk di keranjang.

Notifikasi
Kirim Tulisan
  • Trending Topics:
  • PLN
  • PLN UID Banten
  • AI
  • Personal Finance
  • Phones/Tablets/Mobile
  • Investasi
  • Apple
  • Keuangan
  • PLN Mobile
  • Karier
  • Teknologi
  • Books/Movies
  • iPhone
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • ShopNew
  • Personalize
    • Dasbor Penulis
    • Riwayat Bacaan
    • Tulisan Tersimpan
    • My Feed
    • My Interests
Reading: Digital Parenting: Pertarungan Sunyi antara Aturan dan Kasih Sayang Ibu
Share
Techfin InsightTechfin Insight
0
  • Indeks
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Sains
  • Gaya Hidup
  • Kultur
  • Persona
  • Insight
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • Riwayat Bacaan
  • Tulisan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests
Cari
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten

Jelajah Ruang Baca

Jejak Wawasan

  • Riwayat Bacaan
  • Bacaan Tersimpan
  • My Feed
  • My Interests

Terkini

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026

Call for Writers 🧑🏻‍💻

Tulis gagasanmu dan menginspirasilah bersama Techfin Insight! 💡
Kirim Tulisan
Punya akun di Techfin Insight? Sign In
Stay Connected
© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com
Gaya Hidup

Digital Parenting: Pertarungan Sunyi antara Aturan dan Kasih Sayang Ibu

Oleh: Kholi Abas - Penikmat Tulisan
Publikasi: Jumat, 22 Agustus 2025 - 02.20 WIB
Share
Digital Parenting adalah kunci bagi orangtua di era teknologi. Bukan sekadar membatasi, tetapi mendampingi dan membimbing anak agar bijak menggunakan gadget serta internet. Peran ibu—bersama ayah—sangat penting untuk melindungi sekaligus menumbuhkan generasi sehat, cerdas, dan beretika di ruang digital.
Digital Parenting adalah kunci bagi orangtua di era teknologi. Bukan sekadar membatasi, tetapi mendampingi dan membimbing anak agar bijak menggunakan gadget serta internet. Peran ibu—bersama ayah—sangat penting untuk melindungi sekaligus menumbuhkan generasi sehat, cerdas, dan beretika di ruang digital.
Highlights
  • Dalam urusan pengasuhan anak, sosok ibu kerap menjadi garda terdepan. Karena itu, seorang ibu dituntut memahami literasi digital—yakni kemampuan memanfaatkan media digital, mulai dari alat komunikasi hingga jaringan internet.
Navigasi Konten
  • Digital Parenting, Jawaban Tantangan Zaman
  • Keamanan Anak di Ruang Digital
  • Adu Kuat Ibu dan Anak
  • Peran Ibu yang Tak Tergantikan

Techfin Insight – Ada banyak metode pengasuhan yang dikenal masyarakat saat ini. Metode pengasuhan, atau yang sering disebut parenting style, hadir dengan berbagai karakter. Mulai dari pola yang keras dan mengekang, sampai pola yang santai dan cenderung bebas.

Seiring perkembangan zaman, pola pengasuhan pun dituntut untuk beradaptasi, bahkan berinovasi.

Kini, di tengah derasnya arus era digital, manusia seakan dipaksa untuk hidup berdampingan dengan teknologi.

Ada sisi baik, ada pula sisi buruk, yang sedikit banyak memengaruhi kualitas hidup setiap individu. Karena itu, pola pengasuhan yang tepat sangat dibutuhkan agar lahir generasi yang mampu bertahan sekaligus bersinar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Generasi yang dimaksud bukanlah mereka yang menolak kemajuan teknologi, juga bukan yang larut tanpa kendali.

Generasi inilah yang diharapkan bisa memanfaatkan peluang dari pesatnya arus informasi, tanpa melanggar norma dan etika bangsa.

Digital Parenting, Jawaban Tantangan Zaman

Istilah digital parenting muncul sebagai salah satu jawaban. Merujuk berbagai sumber, digital parenting berarti pola pengasuhan anak di era digital dengan mengedepankan pengawasan serta bimbingan dalam penggunaan teknologi dan informasi secara bijak.

Jangan Lewatkan:

Setiawan Chogah memotivasi siswa SMK Nur El Falah Serang menulis komitmen diri dalam sesi pengembangan diri.
Berhenti Jadi Penonton, Anak SMK Diajak Berani Main di Hidupnya Sendiri
3 Feb 2026
Sebuah pagi penuh kasih. Seorang ibu menyiapkan bekal sehat untuk putrinya, bukan sekadar makanan, tetapi titipan cinta yang akan menemani langkah kecil di sekolah.
Harapan Besar di Balik Kotak Bekal, Cinta Sehat untuk Masa Depan Anak
28 Agu 2025
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.
Pemerintah Tegaskan Tidak Akan Batasi WhatsApp Call
19 Jul 2025

Dalam urusan pengasuhan anak, sosok ibu kerap menjadi garda terdepan. Karena itu, seorang ibu dituntut memahami literasi digital—yakni kemampuan memanfaatkan media digital, mulai dari alat komunikasi hingga jaringan internet.

Namun, literasi digital bukan sekadar pengetahuan. Ia harus tampak dalam sikap dan perilaku yang bisa ditiru anak.

Ibu yang ingin anaknya cakap menggunakan teknologi, perlu memberi contoh nyata: menggunakan perangkat dengan bijak, tidak berlebihan, dan tetap sesuai kebutuhan.

Keamanan Anak di Ruang Digital

Kemajuan teknologi ibarat dua sisi mata pisau. Jika dimanfaatkan dengan benar, ia membawa manfaat besar. Namun, bila salah arah, bisa berbalik menjadi bumerang.

Contohnya, kasus-kasus yang menyangkut keamanan anak di ruang digital terus meningkat. Data menunjukkan, kasus kekerasan anak di dunia maya pada 2024 lebih tinggi dibanding 2023.

UNICEF bahkan melaporkan bahwa 45% anak dan remaja di Indonesia pernah mengalami cyber bullying, mulai dari intimidasi, pelecehan verbal, hingga penyebaran konten negatif.

Anonimitas dunia maya membuat pelaku merasa bebas tanpa tanggung jawab. Padahal, dampak buruknya nyata bagi anak-anak yang menjadi korban.

Meski pemerintah sudah berupaya menciptakan ruang digital yang aman lewat regulasi, tetap saja dukungan orangtua menjadi kunci utama.

Adu Kuat Ibu dan Anak

Dampak negatif ruang digital memang membuat orangtua was-was. Tetapi di sisi lain, teknologi juga banyak memberi manfaat.

Informasi lebih mudah diakses, proses belajar semakin kreatif, bahkan anak bisa mengembangkan bakatnya sejak dini.

Masalahnya, penggunaan gadget yang berlebihan membawa risiko lain. Dari kesehatan fisik—seperti gangguan mata dan saraf—hingga mental, seperti kecemasan, tantrum, hingga kecanduan layar.

Karena itu, orangtua perlu membuat aturan yang jelas. Misalnya, berapa lama anak boleh menatap layar, aplikasi apa saja yang boleh digunakan, hingga konten apa yang boleh dikonsumsi.

Aturan ini harus dijalankan dengan disiplin. Istilahnya, “jangan kasih kendor.”

Sekali aturan dilanggar, anak akan menangkap sinyal celah. Besar kemungkinan ia akan mengulanginya.

Orangtua juga sebaiknya tidak buru-buru membekali anak dengan gadget pribadi sebelum usia matang. Di bawah usia 13 tahun, anak belum cukup dewasa membedakan baik dan buruk.

Lebih baik orangtua tetap mendampingi setiap kali anak berinteraksi dengan layar.

Kalau pembiasaan ini dilakukan sejak dini, saat anak beranjak remaja mereka akan lebih terlatih menggunakan teknologi untuk hal-hal positif.

Peran Ibu yang Tak Tergantikan

Meski ayah dan ibu sama-sama punya peran, dalam praktiknya, ibu memang sering lebih dominan. Usia anak-anak adalah masa di mana kedekatan dengan ibu begitu kuat. Itu sebabnya, ibu dituntut lebih tegas dan konsisten.

Tak jarang, ibu melonggarkan aturan karena rasa kasihan atau lelah dengan urusan rumah tangga. Namun, jika sekali saja ibu mengalah, anak akan belajar bahwa aturan bisa dinegosiasikan.

Kabar baiknya, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki pola. Kuncinya, jadilah ibu yang kuat dalam prinsip, terutama saat mengawasi penggunaan gadget. Ketegasan ini bukan untuk membatasi, melainkan demi melindungi.

Karena pada akhirnya, digital parenting bukan sekadar soal gadget. Ia adalah tentang bagaimana ibu—dan tentu juga ayah—hadir penuh dalam tumbuh kembang anak.

Menjadi panutan, menjadi pendamping, dan menjadi pagar kokoh agar anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bijak di era digital.

Kredit Redaksi:
Penulis: Kholi Abas
Editor: Setiawan Chogah
Kredit Visual: Ilustrasi dan foto pada artikel ini menggunakan sumber berlisensi bebas, aset AI, atau siaran pers resmi yang relevan dengan topik.
© 2026 Techfin Insight. Konten ini boleh dikutip untuk keperluan non-komersial. Cantumkan sumber dan tautkan ke artikel asli di Techfin Insight. Untuk penggunaan ulang secara menyeluruh atau di luar konteks editorial (misalnya komersial), silakan hubungi redaksi.
- Advertisement -
duologi setiawan chogahduologi setiawan chogah
TOPIK:AnakLiterasi DigitalParentingpola asuh anak

Kirim Tulisan

Ingin cerita, gagasan, atau opinimu dibaca lebih banyak orang?
✨ Tulis gagasanmu dan mulailah menginspirasi. Baca Panduan Editorial Techfin Insight. Lihat Syarat & Ketentuan Tulisan.
Share tulisan ini, yuk!
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Threads Copy link
Author:Kholi Abas
Penikmat Tulisan
Follow:
Aku adalah seseorang yang baru merutinkan kembali kebiasaan membaca buku dan mengulasnya. Jenis buku yang aku suka adalah fiksi, sejarah, dan biografi. Seperti membaca, dulu aku juga mempunyai kebiasaan menulis. Beberapa tulisan pernah dimuat di media juga penerbit. Tapi itu dulu. Sekarang, aku sedang berusaha mengembalikan hobi yang kedua itu, menulis.
Tulisan Sebelumnya 👈 Zahara, seorang penjahit asal Gampong Pande, Banda Aceh, kini bisa menjahit dan mengembangkan usahanya setelah mendapatkan sambungan listrik mandiri melalui program Light Up The Dream PLN. Pada tahun ini, sampai dengan Agustus 2025 tercatat sebanyak 7.978 keluarga prasejahtera di 38 provinsi telah mendapat sambungan listrik gratis lewat program tersebut. PLN Salurkan Sambungan Listrik Gratis untuk 2.821 Keluarga Prasejahtera
👉 Tulisan Selanjutnya GM PLN UID Banten, Muhammad Joharifin (kiri), menerima penghargaan Entrepreneurial Marketing for Corporate Impact dari Founder & Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, di Bandung, Jumat (22/8). PLN UID Banten Raih Penghargaan Entrepreneurial Marketing MarkPlus
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Teknologi

Internet Ngebut Saat Mudik, Indosat Buktikan Jaringan Tetap Stabil

26 Mar 2026
Teknologi

OpenAI Tutup Sora, Tanda Pergeseran Besar AI

25 Mar 2026
Teknologi

Listrik Nyaris Tanpa Cela Saat Lebaran, PLN Buktikan Kesiapan Nasional

24 Mar 2026
Teknologi

Listrik Tanpa Gangguan, Salat Id di Al Amjad Berjalan Khidmat

21 Mar 2026
Bisnis

Listrik Tetap Nyala Saat Idulfitri, PLN Banten Pastikan Ibadah Aman

21 Mar 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image

Ruang Baca

Techfin Insight
Facebook X-twitter Instagram Threads Whatsapp

Techfin Insight hadir sebagai media alternatif yang fokus mengabarkan inovasi dan perkembangan terkini di bidang teknologi, bisnis, keuangan, serta tantangan yang kita hadapi setiap hari. Kami menganalisis bagaimana bisnis dan teknologi saling bersinggungan, mempengaruhi, dan memberikan dampak pada berbagai lini kehidupan untuk mewujudkan transformasi budaya di dunia yang semakin saling terhubung ini.

Ad image
  • Tentang Kami
  • Iklan & Partnership
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Jadi PenulisNew
  • Panduan Editorial
  • Brand Guideline
  • Kontak
  • History
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Sains
  • Kultur
  • Insight
  • Persona
  • Utilitas
  • DPRD Banten
  • About Us
  • Advertising & Partnership
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Guest Post
  • Contact

© 2026 Techfin.id. Designed with ❤️ by dezainin.com